Dukungan Pemulihan Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur Diperkuat TP PKK dan TP Posyandu

Dukungan Pemulihan Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur Diperkuat TP PKK dan TP Posyandu

Kabupaten Manggarai Timur | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) pusat hadir secara langsung di wilayah terdampak gempa bumi, Dusun Wae Ciu, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran kedua lembaga tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi dampak bencana serta berupaya menata kembali kehidupan sehari-hari setelah gempa.

Kegiatan dukungan itu berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, TP PKK dan TP Posyandu pusat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus menunjang proses pemulihan di lingkungan yang terkena bencana. Penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan dukungan secara langsung, sehingga masyarakat tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.

Warga Dusun Wae Ciu menjadi penerima manfaat dari kontribusi kedua lembaga tersebut. Selain mencerminkan kepedulian sosial, kehadiran TP PKK dan TP Posyandu pusat memperkuat dukungan bagi masyarakat di tingkat desa dan keluarga. Kedua lembaga memiliki peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama melalui perhatian terhadap kesejahteraan keluarga, kesehatan, serta keberlangsungan pelayanan dasar. Dalam situasi pascabencana, dukungan semacam ini penting untuk membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak dan memulihkan aktivitas secara bertahap.

Dukungan di lokasi terdampak gempa juga menunjukkan adanya perhatian terhadap kondisi masyarakat Manggarai Timur setelah bencana. Penyaluran bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga Dusun Wae Ciu dan menjadi penguat semangat dalam menjalani proses pemulihan. Melalui kehadiran langsung di Desa Satar Padut, TP PKK dan TP Posyandu pusat menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam mendukung ketahanan serta kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

Safriati Safrizal, selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, hadir mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK, Tri Tito Karnavian. Ia menyampaikan bahwa pemulihan warga terdampak gempa di Desa Satar Padut, Manggarai Timur, perlu dipahami secara menyeluruh. Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang memperbaiki rumah, fasilitas umum, atau kondisi fisik lingkungan, melainkan juga memastikan keluarga kembali memiliki ketahanan untuk menghadapi dampak sosial, kesehatan, dan ekonomi yang muncul setelah bencana.

Menurut Safriati, masyarakat terdampak perlu memperoleh dukungan yang mampu memulihkan kehidupan sehari-hari sekaligus menjamin akses terhadap layanan dasar. Keluarga merupakan unsur penting dalam proses tersebut karena menjadi tempat pertama bagi pemenuhan kebutuhan, perlindungan, pengasuhan, dan pembentukan perilaku sehat. Atas dasar itu, kegiatan di Desa Satar Padut menjadi bentuk kontribusi nyata pengurus pusat TP PKK dan TP Posyandu kepada warga terdampak gempa. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian, memberikan manfaat langsung, serta mendorong pemulihan yang berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Peran TP PKK relevan melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK yang mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat. Program-program itu dapat menjadi landasan untuk membantu keluarga membangun kembali kehidupan yang aman, sehat, mandiri, dan berdaya tahan setelah bencana.

Di sisi lain, posyandu berperan mendukung pemenuhan enam bidang layanan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Dengan sinergi kedua lembaga tersebut, pemulihan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi diarahkan untuk memastikan warga memperoleh layanan yang dibutuhkan dan memiliki kemampuan bangkit secara bertahap.

Bantuan untuk warga terdampak gempa di Manggarai Timur disalurkan dalam beragam bentuk guna mendukung kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan. Bantuan tersebut terdiri atas 68 paket sembako yang masing-masing berisi beras, gula, minyak goreng, dan sarden. Selain itu, disalurkan 65 selimut untuk membantu warga memenuhi kebutuhan perlengkapan tidur, terutama di tengah kondisi tempat tinggal yang masih memerlukan penanganan.

Untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak, tersedia 163 paket perlengkapan sekolah. Setiap paket berisi satu tas, dua buku, dua bolpoin, dan satu tipeks. Bantuan kebersihan dan kebutuhan pribadi meliputi 70 paket perlengkapan mandi yang berisi sabun batang, pasta gigi, dan sikat gigi, serta 67 handuk. Bagi penerima lainnya, disediakan 136 pasang kaos kaki dewasa dan 70 topi kupluk.

Dukungan pangan tambahan juga diberikan melalui 100 paket makanan ringan anak dan 30 dus air mineral. Bantuan lainnya mencakup satu dus Promina Snack Rice rasa blueberry, satu dus Promina Snack Rice rasa banana, tujuh dus pembalut perempuan, 19 dus susu Indomilk cokelat, 33 dus susu Ultramilk Tango, delapan dus susu UHT cokelat, serta 10 dus biskuit Roma Sari Kelapa. Seluruh jenis bantuan tersebut disalurkan sesuai kebutuhan warga, tanpa mengurangi jumlah barang yang telah disiapkan.

Menurut Safriati, bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian barang. Lebih dari itu, penyaluran tersebut merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan kepada warga yang sedang menghadapi masa pemulihan setelah bencana. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memperkuat semangat warga untuk kembali menata kehidupan secara bertahap.

Safriati mengarahkan pengurus dan kader TP PKK serta TP Posyandu Desa Satar Padut untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak gempa. Pendampingan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan warga yang mengalami gangguan kesehatan maupun tekanan psikologis. Kader diharapkan mampu menjadi penghubung keluarga dan layanan pemerintahan, sekaligus membantu menyampaikan kebutuhan warga secara tepat dan cepat.

Selain memberikan dukungan sosial, Safriati meminta kader memperkuat edukasi kesehatan di tingkat keluarga. Informasi mengenai kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi, pencegahan penyakit, kesehatan ibu dan anak, serta perlindungan dari risiko pascabencana perlu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Layanan posyandu juga harus tetap berjalan sesuai kondisi lapangan agar pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan kesehatan, pemberian imunisasi, dan pelayanan bagi ibu tetap terjaga.

Menurut Safriati, kehadiran kader di tengah warga bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan layanan dasar, tetapi juga menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi keluarga terdampak. Sikap peduli, ketekunan, dan komunikasi yang konsisten dapat membantu masyarakat melewati masa pemulihan dengan lebih tenang. Ia optimistis dukungan berbagai pihak akan mempercepat pemulihan Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur, dan Nusa Tenggara Timur secara umum, serta mendorong masyarakat bangkit dengan kondisi yang lebih kuat dan tangguh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang, pengurus dan kader TP Posyandu serta TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur. Hadir pula pengurus dan kader TP Posyandu serta TP PKK Desa Compang Cibal, serta perwakilan posyandu di Kabupaten Manggarai Timur. Keterlibatan bersama ini diharapkan memperkuat koordinasi dan memastikan pendampingan bagi warga berlangsung secara nyata.