JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 26 September 2026, INACRAFT October Vol. 5 2026 resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, pada 7–11 Oktober 2026. Pameran ini mempertemukan beragam produk kerajinan nusantara dengan inovasi teknologi serta kreativitas generasi muda. Perpaduan tersebut menjadi gambaran perkembangan industri kriya nasional yang terus beradaptasi dengan perubahan selera pasar, kemajuan digital, dan kebutuhan konsumen.
Penyelenggaraan INACRAFT edisi Oktober menghadirkan ruang bagi pelaku usaha, perajin, desainer, dan generasi kreatif untuk menampilkan karya sekaligus memperluas jejaring. Produk yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan kekayaan bahan, teknik, dan tradisi dari berbagai daerah, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai budaya dapat diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih modern dan relevan. Kehadiran teknologi turut memperkaya cara produk diperkenalkan kepada pengunjung.
Ajang ini menempatkan kerajinan Indonesia sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar domestik maupun internasional. Pengunjung dapat melihat karya dengan karakter lokal yang dipadukan dengan pendekatan desain, produksi, dan promosi yang lebih inovatif. Keterlibatan generasi muda juga memberikan warna baru melalui gagasan yang segar, pemanfaatan platform digital, serta keberanian mengeksplorasi material dan bentuk.
Selama lima hari pelaksanaan, JICC menjadi titik temu bagi berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kemajuan kriya nasional. Pameran tersebut sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi kreatif dan perdagangan produk budaya. Melalui pertemuan tradisi dan teknologi, INACRAFT October Vol. 5 2026 menunjukkan bahwa kerajinan nusantara dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitas yang menjadi kekuatan utamanya.
INACRAFT Oktober 2026 mengangkat tema “Techno Craft” sebagai arah utama penyelenggaraan pameran. Tema tersebut menempatkan kriya dan teknologi dalam satu rangkaian penyajian, sehingga keduanya menjadi unsur penting dalam acara. Perpaduan ini juga memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi hadir berdampingan dengan karya kriya, bukan sebagai unsur yang berdiri sendiri. Melalui tema tersebut, pameran menghadirkan penekanan pada hubungan keterampilan berkarya, pemanfaatan teknologi, dan kreativitas.
Fokus pada “Youthpreneurs” menjadi bagian penting dari arah pameran ini. Istilah tersebut menegaskan perhatian terhadap generasi muda yang berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan. Dalam penyelenggaraan INACRAFT Oktober 2026, generasi muda ditempatkan dalam konteks perpaduan kriya, teknologi, dan kreativitas. Ketiga unsur itu menjadi bagian yang saling berkaitan dalam gambaran acara, sejalan dengan tema “Techno Craft” yang diusung.
Dengan demikian, tema pameran tidak hanya menyoroti kriya sebagai karya, tetapi juga mengaitkannya dengan teknologi dan kreativitas generasi muda. Kriya, teknologi, serta kreativitas menjadi unsur yang hadir secara bersamaan dalam penyelenggaraan ini. Fokus “Youthpreneurs” memperkuat penempatan generasi muda sebagai bagian dari perpaduan tersebut, sementara tema “Techno Craft” menjadi arah yang menaungi keseluruhan penyajian. Susunan tema dan fokus itu menjadikan hubungan karya kriya, perkembangan teknologi, dan kreativitas anak muda sebagai bagian penting dari INACRAFT Oktober 2026.
INACRAFT October 2026 menghadirkan 829 stan dalam satu penyelenggaraan pameran. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan peserta dari berbagai kelompok, mulai dari peserta individu atau anggota ASEPHI hingga peserta yang mewakili dinas, kementerian, dan BUMN. Komposisi ini memperlihatkan bahwa kehadiran dalam pameran tidak hanya berasal dari satu kategori peserta, melainkan melibatkan sejumlah unsur dengan peran yang berbeda.
Dari keseluruhan stan yang tercatat, sebanyak 713 stan diisi oleh peserta individu atau anggota ASEPHI. Kelompok ini menjadi bagian terbesar dalam komposisi peserta. Jumlah tersebut menegaskan kuatnya partisipasi peserta individu dan anggota ASEPHI dalam mendukung pelaksanaan INACRAFT October 2026, sekaligus menjadi unsur utama yang membentuk kehadiran stan pada pameran.
Selain itu, terdapat 85 stan peserta dinas. Kehadiran stan dari kelompok ini menambah keragaman unsur yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Peserta dinas tercatat sebagai bagian tersendiri dalam susunan stan, sehingga komposisinya dapat dibedakan dengan peserta individu atau anggota ASEPHI serta kelompok kementerian dan BUMN.
Selanjutnya, 15 stan berasal dari kementerian dan BUMN. Angka ini melengkapi rincian kelompok peserta yang disebutkan dalam penyelenggaraan pameran. Dengan demikian, keterlibatan peserta mencakup 713 peserta individu atau anggota ASEPHI, 85 peserta dinas, serta 15 peserta dari kementerian dan BUMN, dalam rangkaian keseluruhan 829 stan. Pembagian tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai luasnya partisipasi berbagai kelompok pada INACRAFT October 2026 tanpa mengesampingkan perbedaan kategori masing-masing peserta.
INACRAFT October 2026 menetapkan sasaran ekonomi yang mencerminkan peran pameran kriya sebagai penggerak perdagangan produk lokal. Dalam penyelenggaraannya, agenda ini menargetkan transaksi ritel sebesar Rp100 miliar. Angka tersebut mencakup potensi pembelian langsung dari pengunjung, kolektor, pelaku usaha, serta konsumen yang mencari produk kriya untuk kebutuhan pribadi maupun korporasi. Target itu merupakan sasaran penyelenggaraan, sehingga belum dapat dipahami sebagai nilai transaksi yang telah tercapai.
Selain transaksi ritel, INACRAFT October 2026 membidik kontrak dagang senilai 2,7 juta dolar AS. Sasaran tersebut menunjukkan perhatian terhadap peluang kerja sama bisnis dengan pembeli, distributor, dan mitra dari berbagai pasar. Kontrak dagang dapat membuka kesempatan bagi perajin dan perusahaan kriya untuk membangun hubungan komersial yang lebih berkelanjutan, termasuk melalui pemesanan dalam jumlah besar, pengembangan produk, dan perluasan jaringan distribusi. Namun, nilai 2,7 juta dolar AS tetap merupakan target ekonomi yang ingin dicapai selama rangkaian pameran berlangsung.
Perpaduan kegiatan pameran, pertemuan bisnis, dan promosi produk memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kekayaan kriya Indonesia secara lebih luas. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan keterampilan, material, serta identitas budaya dari berbagai daerah. Kehadiran calon pembeli dan mitra usaha dapat membantu mempertemukan produk lokal dengan kebutuhan pasar yang lebih beragam.
Dengan demikian, INACRAFT October 2026 berfungsi sebagai ruang promosi sekaligus penghubung pelaku usaha kriya dan pasar. Melalui interaksi langsung, presentasi produk, serta peluang penjajakan kerja sama, pameran ini mendukung upaya pelaku usaha untuk memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun ke jaringan perdagangan internasional. Sasaran transaksi ritel dan kontrak dagang menjadi bagian dari dorongan tersebut, tanpa mengubahnya menjadi klaim bahwa hasil ekonomi telah terealisasi.
