Kota Among Tani | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur. Upaya tersebut mencakup area Taman Hutan Raya Raden Soerjo yang berada di kawasan tersebut. Percepatan penanganan disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi setelah mengikuti rapat koordinasi lintas sektor di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Jumat.
Rapat koordinasi itu menjadi forum untuk membahas penanganan kebakaran bersama berbagai pihak terkait. Fokusnya adalah mendorong respons yang terkoordinasi dalam menghadapi karhutla di wilayah Arjuno, termasuk pada kawasan konservasi Tahura Raden Soerjo. Keterlibatan lintas sektor diperlukan agar langkah penanganan dapat dibicarakan secara bersama dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan memerlukan perhatian karena dapat berdampak pada lingkungan dan aktivitas di sekitarnya. Karena itu, percepatan penanganan menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan situasi. BNPB menyampaikan komitmen untuk mengerahkan dukungan lintas pihak agar penanganan di kawasan terdampak dapat dilakukan secara terpadu.
Pernyataan Kristomei disampaikan seusai koordinasi di Kota Batu, yang mempertemukan unsur lintas sektor untuk membahas langkah menghadapi kebakaran. Dengan koordinasi tersebut, para pihak dapat menyelaraskan peran dan dukungan dalam respons terhadap karhutla. Penanganan di Gunung Arjuno dan Tahura Raden Soerjo menjadi perhatian dalam pembahasan, seiring upaya mempercepat respons terhadap kebakaran di Jawa Timur.
BNPB menekankan pentingnya dukungan bersama dalam menghadapi kejadian ini. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi diharapkan membantu mengendalikan kebakaran serta membatasi dampak yang mungkin timbul. Perkembangan situasi dan langkah lanjutan menjadi bagian yang perlu terus dicermati oleh pihak-pihak terkait, sehingga upaya di lapangan tetap sejalan dengan kebutuhan penanganan. Rapat lintas sektor tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla Arjuno tidak dilakukan secara terpisah, melainkan melalui koordinasi dan dukungan bersama.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Arjuno melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi dan daerah. Dukungan lintas tingkat pemerintahan ini diperlukan agar penanganan dapat berjalan terkoordinasi dan menjangkau kebutuhan di lapangan. Pemerintah bersama lembaga terkait berperan dalam menyusun langkah penanggulangan, menghubungkan sumber daya, serta memastikan dukungan dapat diarahkan sesuai kondisi. Keterlibatan pemerintah daerah juga penting karena unsur setempat memahami wilayah dan dapat berkoordinasi langsung dengan warga serta pihak lain di sekitar area terdampak.
Selain pemerintah, operasi turut melibatkan TNI dan Polri, pihak swasta, serta masyarakat. Seluruh unsur tersebut memiliki ruang untuk memberikan dukungan sesuai peran dan kemampuan masing-masing, baik dalam upaya pencegahan maupun saat kebakaran terjadi. Kerja sama aparat, pelaku usaha, dan warga membantu memperluas jangkauan penanganan serta memperkuat koordinasi di lapangan. Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting, karena warga dapat mendukung kewaspadaan dan langkah pencegahan di lingkungan sekitar. Dengan keterlibatan banyak pihak, penanggulangan karhutla tidak hanya bergantung pada satu lembaga atau satu kelompok.
Kristomei menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan tanggung jawab satu atau dua pihak saja. Menurutnya, seluruh unsur memiliki kesempatan untuk terlibat, termasuk dalam menghadapi karhutla. Pandangan ini menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan, bukan hanya ketika api sudah muncul, tetapi juga sebelum kejadian melalui pencegahan. Pemerintah, aparat, sektor swasta, dan masyarakat dapat saling melengkapi dalam menjalankan peran masing-masing. Pendekatan bersama tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dan mendukung penanganan yang lebih terpadu. Dengan demikian, dukungan lintas pihak menjadi bagian penting dari upaya memadamkan karhutla di Arjuno sekaligus mengurangi risiko bencana serupa.
BNPB kembali menyiapkan dukungan udara untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Arjuno, Jawa Timur. Kristomei menyampaikan rencana untuk melihat langsung perkembangan penanganan di lapangan, sekaligus memastikan kebutuhan operasi dapat terus dipantau. Langkah ini menjadi bagian dari koordinasi lintas pihak dalam menghadapi kebakaran, yang memerlukan upaya terpadu serta dukungan sesuai kondisi dan kebutuhan di lokasi. Pemantauan tersebut diharapkan memberi gambaran mengenai perkembangan situasi, tantangan yang dihadapi petugas, dan dukungan yang masih diperlukan. Dengan informasi lapangan, tindak lanjut dapat disesuaikan tanpa mendahului hasil penanganan yang sedang berlangsung.
Selain meninjau perkembangan, Kristomei menyebut bantuan untuk operasi modifikasi cuaca dan water bombing akan dikirim kembali. Dukungan tersebut disiapkan untuk membantu upaya pengendalian dari udara, sejalan dengan langkah penanganan lain yang dilakukan di darat. Pengiriman kembali bantuan tidak berarti bahwa bantuan itu telah tiba di lokasi ataupun bahwa operasi telah berhasil. Pelaksanaan dan dampaknya masih perlu mengikuti kesiapan, kebutuhan, serta perkembangan kondisi di lapangan. Karena itu, perhatian juga tertuju pada koordinasi pelaksanaan agar dukungan udara dapat dimanfaatkan sesuai tujuan operasi. Informasi mengenai perkembangan berikutnya akan menjadi bagian penting dalam menilai kebutuhan penanganan.
Kristomei berharap kebakaran di Jawa Timur tidak meluas dan dapat segera padam. Ia juga berharap upaya modifikasi cuaca memberikan hasil maksimal, sehingga hujan segera turun dan membantu mengurangi risiko kebakaran. Harapan tersebut disampaikan di tengah perlunya kewaspadaan dan kerja bersama untuk menangani situasi yang berkembang. Hujan diharapkan mendukung upaya pemadaman, namun hasil operasi tetap bergantung pada kondisi aktual dan pelaksanaan di lapangan. BNPB bersama pihak terkait akan terus memperhatikan perkembangan penanganan serta kebutuhan dukungan, termasuk untuk operasi modifikasi cuaca dan water bombing. Dengan pemantauan dan koordinasi berkelanjutan, langkah bantuan dapat disesuaikan dengan keadaan, sementara upaya pemadaman tetap menjadi perhatian utama semua pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan Arjuno dan sekitarnya.
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno telah berdampak pada area sekitar 260 hektare. Luasan tersebut menggambarkan besarnya wilayah yang perlu ditangani oleh tim gabungan, sekaligus menunjukkan bahwa upaya pengendalian memerlukan kewaspadaan dan dukungan berkelanjutan. Petugas telah berhasil memadamkan sebagian titik api, tetapi penanganan masih perlu dilakukan dengan cermat untuk memastikan api tidak kembali menyala atau meluas ke area lain. Kondisi medan dan perubahan cuaca dapat memengaruhi upaya pemadaman, sehingga petugas terus memantau titik-titik yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Selain kerusakan pada kawasan hutan, kebakaran dapat membawa dampak yang dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek. Asap dan penurunan kualitas udara berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Aktivitas ekonomi juga dapat terdampak ketika akses, kegiatan usaha, atau mata pencaharian masyarakat di sekitar kawasan terganggu. Lebih jauh, api yang meluas dapat mengancam keselamatan jiwa, baik bagi penduduk maupun petugas yang bekerja di lapangan. Karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada perlindungan manusia dan pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang.
Kristomei turut menyoroti risiko yang harus dihadapi petugas selama berupaya memadamkan api. Mereka bekerja di tengah kondisi yang dapat berubah, menghadapi panas, asap, serta medan yang tidak selalu mudah dijangkau. Keselamatan personel perlu menjadi perhatian dalam setiap langkah penanganan, sementara warga di sekitar lokasi diharapkan mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati area berbahaya. Pencegahan juga memerlukan peran masyarakat, sebab kebiasaan membakar lahan atau sampah dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, khususnya saat kondisi kering. Kristomei mengimbau media untuk terus menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran.
Baca juga: Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Tangki Portable dan Gambut Injection di Kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor Atasi Titik Api Karhutla | Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel | Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Bergerak, Terjang Padamkan Api di Lahan Gambut






