Freya Delovia Raih Juara Utama Pensi Bareng 2026 di SMAN 35 Jakarta

Freya Delovia Raih Juara Utama Pensi Bareng 2026 di SMAN 35 Jakarta

Jakarta | Suasana Kapanlagi Pensi Bareng 2026 di SMAN 35 Jakarta terasa hidup sejak para peserta bersiap menunjukkan kemampuan mereka di hadapan dewan juri dan warga sekolah. Panggung menjadi ruang bagi setiap penampil untuk membawakan bakat masing-masing, sementara siswa dan guru menyaksikan dari area sekitar. Meski matahari bersinar terik, perhatian penonton tetap tertuju pada penampilan yang berlangsung. Tepuk tangan dan sorak-sorai terdengar sebagai bentuk dukungan, menciptakan suasana yang meriah sekaligus memberi semangat kepada peserta yang sedang tampil.

Setiap peserta menghadapi tantangan persiapan yang tidak selalu sama. Waktu latihan yang relatif singkat membuat mereka perlu memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, sementara kendala masing-masing turut menguji kesiapan sebelum naik ke panggung. Di tengah keadaan tersebut, para penampil tetap berusaha menjaga konsentrasi dan menyelesaikan sesi unjuk bakat di hadapan juri serta warga sekolah. Dukungan dari penonton menjadi bagian penting dari suasana acara: respons hangat siswa dan guru membantu membuat panggung terasa lebih akrab, meskipun tekanan tampil dan cuaca panas dapat menjadi tantangan tersendiri.

Agar kesegaran peserta tetap terjaga selama kegiatan, AQUA dan Mizone turut memberikan dukungan. Asupan mineral, stamina, dan fokus menjadi hal yang diperhatikan ketika peserta menjalani persiapan hingga tampil. Kondisi tubuh yang tetap terjaga dapat membantu mereka menghadapi suasana terik dan menjaga perhatian saat membawakan penampilan. Dukungan tersebut melengkapi semangat yang datang dari tepuk tangan maupun sorakan warga sekolah. Kapanlagi Pensi Bareng 2026 pun menjadi momen bagi peserta untuk memperlihatkan kemampuan mereka, sekaligus bagi siswa dan guru untuk menikmati beragam penampilan secara bersama. Di tengah persiapan singkat dan kendala yang berbeda-beda, panggung tetap dipenuhi energi positif dari para penampil dan penonton.

Freya Delovia meraih juara pertama Pensi Bareng 2026 di SMAN 35 Jakarta melalui penampilan tari Nandak Ganjen. Tarian tradisional Betawi ini dikenal dengan gerak yang lincah dan energik, sekaligus membawa pesan semangat. Freya membawakan setiap gerakan dengan percaya diri dan penghayatan, sehingga penampilannya memikat perhatian penonton sepanjang pertunjukan.

Pilihan Nandak Ganjen menjadi cara Freya menampilkan kekayaan seni tradisional Betawi di atas panggung. Gerakannya yang dinamis memberi ruang bagi penari untuk menunjukkan kelincahan, sementara energi tarian membantu menyampaikan suasana penuh semangat. Penampilan Freya pun menjadi momen yang menonjol dalam acara tersebut dan mengantarkannya meraih posisi tertinggi.

Kemampuan menari Freya telah diasah sejak duduk di bangku SMP. Pengalaman sebelumnya juga menjadi bagian dari perjalanan berkesenian yang ia jalani; ia pernah meraih juara pertama di FLS2N. Bekal latihan dan pengalaman itu mendukung persiapannya saat tampil di Pensi Bareng 2026, meski kemenangan kali ini tetap menjadi kejutan baginya.

Menjelang pentas, Freya merasa tidak menghadapi kendala berarti karena sudah menguasai tarian yang dibawakannya. Namun, ia tidak menyangka akan menjadi pemenang utama. Ia mengaku semula kurang percaya diri dan menduga juara pertama mungkin diraih peserta dari kategori band. Perkiraan tersebut membuat pengumuman hasil terasa semakin tidak terduga baginya.

Ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, Freya mengaku sangat senang. Kegembiraan itu menjadi respons atas hasil yang sebelumnya tidak ia bayangkan, sekaligus menandai keberhasilan penampilannya dalam kompetisi. Dari proses mengasah kemampuan sejak SMP hingga membawakan Nandak Ganjen di hadapan penonton, pencapaian Freya menunjukkan bagaimana persiapan dan penguasaan materi dapat mendukung sebuah penampilan yang berkesan. Kemenangan tersebut juga memberi ruang bagi tarian tradisional Betawi untuk tampil sebagai bagian penting dari pentas pelajar, melalui gerak lincah, energi yang kuat, dan pesan semangat yang dibawa Freya ke panggung.NACL berawal dari kegiatan ekstrakurikuler musik di SMAN 35 Jakarta, saat para anggotanya masih duduk di kelas 10. Kehadiran band ini tumbuh dari lingkungan sekolah yang mempertemukan siswa dengan minat serupa terhadap musik. Ajakan dari ketua ekstrakurikuler menjadi salah satu pemicu terbentuknya kelompok tersebut, sementara pertemanan antarsiswa membantu mereka membangun kebersamaan. Dari kegiatan bersama itu, para anggota mulai mengenal satu sama lain dan menemukan kesempatan untuk bermusik sebagai sebuah band.

Di anggota awal yang mengajak siswa lain bergabung adalah Bagas Adhiansyah dan Arkan Al Faridzi. Keduanya menjadi bagian dari proses awal terbentuknya NACL, ketika kelompok tersebut mulai menghimpun teman-teman dari lingkungan ekstrakurikuler. Informasi mengenai perjalanan band menyebut peran mereka dalam mengajak anggota lain, tetapi tidak merinci posisi atau instrumen yang dimainkan Bagas maupun Arkan. Karena itu, keduanya dapat dikenali sebagai anggota awal tanpa menetapkan peran musikal tertentu.

Susunan personel yang disebutkan mencakup Galih Adrianto sebagai drummer dan Mandala Ibni sebagai bassist. Pada bagian vokal dan keyboard, Jemima Gendis tercatat sebagai pianist, keyboardist, sekaligus vocalist. Glayds Calista juga menjadi vocalist. Keterlibatan para siswa dengan peran berbeda ini membentuk susunan yang memungkinkan NACL berlatih dan tampil sebagai grup musik. Para anggota membawa kontribusi masing-masing, sekaligus berbagi pengalaman yang berawal dari aktivitas sekolah dan hubungan pertemanan.

Awal perjalanan tersebut menggambarkan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk berkolaborasi dan mengembangkan minat. NACL tidak terbentuk sebagai kelompok yang terpisah dari kehidupan sekolah; band ini tumbuh dari ajakan, perkenalan, dan kedekatan di para siswa kelas 10. Dengan anggota yang memiliki tugas musikal berbeda, mereka mulai membangun identitas bersama. Kisah pembentukannya menjadi latar bagi perjalanan NACL selanjutnya, termasuk keterlibatan mereka dalam kegiatan musik di SMAN 35 Jakarta.

Perjalanan NACL bermula dari kebiasaan para personelnya berlatih secara santai di studio. Pada awalnya, sesi tersebut menjadi ruang untuk bermain musik bersama dan mencoba berbagai hal tanpa tekanan untuk tampil dalam kompetisi. Seiring waktu, para anggota menyadari bahwa mereka memiliki kecocokan dalam bermusik. Interaksi yang terjalin selama latihan juga membangun chemistry yang membuat mereka semakin nyaman memainkan lagu sebagai sebuah band. Saat itu, para personel masih duduk di kelas 11. Kedekatan dan kesamaan minat tersebut kemudian mendorong mereka untuk membawa kebersamaan di studio ke panggung yang lebih luas, termasuk acara dan perlombaan sekolah.

Nama NACL mulai digunakan ketika mereka memutuskan tampil bersama di berbagai kesempatan. Pengalaman manggung dan mengikuti perlombaan menjadi bagian dari proses mereka mengenali kekuatan sekaligus hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Kekompakan itu tidak hanya terbentuk saat memainkan lagu, tetapi juga melalui kerja sama dalam belajar. Para personel saling membantu memahami teori musik dan menguasai teknik bermain instrumen. Jika ada anggota yang belum memahami suatu bagian, anggota lain berusaha menjelaskannya dan memberi contoh. Proses tersebut membutuhkan kesabaran, sebab kemampuan tiap personel berkembang dengan kecepatan berbeda. Dengan saling mengajarkan, mereka dapat berlatih sebagai kelompok sekaligus memperkuat keterampilan masing-masing.

Persiapan untuk mengikuti Kapanlagi Pensi Bareng 2026 menjadi tantangan tersendiri karena NACL hanya memiliki waktu latihan selama tiga hari. Dalam waktu yang terbatas, mereka perlu menyelaraskan permainan, mengingat bagian lagu, dan memastikan setiap personel memahami perannya. Pengalaman berlatih bersama sebelumnya menjadi bekal penting untuk menghadapi jadwal singkat tersebut. Mereka mengandalkan komunikasi dan kesediaan untuk saling mendengarkan agar latihan dapat berjalan efektif. Setiap anggota perlu terbuka terhadap masukan serta menjaga fokus selama proses persiapan. Bagi NACL, pengalaman itu sekaligus menguji kemampuan beradaptasi dan kerja sama mereka.

Baca juga: Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta | Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Dandim Bojonegoro Raih Juara III Dansatgas Terbaik TMMD 129 | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026