Cerita Aci Resti Selama Syuting Hungry Ghost Festival: Dari Makan Gratis hingga Peran Tintin

Cerita Aci Resti Selama Syuting Hungry Ghost Festival: Dari Makan Gratis hingga Peran Tintin

Kota Kasablanka | Aci Resti membagikan pengalaman uniknya selama menjalani proses syuting film horor komedi Hungry Ghost Festival. Kisah tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang berlangsung di XXI Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Aci menceritakan suasana di balik layar sekaligus pengalamannya bekerja bersama para pemain dan kru selama produksi film tersebut.

Film arahan Imam Darto dan produksi MVP Pictures itu menjalani proses pengambilan gambar selama 20 hari. Bagi Aci, durasi tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyelesaikan tanggung jawab sebagai pemain, tetapi juga menghadirkan berbagai momen yang berkesan. Aktivitas di lokasi syuting membuatnya dapat berinteraksi lebih dekat dengan tim produksi, mengikuti rangkaian pekerjaan setiap hari, serta menemukan sisi menyenangkan dari rutinitas pembuatan film.

Salah satu hal yang paling disoroti Aci adalah kebiasaannya menikmati makanan yang tersedia di lokasi. Ia menyampaikannya dengan nada bercanda, seolah-olah proses syuting memberikan keuntungan tersendiri di luar pengalaman berakting. “Aku dapat untungnya, bisa makan gratis selama 20 hari,” ujar Aci dalam jumpa pers tersebut.

Pernyataan itu menggambarkan gaya Aci yang ringan dan spontan ketika menceritakan pengalaman kerja. Di tengah padatnya jadwal produksi, makan bersama menjadi bagian dari keseharian yang membuat suasana lokasi terasa lebih akrab. Candaannya juga menunjukkan bahwa pengalaman syuting tidak hanya berkaitan dengan adegan dan tuntutan peran, tetapi mencakup berbagai kejadian sederhana yang kemudian menjadi cerita menarik.

Melalui kisah tersebut, Aci memperlihatkan sisi lain dari perjalanan produksi Hungry Ghost Festival. Pengalaman selama 20 hari di lokasi menjadi bagian penting dalam prosesnya terlibat di film tersebut. Cerita tentang makanan gratis pun menjadi salah satu kenangan yang ia sampaikan kepada awak media dengan cara jenaka, sekaligus memperkuat nuansa humor yang melekat pada penampilannya saat berbagi cerita.

Bagi Aci Resti, Hungry Ghost Festival menjadi pengalaman pertama dalam film bergenre horor komedi. Sebelumnya, ia belum pernah terlibat dalam proyek yang memadukan unsur menegangkan dan menghibur seperti ini. Karena itu, kesempatan tersebut terasa istimewa sekaligus memberikan warna baru dalam perjalanan aktingnya. Aci menyampaikan bahwa film ini merupakan horor komedi pertamanya, sehingga prosesnya menjadi pengalaman yang berbeda dari proyek-proyek yang pernah ia jalani.

Keterlibatan dalam film tersebut membuat Aci merasa gembira. Ia mendapatkan kesempatan untuk menjalani perjalanan baru di dunia akting melalui cerita yang memiliki nuansa horor, tetapi tetap menghadirkan komedi. Perpaduan kedua unsur itu menjadi bagian yang menarik baginya selama berada di lokasi syuting. Aci juga melihat proyek ini sebagai pengalaman yang berkesan karena memperkenalkannya pada jenis peran dan suasana produksi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Proses syuting Hungry Ghost Festival berlangsung selama 20 hari. Durasi tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman Aci dalam menjalani film horor komedi pertamanya. Selama waktu itu, ia merasakan perjalanan yang baru dalam berakting dan menganggap keseluruhan prosesnya sebagai kenangan yang membekas. Kegembiraannya tidak hanya berkaitan dengan keterlibatan dalam sebuah film, tetapi juga dengan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan. Melalui proyek ini, Aci memiliki pengalaman pertama dalam mengeksplorasi cerita horor komedi, sekaligus menjalani proses syuting yang terasa berbeda dan berkesan baginya.

Suasana jumpa pers film Hungry Ghost Festival mendadak berubah lebih ringan ketika Aci Resti melihat wajahnya terpampang dalam poster film. Ia tampak terkejut dan langsung memberikan reaksi spontan tanpa banyak berpikir. Sambil menunjuk poster tersebut, Aci berseru, “Buset dah muka gua noh.” Ucapan itu segera memancing tawa awak media dan para pemain yang hadir dalam acara tersebut.

Reaksi Aci terasa natural karena muncul pada saat ia benar-benar menyadari bahwa wajahnya menjadi bagian dari materi promosi film. Momen tersebut kemudian menjadi salah satu sisi ringan dalam jumpa pers. Alih-alih menanggapinya secara serius, ia justru merespons dengan gaya khasnya yang lugas dan mengundang hiburan. Para hadirin pun ikut menikmati kejutan kecil itu, sementara perhatian sejenak tertuju pada poster yang menampilkan dirinya.

Setelah melihat poster tersebut, Aci menyampaikan rencana untuk membawanya pulang. Dengan nada bercanda, ia juga meminta izin agar poster itu dapat dibagikan satu per satu ke kamarnya. Permintaan tersebut kembali membuat suasana semakin cair, karena disampaikan sebagai kelanjutan dari keterkejutannya melihat wajah sendiri dalam poster. Momen ini memperlihatkan sisi santai Aci selama acara berlangsung, sekaligus menghadirkan cerita ringan di tengah pembahasan mengenai film Hungry Ghost Festival. Tidak ada kesan dibuat-buat dalam reaksinya; seruan singkat dan candaan tentang poster cukup menggambarkan rasa kaget sekaligus geli yang ia rasakan saat melihat materi promosi itu.

Aci Resti memerankan Tintin, sahabat Raka yang dimainkan oleh Endy Arfian. Kehadiran Tintin menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh utama ketika ia berusaha memahami kembali dirinya. Sebagai teman dekat, Tintin tidak hanya menemani Raka dalam berbagai situasi, tetapi juga menjadi sosok yang menghadirkan sudut pandang berbeda terhadap persoalan hidup yang dihadapi sahabatnya.

Raka digambarkan sebagai pribadi yang perfeksionis dan disiplin. Ia terbiasa menjalani segala sesuatu dengan perencanaan serta standar yang jelas. Sebaliknya, Tintin memiliki cara pandang yang lebih santai. Ia meyakini bahwa hidup perlu dijalani sebagaimana adanya, tanpa selalu dibebani tuntutan untuk mengendalikan setiap hal. Perbedaan karakter tersebut membentuk dinamika persahabatan yang menarik, karena keduanya dapat saling melengkapi sekaligus berhadapan dengan pemikiran yang bertolak belakang.

Dalam cerita, Tintin mendampingi Raka bersama Bobby, karakter yang diperankan oleh Fajar Nugra. Ketiganya terlibat dalam perjalanan pencarian jati diri Raka. Perjalanan itu bermula setelah Raka mengalami kekecewaan yang membuatnya kehilangan arah dan tidak lagi mengenali dirinya sendiri. Ia kemudian mencari sesuatu di sebuah daerah, dengan rangkaian peristiwa yang bersinggungan dengan tradisi Hungry Ghost Festival. Latar tersebut menjadi bagian dari pengalaman Raka dan teman-temannya dalam menghadapi situasi baru, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda.

Melalui Tintin, film ini menampilkan sosok sahabat yang berfungsi sebagai pendamping sekaligus penyeimbang bagi Raka. Peran tersebut memberi Aci Resti ruang untuk menggambarkan karakter dengan pembawaan yang lebih lepas, tetapi tetap memiliki arti dalam perkembangan cerita. Interaksi Tintin, Raka, dan Bobby menjadi salah satu unsur yang mengiringi proses pencarian identitas tokoh utama. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 26 November 2026.