Cimahi dan Sekolah Binaan Honda Ikut Adu Keselamatan Berkendara di Tingkat Nasional

Cimahi dan Sekolah Binaan Honda Ikut Adu Keselamatan Berkendara di Tingkat Nasional

Cimahi | PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar kompetisi keselamatan berkendara bertajuk Cari Aman Academy 2026 di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 ini menjadi ajang adu pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap keselamatan berkendara bagi pelajar serta guru dari sekolah binaan Honda setingkat SMA.

Pelaksanaan tahun ini menandai bahwa Cari Aman Academy telah memasuki tingkat nasional. Peserta dari berbagai sekolah binaan Honda berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang guna memperkuat pemahaman mengenai perilaku berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab. Kompetisi tersebut tidak hanya menempatkan kemampuan teknis sebagai perhatian, tetapi juga mendorong peserta menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Mengusung tema “The Next Change Makers, Jago Cari Aman Biar Happy”, kompetisi ini menggambarkan arah pembinaan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam budaya keselamatan berkendara. Pesan tersebut menekankan bahwa berkendara secara aman dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, selama setiap pengguna jalan memahami aturan, mengenali risiko, serta mengambil keputusan secara bijak.

Keterlibatan pelajar dan guru sekaligus memperluas dampak program edukasi yang dijalankan Honda melalui sekolah binaan. Pelajar didorong untuk menerapkan pengetahuan keselamatan ketika menggunakan sepeda motor maupun saat beraktivitas di jalan, sedangkan guru memiliki peran dalam menanamkan dan meneruskan pesan tersebut di lingkungan sekolah. Dengan digelarnya ajang nasional di Semarang, Cari Aman Academy 2026 menjadi ruang pertemuan bagi sekolah binaan Honda untuk memperkuat komitmen bersama terhadap terciptanya lalu lintas yang lebih aman.

Kompetisi keselamatan berkendara ini memperlihatkan luasnya kolaborasi PT Astra Honda Motor (AHM) dan dunia pendidikan. Sebanyak 570 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 380 pelajar dan 190 guru. Mereka berasal dari 38 sekolah binaan Honda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Keterlibatan peserta dalam jumlah besar menunjukkan bahwa edukasi keselamatan berkendara tidak hanya ditujukan kepada pengguna jalan secara umum, tetapi juga dibangun melalui lingkungan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang berkelanjutan.

Sejumlah daerah yang tercantum dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi Bandung, Surabaya, Samarinda, dan Pontianak. Keberagaman wilayah tersebut mencerminkan upaya memperluas jangkauan pesan keselamatan berkendara, sekaligus mempertemukan sekolah-sekolah binaan dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Para pelajar dan guru tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi representasi komunitas pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan berlalu lintas secara tertib, aman, dan bertanggung jawab.

Melalui Cari Aman Academy, para peserta memperoleh ruang untuk menguji pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas mereka. Pengetahuan diuji melalui pemahaman terhadap aturan serta prinsip berkendara yang aman, sementara keterampilan tercermin dari kemampuan menerapkan perilaku tersebut dalam situasi berkendara. Di sisi lain, kreativitas diperlukan untuk menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang relevan dan mudah diterima oleh masyarakat. Kolaborasi AHM bersama sekolah binaan dengan demikian tidak berhenti pada kompetisi, melainkan mendorong lahirnya duta keselamatan yang mampu menyebarkan budaya berkendara aman di lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitasnya.

Sebelum mengikuti kompetisi keselamatan berkendara tingkat nasional, para pelajar dan guru dari sekolah binaan Honda di Cimahi telah menjalankan berbagai kegiatan edukasi di lingkungan sekolah masing-masing. Pengetahuan mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dibagikan kepada pelajar lain melalui komunikasi dan kegiatan yang sesuai dengan kondisi sekolah. Materi yang disampaikan mencakup kesadaran untuk memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, sehingga pemahaman berkendara aman tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kompetisi.

Upaya edukasi tersebut juga diperluas dengan mengajak komunitas dan masyarakat untuk membiasakan perilaku berkendara yang aman. Para peserta berusaha membangun kepedulian bersama terhadap aturan, etika, serta tanggung jawab di jalan. Dengan melibatkan lingkungan di luar sekolah, pesan keselamatan berkendara diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan menjadi kebiasaan yang konsisten. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran pelajar dan guru tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di sekitarnya.

Pelaksanaan edukasi dilakukan tidak sebatas menyampaikan materi secara lisan. Para peserta berupaya menjadi contoh melalui penerapan praktik keselamatan berkendara dalam keseharian, baik ketika menuju sekolah maupun saat beraktivitas di jalan. Keteladanan tersebut memperkuat pesan yang mereka sampaikan karena masyarakat dapat melihat hubungan pengetahuan dan perilaku nyata. Pengalaman dari kegiatan di sekolah dan lingkungan sekitar menjadi bekal penting ketika mereka memasuki rangkaian kompetisi nasional.

Dalam penilaian, peserta diperhatikan melalui tiga aspek utama, yaitu knowledge, skill, dan creativity. Ketiganya menggambarkan pengetahuan tentang keselamatan, kemampuan menerapkan pemahaman tersebut, serta kreativitas dalam menjalankan edukasi. Rangkaian aspek ini menempatkan pengalaman dan kontribusi peserta di sekolah sebagai bagian penting dari kesiapan mereka menghadapi kompetisi.

Kompetisi keselamatan berkendara ini menyiapkan apresiasi bagi setiap unsur yang berperan dalam membangun budaya tertib dan aman di lingkungan sekolah. Penghargaan tidak hanya diarahkan kepada pelajar sebagai peserta, tetapi juga kepada guru pembimbing serta sekolah binaan Safety Riding Astra Honda. Pembagian kategori tersebut menunjukkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif dari generasi muda, pendidik, dan institusi pendidikan.

Pelajar dengan performa terbaik akan memperoleh Agent Award. Penghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi peserta yang mampu menunjukkan pemahaman, keterampilan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap keselamatan selama mengikuti rangkaian kompetisi. Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan perilaku berkendara secara aman kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya.

Apresiasi bagi guru pembimbing terbaik diberikan melalui Task Force Award. Kategori ini mencerminkan pentingnya pendampingan guru dalam mempersiapkan pelajar, mengarahkan proses pembelajaran, dan menanamkan nilai keselamatan secara konsisten. Sementara itu, sekolah binaan Safety Riding Astra Honda berkesempatan menerima penghargaan dalam kategori Best SR Creative Activity dan Best SR School Partnership. Kedua kategori tersebut mengakui kreativitas kegiatan keselamatan berkendara serta kekuatan kemitraan sekolah dalam menjalankan program edukasi.

Ragam penghargaan itu menjadi bagian dari tujuan perdana kegiatan, yakni meletakkan fondasi bagi terbentuknya generasi penggerak budaya keselamatan berkendara di Indonesia. Melalui kompetisi, pembinaan, dan apresiasi yang melibatkan pelajar, guru, serta sekolah, pesan keselamatan diharapkan tidak berhenti pada perlombaan, melainkan berkembang menjadi kebiasaan dan gerakan yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.