JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Generasi Z dan milenial di Indonesia semakin menaruh perhatian pada kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh. Perhatian tersebut tidak lagi dipahami hanya melalui kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, emosional, dan sosial. Keempat aspek ini mulai ditempatkan dalam pandangan yang lebih seimbang, sehingga kesehatan dipandang sebagai kondisi yang meliputi berbagai dimensi kehidupan.
Temuan itu tercantum dalam Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 yang dirilis Herbalife Indonesia. Survei tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam cara generasi muda Indonesia memandang kesehatan. Bagi Generasi Z dan milenial, kesehatan tidak terbatas pada ada atau tidaknya gangguan pada tubuh, melainkan mencakup keadaan yang lebih luas dan saling berkaitan aspek fisik, mental, emosional, serta sosial.
Peningkatan perhatian ini menempatkan kesehatan holistik sebagai pokok penting dalam pembahasan mengenai kesejahteraan generasi muda. Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa kebugaran dan kesehatan dipahami melalui keseimbangan berbagai unsur, bukan hanya melalui satu ukuran. Dengan demikian, temuan survei Herbalife Indonesia memberikan gambaran mengenai berkembangnya perhatian Generasi Z dan milenial terhadap kondisi kesehatan secara utuh, dengan dimensi fisik, mental, emosional, dan sosial yang dipertimbangkan secara bersamaan.
Hasil survei menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran semakin tercermin dalam frekuensi aktivitas yang dilakukan oleh generasi muda di Indonesia. Dibandingkan dengan tiga tahun lalu, sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka kini lebih sering menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan secara menyeluruh. Temuan ini memperlihatkan adanya perubahan kebiasaan yang cukup nyata pada kelompok Gen Z dan milenial.
Pada kelompok Gen Z di Indonesia, sebanyak 72 persen responden mengatakan bahwa mereka lebih sering melakukan aktivitas terkait kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir tiga dari empat responden Gen Z merasakan peningkatan frekuensi dalam keterlibatan mereka terhadap aktivitas kesehatan. Persentase ini menjadi indikator bahwa kesehatan semakin mendapat tempat dalam keseharian kelompok usia tersebut.
Sementara itu, kecenderungan yang lebih kuat terlihat pada kelompok milenial. Sebanyak 79 persen responden milenial menyatakan lebih sering melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun lalu. Dengan demikian, proporsi milenial yang melaporkan peningkatan frekuensi tersebut lebih tinggi tujuh poin persentase dibandingkan Gen Z.
Perbandingan ini menegaskan bahwa kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan perhatian terhadap kesehatan, meskipun tingkat perubahannya berbeda. Selisih 72 persen pada Gen Z dan 79 persen pada milenial menunjukkan bahwa milenial sedikit lebih banyak melaporkan peningkatan frekuensi aktivitas kesehatan selama periode tiga tahun terakhir. Data tersebut tidak hanya menggambarkan tingginya kesadaran, tetapi juga menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebugaran semakin menjadi bagian penting dari pola hidup generasi muda Indonesia. Karena survei tidak merinci bentuk aktivitas yang dilakukan, temuan ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum mengenai meningkatnya frekuensi keterlibatan dalam aktivitas kesehatan dan kebugaran.
Temuan survei menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan secara menyeluruh pada Gen Z dan milenial berada sedikit hingga cukup jauh di atas rata-rata nasional. Dalam survei tersebut, rata-rata nasional tercatat sebesar 71 persen. Sementara itu, persentase Gen Z yang memperhatikan kesehatan secara menyeluruh mencapai 72 persen, atau satu poin persentase lebih tinggi daripada angka nasional. Selisih ini menunjukkan bahwa posisi Gen Z berada di atas rata-rata, meskipun perbedaannya relatif tipis.
Angka yang lebih tinggi terlihat pada kelompok milenial. Sebanyak 79 persen milenial dalam survei menyatakan perhatian terhadap kesehatan secara menyeluruh, sehingga berada delapan poin persentase di atas rata-rata nasional. Dibandingkan dengan Gen Z, persentase milenial juga lebih tinggi tujuh poin persentase. Dengan demikian, milenial mencatat angka tertinggi di dua kelompok usia yang dibahas dalam temuan ini.
Perbandingan tersebut memberikan gambaran mengenai posisi kedua kelompok usia terhadap angka acuan survei. Gen Z berada sedikit di atas rata-rata nasional dengan capaian 72 persen, sedangkan milenial menunjukkan jarak yang lebih besar melalui capaian 79 persen. Kedua angka itu tetap perlu dibaca sesuai cakupan dan metode survei yang digunakan. Data ini menggambarkan hasil pengukuran pada responden yang termasuk dalam survei, bukan pernyataan yang secara otomatis mewakili seluruh penduduk Indonesia. Perbedaan persentase kelompok juga tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor yang mungkin melatarbelakanginya. Oleh karena itu, informasi yang dapat ditegaskan dari temuan tersebut adalah posisi numerik masing-masing kelompok: keduanya melampaui rata-rata nasional sebesar 71 persen, dengan milenial berada pada tingkat persentase yang lebih tinggi daripada Gen Z.
Temuan survei menunjukkan bahwa perhatian Gen Z dan milenial Indonesia terhadap kesehatan semakin dipahami secara luas, tidak terbatas pada kondisi tubuh atau kebugaran fisik semata. Kesehatan tampak dipandang sebagai bagian dari kesejahteraan yang saling berkaitan, sehingga berbagai dimensinya perlu diperhatikan secara bersamaan. Cara pandang ini memperlihatkan adanya pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai hal-hal yang memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
Dalam kerangka tersebut, kesehatan fisik tetap menjadi unsur penting, tetapi tidak berdiri sendiri. Kondisi mental dan emosional juga memiliki posisi yang setara dalam membentuk keseimbangan diri. Perhatian terhadap kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan seseorang menghadapi tekanan dan menjaga ketenangan, sementara kesehatan emosional berhubungan dengan pengenalan serta pengelolaan perasaan. Kedua aspek ini melengkapi upaya menjaga tubuh agar tetap bugar dan mampu menjalankan aktivitas.
Dimensi sosial turut memperkuat pemahaman tersebut. Relasi dengan keluarga, teman, dan lingkungan menjadi bagian dari pengalaman kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan individu. Dukungan sosial dapat dipandang sebagai unsur yang berdampingan dengan kebiasaan fisik, kondisi psikologis, dan kesejahteraan emosional. Dengan demikian, gambaran yang muncul dari hasil survei menempatkan kesehatan sebagai kondisi yang dibentuk oleh keterhubungan berbagai aspek, bukan oleh satu ukuran saja.
Makna utama temuan ini adalah semakin kuatnya perhatian generasi muda terhadap keseimbangan fisik, mental, emosional, dan sosial. Pendekatan menyeluruh tersebut membantu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai cara Gen Z dan milenial Indonesia memaknai kebugaran serta kesejahteraan. Kesehatan, dalam temuan ini, terlihat sebagai kesatuan yang perlu dirawat secara seimbang melalui perhatian terhadap seluruh dimensinya.

