Jakarta | SDN Pondok Kacang Timur 04 dan SDN Cakung Barat 05 meraih gelar juara dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya Seri 1 musim 2026/2027. Pondok Kacang Timur 04 menjadi kampiun kelompok umur (KU) 12, sedangkan Cakung Barat 05 mengangkat trofi juara KU 10. Dua hasil tersebut menandai berakhirnya persaingan pada masing-masing kelompok usia dalam turnamen sepak bola putri tingkat sekolah dasar itu.
Rangkaian pertandingan MLSC Jakarta Raya Seri 1 berlangsung di Jakarta International Stadium, Jakarta, pada Minggu. Partai final menjadi penentu bagi tim-tim yang telah melewati pertandingan sebelumnya untuk memperebutkan gelar di kelompok umur masing-masing. Di hadapan para pendukung, kedua sekolah akhirnya mengamankan posisi teratas melalui kemenangan pada laga puncak.
Keberhasilan dua sekolah berbeda tersebut menunjukkan bahwa perebutan gelar berlangsung di dua kategori, dengan juara KU 12 dan KU 10 ditentukan melalui final yang terpisah. Pondok Kacang Timur 04 mengakhiri kompetisi sebagai tim terbaik di kelompok usia yang lebih besar, sementara Cakung Barat 05 memimpin persaingan pada kategori KU 10. Hasil ini menjadi catatan utama dari seri pembuka MLSC Jakarta Raya untuk musim 2026/2027.
Turnamen tersebut menghadirkan kesempatan bagi para pemain usia sekolah dasar untuk berkompetisi dalam format pertandingan antartim dan menunjukkan kemampuan mereka di lapangan. Penetapan juara pada dua kelompok umur sekaligus memberi gambaran hasil kompetisi secara keseluruhan, sebelum perhatian beralih pada jalannya masing-masing final. Detail pertandingan akan memperlihatkan bagaimana Pondok Kacang Timur 04 dan Cakung Barat 05 meraih kemenangan yang membawa mereka menjadi kampiun.
SDN Pondok Kacang Timur 04 memastikan gelar juara MLSC Jakarta Raya Seri 1 setelah menundukkan SDN Penjaringan 06 dengan skor 4-2 pada final kategori usia 12 tahun. Kemenangan tersebut diraih melalui kebangkitan pada babak kedua, setelah Pondok Kacang Timur 04 lebih dahulu tertinggal. Penjaringan 06 memulai pertandingan dengan baik dan berhasil membuka keunggulan melalui gol Aprilia Nur Mirzani. Gol itu membuat Penjaringan 06 berada di depan, sementara Pondok Kacang Timur 04 berupaya mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Hingga waktu istirahat, keunggulan 1-0 Penjaringan 06 tetap bertahan. Kedua tim pun memasuki jeda dengan situasi yang masih terbuka, tetapi Penjaringan 06 membawa modal keunggulan tipis.
Selepas jeda, Pondok Kacang Timur 04 meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut membuahkan hasil melalui dua gol jarak jauh yang dicetak Bilqis Ainia Karimah. Kedua tembakan itu mengubah keadaan pertandingan dan membuat skor kembali imbang 2-2. Gol-gol Bilqis menjadi titik penting dalam kebangkitan Pondok Kacang Timur 04, sekaligus menggagalkan upaya Penjaringan 06 mempertahankan keunggulan yang mereka bawa sejak babak pertama. Setelah kedudukan seimbang, persaingan di lapangan semakin ketat. Pondok Kacang Timur 04 terus mencari kesempatan untuk berbalik unggul, sedangkan Penjaringan 06 berusaha merespons dan menjaga peluangnya dalam perebutan gelar.
Momentum kemudian beralih sepenuhnya kepada Pondok Kacang Timur 04. Silviani Safira mencetak gol pada menit ke-23 untuk membawa timnya unggul 3-2. Gol tersebut menjadi perubahan skor pertama setelah kedua gol Bilqis menyamakan kedudukan. Pondok Kacang Timur 04 lalu memperoleh tambahan keunggulan ketika Silviani kembali mencetak gol pada menit ke-27. Gol keduanya memperbesar jarak menjadi 4-2 dan memastikan kemenangan dalam pertandingan final. Dengan hasil itu, SDN Pondok Kacang Timur 04 keluar sebagai juara setelah bangkit dari ketertinggalan 0-1 saat jeda. Penjaringan 06 sempat unggul lebih dahulu lewat Aprilia Nur Mirzani, tetapi gol-gol Bilqis Ainia Karimah dan dua penyelesaian Silviani Safira membawa gelar kepada Pondok Kacang Timur 04.
Final KU 10 MLSC Jakarta Raya Seri 1 menghadirkan duel SDN Cakung Barat 05 dan SDN Cikini 01. Pertandingan berlangsung ketat, dengan kedua sekolah berusaha mengambil kendali sejak awal. Cikini 01 lebih dahulu mencetak gol pada menit ketiga melalui Syifa Anggraeni. Gol pembuka itu membawa Cikini 01 unggul 1-0 dan membuat Cakung Barat 05 harus mengejar ketertinggalan. Namun, keunggulan awal tersebut tidak bertahan sampai pertandingan berakhir. Cakung Barat 05 kemudian merespons dengan mencetak tiga gol, seluruhnya melalui Azkaradipta Syafirna Yusuf. Rangkaian gol tersebut membalikkan keadaan sekaligus menjadi penentu kemenangan timnya di partai puncak.
Azkaradipta menyamakan kedudukan pada menit ke-12, mengubah skor menjadi 1-1. Empat menit kemudian, tepatnya pada menit ke-16, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Cakung Barat 05 berbalik unggul 2-1. Cikini 01 berupaya menjaga persaingan, tetapi gol ketiga Azkaradipta pada menit ke-24 memperlebar jarak menjadi 3-1. Tiga gol dalam satu pertandingan itu memastikan Azkaradipta menorehkan hattrick pada final KU 10. Kontribusinya menjadi pembeda dalam laga yang semula dimulai dengan keunggulan Cikini 01. Cakung Barat 05 pun memasuki fase akhir pertandingan dengan keunggulan dua gol, sementara Cikini 01 masih memiliki kesempatan untuk memperkecil selisih.
Upaya Cikini 01 membuahkan gol pada menit ke-28 melalui Feronica Tan Wijaya. Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-2 dan memangkas keunggulan Cakung Barat 05 menjadi satu gol. Dengan selisih yang kembali tipis, hasil akhir masih belum sepenuhnya pasti. Meski demikian, skor tidak berubah lagi hingga pertandingan berakhir. Cakung Barat 05 menutup final dengan kemenangan 3-2 atas Cikini 01 dan berhak meraih gelar juara KU 10 MLSC Jakarta Raya Seri 1. Dari tertinggal akibat gol cepat Syifa Anggraeni, tim itu membalikkan keadaan lewat tiga gol Azkaradipta, sebelum mempertahankan keunggulan setelah gol balasan Feronica. Hattrick Azkaradipta menjadi catatan utama dari kemenangan tersebut, sementara Cikini 01 harus menerima hasil akhir setelah sempat memimpin lebih dahulu.
Kedua final MLSC Jakarta Raya Seri 1 berakhir dengan kemenangan tim yang lebih dahulu tertinggal. Dalam pertandingan kelompok usia 12, Pondok Kacang Timur 04 menghadapi keadaan tertinggal sebelum jeda. Tim tersebut kemudian membalas setelah pertandingan berlanjut pada babak kedua dan menutup laga dengan kemenangan 4-2. Pada final kelompok usia 10, Cakung Barat 05 juga harus mengejar ketertinggalan, tetapi momen kebobolan terjadi lebih awal, tepatnya pada menit ketiga. Cakung Barat 05 bangkit dan akhirnya menang 3-2.
Perbedaan utama dalam jalannya dua laga terletak pada waktu ketika masing-masing juara mulai membalikkan keadaan. Pondok Kacang Timur 04 baru membalas ketertinggalan setelah jeda, sementara Cakung Barat 05 memulai upayanya untuk bangkit setelah kebobolan pada menit ketiga. Dengan demikian, perubahan keunggulan terjadi pada tahap pertandingan yang berbeda di setiap final. Informasi yang tersedia mencatat keadaan tertinggal bagi kedua tim pemenang, tetapi menyebut waktu kebangkitan mereka dengan cara yang berbeda: setelah jeda untuk final KU 12 dan setelah gol pada menit ketiga untuk final KU 10.
Hasil akhir menunjukkan selisih gol yang sama, yaitu dua gol untuk kemenangan Pondok Kacang Timur 04 di final KU 12 dan satu gol untuk kemenangan Cakung Barat 05 di final KU 10. Skor 4-2 menjadi hasil laga KU 12, sedangkan pertandingan KU 10 berakhir 3-2. Kedua hasil itu mencatat kemenangan setelah masing-masing tim juara sempat tertinggal, dengan urutan peristiwa yang tidak sama.
Baca juga: Revit Sekolah Nganjuk Jadi Bola Panas: Potongan dan Kualitas Bangunan Disorot | Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi di Jakarta | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta






