Jakarta | Dewa United Banten mengamankan kemenangan tipis 61-59 atas Pelita Jaya Basketball Jakarta dalam pertandingan Grup B IBL All Indonesian 2026. Duel yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Bogor, pada Sabtu tersebut berjalan ketat sejak awal dan baru dipastikan pada detik-detik terakhir. Selisih dua poin menggambarkan rapatnya persaingan kedua tim sepanjang laga, ketika setiap penguasaan bola berpotensi mengubah arah pertandingan.
Kedua tim saling menjaga peluang untuk unggul, sehingga tidak ada jarak skor yang mampu membuat salah satu kubu benar-benar merasa aman. Dewa United berusaha mempertahankan keunggulan, sementara Pelita Jaya terus menekan dan mencari kesempatan untuk membalikkan keadaan. Intensitas pertandingan meningkat seiring waktu berjalan, terutama karena hasil akhir masih terbuka hingga memasuki kuarter penutup. Situasi itu membuat konsentrasi dan ketepatan dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor penting bagi kedua tim.
Pelita Jaya sempat menyamakan kedudukan pada kuarter terakhir, menambah ketegangan dalam pertandingan yang sejak awal berlangsung seimbang. Momen tersebut menunjukkan bahwa keunggulan Dewa United belum cukup untuk mengunci hasil. Kedua tim harus kembali berjuang dalam fase akhir, dengan skor yang menuntut keputusan cermat pada setiap serangan maupun upaya bertahan. Dalam keadaan seperti itu, satu peluang yang berhasil dimanfaatkan dapat menjadi pembeda kemenangan dan kekalahan.
Dewa United pada akhirnya mampu menjaga keunggulan dan menutup laga dengan skor 61-59. Hasil ini memberi mereka kemenangan dalam persaingan Grup B, sementara Pelita Jaya harus menerima kekalahan setelah sempat menyamakan skor pada kuarter terakhir. Laga di Bogor tersebut menjadi pertandingan yang ditentukan oleh margin sangat kecil, bukan dominasi besar dari salah satu tim. Hingga pertandingan berakhir, kedua kubu menjaga persaingan tetap hidup, dan kemenangan Dewa United baru benar-benar dipastikan setelah perjuangan panjang dalam duel yang menegangkan.
Pelita Jaya mengawali pertandingan dengan tempo yang meyakinkan dan mampu mengendalikan jalannya kuarter pertama. Serangan mereka menghasilkan poin secara konsisten, sementara Dewa United belum menemukan ritme terbaik untuk membalas. Keunggulan Pelita Jaya terlihat dari cara mereka menjaga jarak skor dan memanfaatkan peluang pada awal laga. Setelah sepuluh menit pertama, Pelita Jaya menutup kuarter dengan keunggulan 19-14. Selisih lima poin itu menjadi gambaran bahwa mereka lebih efektif pada fase pembuka, sekaligus memberi tekanan kepada Dewa United yang berstatus juara IBL 2025. Namun, posisi tertinggal tersebut tidak membuat Dewa United kehilangan arah. Mereka masih memiliki waktu untuk membenahi permainan sebelum turun minum.
Memasuki kuarter kedua, Dewa United mulai memperlihatkan respons yang lebih terukur. Tim tersebut meningkatkan upaya untuk mengejar ketertinggalan dan perlahan mengambil kendali pertandingan. Pelita Jaya tidak lagi leluasa mempertahankan keunggulan seperti pada kuarter sebelumnya, karena Dewa United berhasil mendekatkan skor. Perubahan alur itu berlangsung bertahap, bukan melalui satu lonjakan besar. Setiap penguasaan bola menjadi penting ketika jarak angka semakin tipis, dan tekanan pun meningkat bagi kedua tim. Upaya Dewa United akhirnya membuahkan hasil saat kuarter kedua berjalan delapan menit. Erick Junior mendapat kesempatan dari garis lemparan bebas dan berhasil memasukkan kedua tembakannya. Tambahan poin tersebut membuat kedudukan imbang 27-27, menghapus keunggulan Pelita Jaya dan menghidupkan persaingan menjelang jeda.
Setelah skor kembali sama, momentum bergeser ke kubu Dewa United. Mereka tidak berhenti pada keberhasilan menyamakan kedudukan, tetapi segera melanjutkan tekanan untuk merebut keunggulan. Dewa United berbalik memimpin 28-27, menandai perubahan posisi yang penting dalam pertandingan. Kennie Kristanto dan Kaleb Gemilang kemudian menyumbang empat poin beruntun. Rangkaian poin itu memperlebar jarak sekaligus menegaskan bahwa Dewa United tampil lebih efektif pada penghujung paruh pertama. Pelita Jaya, yang sebelumnya memimpin sejak kuarter pertama, harus menghadapi situasi berbeda ketika lawan mulai menguasai momentum. Hingga waktu jeda tiba, Dewa United mempertahankan keunggulan 32-27. Dari tertinggal lima poin, mereka membalikkan keadaan menjadi unggul lima poin, sebuah perubahan signifikan dalam laga yang sejak awal berjalan ketat.
Dewa United tampil dominan pada kuarter ketiga dan sempat membangun jarak yang cukup lebar dari Pelita Jaya. Setelah menjaga keunggulan, tim itu terus menekan melalui serangan yang efektif, sementara Pelita Jaya kesulitan menemukan ritme untuk membalas. Dio Saputra menjadi salah satu pemain penting dalam periode tersebut. Ia mencetak angka yang memperlebar jarak menjadi 41-29, membuat Dewa United semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan. Keunggulan dua digit itu juga memberi tekanan tambahan kepada Pelita Jaya, yang belum mampu meredam laju lawannya.
Sepanjang kuarter ketiga, Dewa United mampu mempertahankan kendali dan menjaga produktivitasnya. Pelita Jaya berusaha mengejar, tetapi upaya mereka belum cukup untuk mengubah momentum. Dewa United menutup periode itu dengan keunggulan 50-34, atau selisih 16 poin. Skor tersebut menempatkan Dewa United pada posisi yang kuat memasuki kuarter terakhir. Namun, jarak yang besar belum menjadi jaminan kemenangan, karena Pelita Jaya masih memiliki waktu untuk membangun kebangkitan. Perubahan intensitas permainan pada periode penutup kemudian membuat pertandingan berlangsung jauh lebih ketat.
Pelita Jaya perlahan memangkas ketertinggalan pada kuarter keempat, memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekat. Tekanan mereka membuat keunggulan Dewa United menyusut dan menjaga peluang untuk membalikkan keadaan tetap terbuka. Dengan waktu tersisa kurang dari 50 detik, Vincent Kosasih mencetak dua poin melalui layup. Tambahan angka itu mengubah skor menjadi 56-58 dan membuat Pelita Jaya hanya tertinggal dua poin. Mereka kemudian kembali memperoleh momen penting saat Muhamad Arighi menyumbang dua poin berikutnya. Skor pun menjadi imbang 58-58, setelah Pelita Jaya berhasil mengejar selisih 16 poin yang tercipta pada akhir kuarter ketiga. Kebangkitan tersebut menghapus sebagian besar keunggulan yang dibangun Dewa United dan mengubah laga menjadi pertarungan ketat pada detik-detik terakhir. Meski sempat menguasai pertandingan, Dewa United kini harus merespons tekanan lawan untuk mempertahankan peluang meraih kemenangan.
Memasuki 25 detik terakhir, setiap penguasaan bola menjadi sangat berarti dalam laga ketat Dewa United dan Pelita Jaya. Pada momen krusial itu, Brandon Jawato melakukan pelanggaran terhadap Kaleb Gemilang. Kaleb kemudian berdiri di garis lemparan bebas dengan kesempatan mengubah kedudukan. Ia berhasil memasukkan kedua tembakan, sehingga Dewa United berbalik atau memperlebar keunggulan menjadi 60-58. Dua poin tersebut memberi timnya ruang bernapas, tetapi belum cukup untuk memastikan hasil karena Pelita Jaya masih memiliki peluang membalas sebelum waktu pertandingan berakhir.
Pelita Jaya segera memperoleh kesempatan melalui Andakara Prastawa di garis yang sama. Prastawa hanya mampu memasukkan satu dari dua lemparan bebas, membuat skor berubah menjadi 60-59. Selisih satu angka menjaga pertandingan tetap terbuka dan membuat penguasaan berikutnya menjadi penentu. Dewa United lalu mendapatkan kesempatan untuk menambah angka. Dio Saputra menjalankan tugasnya dari garis lemparan bebas dan mencetak satu poin, membawa skor ke 61-59. Tambahan tersebut menjadi angka penutup bagi Dewa United dalam rangkaian akhir pertandingan, sekaligus memastikan kemenangan dengan margin dua poin atas Pelita Jaya.
Rangkaian lemparan bebas itu memperlihatkan betapa tipisnya jarak kemenangan dan peluang untuk menyamakan kedudukan. Kaleb menyumbang dua poin penting saat tekanan berada pada Dewa United, sedangkan satu tembakan Prastawa menjaga Pelita Jaya tetap dalam jangkauan. Poin Dio kemudian menjadi penentu yang mengunci keunggulan.
Baca juga: Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Kamoro Jaya dan Wonosari Jaya






