Gabriel Mutombo Diduga Mengalami Perlakuan Bernada Rasis dalam Laga Persib vs Port FC

Gabriel Mutombo Diduga Mengalami Perlakuan Bernada Rasis dalam Laga Persib vs Port FC

BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Dugaan insiden bernada rasisme mewarnai pertandingan perdana Persib Bandung di Grup B ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027. Bek Persib, Gabriel Mutombo, disebut menjadi sasaran tindakan yang diduga dilakukan oleh salah satu pemain Port FC ketika kedua tim bertemu di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis (8/10).

Informasi mengenai dugaan perlakuan tersebut disampaikan setelah pertandingan berakhir. Hingga laporan ini dibuat, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai bentuk ucapan atau tindakan yang diduga bernada rasisme itu. Identitas pemain Port FC yang disebut terlibat juga belum diungkapkan secara resmi.

Peristiwa tersebut dilaporkan sempat membuat jalannya pertandingan terhenti selama beberapa menit. Penghentian itu menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang kemudian mendapat perhatian, terutama karena menyangkut dugaan perlakuan diskriminatif terhadap pemain di tengah kompetisi antarklub Asia Tenggara.

Dugaan tersebut masih memerlukan penjelasan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Informasi resmi dari penyelenggara kompetisi, klub, maupun otoritas pertandingan diharapkan dapat membantu memperjelas kronologi kejadian serta langkah yang akan diambil setelah laporan itu muncul.

Insiden ini menambah sorotan terhadap pertandingan pembuka Persib dan Port FC. Selain aspek persaingan di lapangan, perhatian publik kini tertuju pada upaya memastikan setiap pemain memperoleh perlakuan yang setara, aman, dan terbebas dari tindakan yang berpotensi mengandung unsur rasisme. Persib maupun pihak terkait perlu menyampaikan informasi secara hati-hati agar perkembangan kasus tersebut tidak menimbulkan kesimpulan sebelum adanya pemeriksaan atau keterangan resmi.

Luka Menalo menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan ucapan bernada rasis tersebut ia peroleh langsung dari Gabriel Mutombo setelah pertandingan Persib Bandung menghadapi Port FC. Menurut penuturan Menalo, Mutombo mengeluhkan adanya pemain Port FC yang melontarkan kata-kata yang dianggap bernada rasis selama laga berlangsung. Keterangan itu menjadi salah satu sumber informasi yang kemudian beredar terkait insiden di lapangan.

Menalo menjelaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi yang cukup dekat untuk mendengar secara langsung ucapan yang dimaksud. Karena itu, ia tidak mengklaim menyaksikan atau mendengar sendiri perkataan tersebut. Meski demikian, pemain asal Kroasia itu mengatakan bahwa dirinya mempercayai cerita Mutombo sepenuhnya. Keduanya merupakan rekan satu tim, sehingga Menalo menilai hubungan tersebut membuatnya yakin terhadap keterangan yang disampaikan bek Persib itu.

Oleh sebab itu, informasi dari Menalo perlu dipahami sebagai pengakuan berdasarkan cerita Mutombo. Keterangan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti, karena masih memerlukan verifikasi dari pihak-pihak lain, termasuk pemain yang disebut, perangkat pertandingan, rekaman pertandingan, atau otoritas terkait. Sampai ada pemeriksaan dan penjelasan resmi, dugaan perlakuan bernada rasis itu tetap berada dalam ranah laporan serta kesaksian yang masih ditelusuri.

Penyerang Persib, Menalo, menyayangkan dugaan perlakuan bernada rasis yang disebut dialami Gabriel Mutombo dalam laga melawan Port FC. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak semestinya hadir dalam sepak bola, karena olahraga seharusnya menjadi ruang kompetisi yang menjunjung rasa hormat, sportivitas, dan penghargaan terhadap setiap orang yang terlibat di dalamnya.

Menalo juga menekankan pentingnya kepedulian antarpemain ketika muncul persoalan di lapangan. Para pemain, terlepas dari klub maupun latar belakangnya, semestinya dapat menunjukkan perhatian kepada rekan setim dan memberikan dukungan apabila seseorang menghadapi perlakuan yang tidak pantas. Sikap tersebut dinilai penting agar nilai kebersamaan dan saling menghormati tetap terjaga selama pertandingan berlangsung.

Ia mengaku prihatin karena isu serupa masih menjadi pembicaraan pada 2026. Bagi Menalo, berulangnya pembahasan mengenai perilaku bernada rasis menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya hilang dari lingkungan sepak bola. Ia menilai keadaan itu patut disesalkan, sebab para pemain dan seluruh pihak yang terlibat semestinya dapat menikmati pertandingan tanpa harus berhadapan dengan perlakuan yang merendahkan.

Dalam pernyataannya, Menalo menegaskan bahwa tindakan tersebut benar-benar salah. Ia tidak menempatkan sepak bola sebagai ruang untuk membenarkan sikap yang mengandung rasisme, melainkan sebagai olahraga yang seharusnya mempertemukan orang-orang melalui persaingan yang sehat. Sikap itu disampaikan dalam konteks kepeduliannya terhadap dugaan kejadian yang melibatkan Mutombo, tanpa memperluas persoalan di luar hal yang menjadi perhatian setelah pertandingan Persib menghadapi Port FC.

Menalo menegaskan bahwa para pemain Persib akan memberikan dukungan penuh kepada Gabriel Mutombo apabila dugaan perlakuan bernada rasis dalam laga melawan Port FC benar-benar terjadi. Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya dihadapi Mutombo seorang diri. Seluruh anggota tim memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan solidaritas dan memastikan rekan mereka merasa aman serta dihargai, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dukungan dari ruang ganti dinilai penting karena dapat memperkuat posisi pemain sekaligus menunjukkan bahwa Persib tidak menoleransi tindakan yang merendahkan martabat seseorang.

Menalo menggambarkan hubungan antarpemain Persib seperti sebuah keluarga. Karena itu, setiap anggota skuad perlu saling melindungi ketika salah satu di mereka menghadapi perlakuan yang tidak semestinya. Ia juga menekankan bahwa rasisme tidak dapat dibenarkan terhadap siapa pun, bukan hanya terhadap Mutombo. Perbedaan warna kulit, asal negara, bahasa, maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk menghina atau memperlakukan seseorang secara tidak adil. Sikap tegas terhadap dugaan diskriminasi diperlukan agar nilai sportivitas dan penghormatan tetap terjaga dalam kompetisi sepak bola.

Atas dasar itu, Menalo meminta dugaan insiden tersebut diselidiki secara menyeluruh oleh pihak yang berwenang. Pemeriksaan perlu dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari para pemain, perangkat pertandingan, serta pihak lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Apabila dugaan tersebut terbukti, pelaku harus dijatuhi hukuman sesuai aturan yang berlaku. Hingga informasi itu disampaikan, perkara tersebut masih berstatus dugaan yang bersumber dari cerita Mutombo kepada Menalo. Belum ada keterangan lain mengenai hasil penyelidikan, keputusan resmi, ataupun sanksi yang telah dijatuhkan kepada pihak yang diduga terlibat.