Gempa Magnitudo 4,2 Berpusat di Laut Selatan Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur

Gempa Magnitudo 4,2 Berpusat di Laut Selatan Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur

KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Gempa bumi bermagnitudo 4,2 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 08.31.56 WIB. Peristiwa ini tercatat sebagai gempa yang berpusat di wilayah laut sebelah selatan Kabupaten Sukabumi.

BMKG mencatat lokasi pusat gempa berada sekitar 61 kilometer sebelah selatan Kabupaten Sukabumi. Dengan demikian, titik kejadian gempa berada di perairan selatan wilayah tersebut. Informasi mengenai lokasi episentrum menjadi bagian penting dalam laporan awal BMKG terkait gempa bermagnitudo 4,2 yang terjadi pada Minggu pagi itu.

Selain mencatat magnitudo dan lokasi pusat gempa, BMKG juga menyampaikan kedalaman sumber gempa. Gempa tersebut memiliki kedalaman 36 kilometer. Data ini menunjukkan posisi sumber gempa berada di bawah permukaan laut pada kedalaman sebagaimana tercantum dalam informasi resmi BMKG.

Secara geografis, pusat gempa berada pada koordinat 7,51 lintang selatan dan 106,73 bujur timur. Koordinat tersebut menempatkan episentrum di laut, sekitar 61 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rangkaian data BMKG itu meliputi waktu kejadian pukul 08.31.56 WIB, magnitudo 4,2, kedalaman 36 kilometer, serta posisi pusat gempa di wilayah laut selatan Sukabumi.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan gempa bermagnitudo 4,2 yang berpusat di laut selatan Sukabumi dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Laporan intensitas menunjukkan bahwa getaran terasa di Pelabuhan Ratu, Cianjur, dan Cidolog, dengan tingkat yang berbeda-beda. Informasi tersebut menggambarkan pengalaman masyarakat terhadap guncangan di permukaan, bukan ukuran kekuatan gempa yang tercatat pada sumbernya.

Di Pelabuhan Ratu dan Cianjur, intensitas guncangan tercatat mencapai II hingga III berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, gempa umumnya dapat dirasakan oleh sebagian orang, terutama mereka yang berada di dalam bangunan atau sedang beristirahat. Getarannya cenderung ringan, tetapi dapat dikenali melalui pergerakan kecil pada benda-benda di sekitar, seperti pintu, jendela, atau perabot yang tidak terlalu berat.

Sementara itu, wilayah Cidolog merasakan intensitas II MMI. Tingkat tersebut biasanya menunjukkan getaran yang lemah dan lebih mungkin disadari oleh orang yang berada di dalam rumah, khususnya dalam kondisi tenang. Beberapa orang dapat merasakan adanya guncangan singkat, meskipun tidak semua warga di area yang sama mengalaminya dengan tingkat kejelasan yang serupa.

Perbedaan intensitas antardaerah dapat dipengaruhi oleh jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, serta posisi seseorang ketika guncangan berlangsung. Skala MMI digunakan untuk menggambarkan dampak atau sensasi gempa yang dirasakan di lokasi tertentu, sehingga nilainya dapat berbeda meskipun berasal dari satu peristiwa yang sama. Keterangan BMKG mengenai guncangan di Pelabuhan Ratu, Cianjur, dan Cidolog tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya kerusakan maupun korban. Data tersebut hanya menjelaskan wilayah yang melaporkan getaran dan tingkat intensitasnya.

Gempa yang berpusat di laut selatan Sukabumi tercatat bersamaan dengan aktivitas seismik di sejumlah wilayah Indonesia pada hari yang sama. Salah satu kejadian yang lebih kuat terjadi di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dengan magnitudo 6,1 pada pukul 05.55 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi episentrum dan kedalaman tersebut membuat guncangan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di wilayah sekitar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa guncangan gempa Sumba Barat Daya terasa kuat selama kurang lebih satu menit. Getaran dilaporkan dirasakan di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, hingga Manggarai Barat. Informasi tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan di sekitar titik pusat, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Nusa Tenggara. Masyarakat tetap diimbau memperhatikan informasi resmi dan memastikan kondisi bangunan setelah guncangan.

Aktivitas gempa pada hari itu juga tercatat di Aceh Jaya. Gempa tersebut semula dilaporkan berkekuatan magnitudo 5,9, kemudian diperbarui oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi magnitudo 5,8. Dibandingkan gempa di Sumba Barat Daya dan Aceh Jaya, gempa yang berpusat di laut selatan Sukabumi memiliki kekuatan lebih kecil. Meski demikian, getarannya tetap dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk hingga Cianjur, sehingga menjadi bagian penting dari catatan aktivitas seismik pada hari tersebut.

Informasi mengenai gempa bumi dapat mengalami pemutakhiran seiring proses analisis dan verifikasi data oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, masyarakat perlu menjadikan keterangan terbaru dari BMKG sebagai acuan utama ketika memperoleh informasi mengenai kejadian gempa di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Pembaruan tersebut dapat membantu memastikan bahwa informasi yang diterima tetap sesuai dengan hasil pemantauan resmi.

Catatan terbaru menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut selatan Sukabumi, pada kedalaman 36 kilometer. Guncangannya dirasakan hingga Cianjur. Informasi mengenai lokasi pusat dan kedalaman gempa menjadi bagian penting untuk dipahami masyarakat, terutama oleh mereka yang merasakan getaran di wilayah Sukabumi, Cianjur, maupun daerah sekitarnya.

Masyarakat yang merasakan guncangan diimbau untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap kabar mengenai gempa sebaiknya diperiksa kembali melalui sumber resmi agar tidak menimbulkan kebingungan. Sikap tenang membantu masyarakat menyikapi informasi secara cermat dan mengikuti perkembangan berdasarkan data yang telah diperbarui.

BMKG akan menyampaikan informasi gempa melalui kanal resminya. Masyarakat disarankan memantau kanal tersebut secara berkala untuk memperoleh keterangan terbaru mengenai kejadian ini. Dengan mengikuti informasi resmi BMKG, masyarakat dapat mengetahui apabila terdapat pembaruan data mengenai pusat gempa di laut selatan Sukabumi pada kedalaman 36 kilometer serta getaran yang terasa hingga Cianjur.