BEM SI Gelar Aksi di Depan DPR, Hampir 4.000 Personel Disiagakan

BEM SI Gelar Aksi di Depan DPR, Hampir 4.000 Personel Disiagakan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dijadwalkan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (5/10). Aksi tersebut direncanakan mulai berlangsung pada pukul 13.00 WIB dan akan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai elemen yang tergabung dalam aliansi tersebut.

Demonstrasi ini menjadi bagian dari seruan mahasiswa untuk mengawal reformasi sektor pendidikan. BEM SI ingin menyampaikan perhatian dan sikap kritis terhadap berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Melalui aksi di kawasan parlemen, mahasiswa diharapkan dapat menyuarakan tuntutan serta mendorong adanya perhatian lebih besar dari para pemangku kebijakan.

Pemilihan Gedung DPR/MPR RI sebagai lokasi aksi juga berkaitan dengan fungsi lembaga legislatif dalam membahas, mengawasi, dan merumuskan kebijakan publik. Karena itu, penyampaian aspirasi di depan gedung tersebut dipandang sebagai upaya untuk memastikan isu pendidikan tetap menjadi bagian dari pembahasan publik dan agenda nasional.

Ratusan peserta aksi diperkirakan akan berkumpul sebelum kegiatan dimulai. Mereka berasal dari kelompok mahasiswa yang membawa agenda pengawalan reformasi pendidikan melalui penyampaian pendapat secara terbuka. Pelaksanaan demonstrasi akan menjadi ruang bagi BEM SI untuk mempertegas sikap organisasi sekaligus menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan parlemen.

Informasi mengenai jadwal aksi tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan kegiatan, sehingga pengguna jalan dan masyarakat di sekitar kawasan DPR/MPR RI perlu memperhatikan situasi pada Senin siang. Kehadiran massa mahasiswa berpotensi memengaruhi aktivitas di sekitar lokasi, terutama ketika peserta mulai berdatangan dan menyampaikan orasi. Aksi ini tetap menjadi sorotan karena membawa isu pendidikan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

Pengamanan demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Gedung DPR/MPR RI disiapkan dengan melibatkan personel gabungan. Sebanyak 3.983 personel dikerahkan untuk mengawal kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pengamanan dalam atau pamdal.

Pengerahan lintas unsur itu menjadi bagian dari langkah pengamanan di sekitar kompleks parlemen selama aksi berlangsung. Personel gabungan disiagakan di kawasan Gedung DPR/MPR RI untuk mendukung pelaksanaan pengamanan demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada siang hari.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi membenarkan adanya rencana demonstrasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa aksi dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Akhmadi juga mengonfirmasi pengerahan 3.983 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan di kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Jumlah personel tersebut mencakup keterlibatan aparat dan unsur pengamanan dari sejumlah pihak, yakni TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pamdal. Dengan demikian, pengamanan tidak hanya melibatkan satu institusi, tetapi dilakukan melalui koordinasi unsur gabungan yang ditempatkan untuk mengawal jalannya demonstrasi.

Informasi mengenai waktu aksi dan jumlah personel disampaikan sebagai bagian dari kesiapan pengamanan di sekitar lokasi. Demonstrasi BEM SI akan menjadi kegiatan yang dikawal oleh personel gabungan sesuai dengan koordinasi pengamanan yang telah disiapkan. Konfirmasi dari pihak kepolisian tersebut memastikan bahwa aparat telah mencatat rencana kegiatan dan menyiagakan personel sesuai kebutuhan pengamanan di kawasan parlemen.

Kepolisian menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi dampak aksi BEM SI di sekitar kawasan DPR. Langkah tersebut dirancang secara situasional, bukan sebagai pengalihan tetap yang otomatis berlaku di seluruh ruas jalan. Penerapannya akan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan, termasuk pergerakan peserta aksi, kepadatan kendaraan, serta kebutuhan menjaga kelancaran dan keamanan pengguna jalan.

Petugas akan memantau perkembangan aksi dari waktu ke waktu sebelum menerapkan pengaturan pada titik-titik strategis. Apabila jumlah massa meningkat atau situasi mengalami eskalasi, rekayasa lalu lintas dapat disesuaikan berdasarkan hasil pemantauan tersebut. Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa pola pengaturan arus dapat berubah mengikuti dinamika kegiatan, sehingga informasi mengenai kondisi lalu lintas sebaiknya diperiksa secara berkala melalui kanal resmi kepolisian.

Akhmadi mengimbau masyarakat yang hendak melintas di wilayah Jakarta Pusat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kepadatan kendaraan, terutama di sekitar Jalan Gatot Subroto. Pengguna jalan disarankan mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan rute alternatif selama aksi berlangsung. Imbauan ini ditujukan agar mobilitas warga tetap berjalan dengan tertib, sekaligus memberi ruang bagi petugas untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus sesuai kebutuhan.

Pengendara juga diharapkan tidak memaksakan diri melintasi area yang sedang mengalami penumpukan apabila terdapat arahan petugas di lapangan. Mengikuti instruksi tersebut dapat membantu mencegah antrean semakin panjang dan mengurangi risiko gangguan keselamatan. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan berdasarkan situasi aktual, sehingga pengguna jalan perlu bersiap menghadapi kemungkinan perubahan arus selama rangkaian aksi masih berlangsung.

Substansi utama yang dibawa BEM SI dalam aksi di depan DPR adalah tuntutan pendidikan gratis. Melalui seruan yang disampaikan dalam akun Instagram resmi @bem_si, aliansi tersebut menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan mendasar yang semestinya dapat diakses oleh seluruh warga negara tanpa hambatan biaya. Tuntutan ini menjadi bagian penting dari agenda demonstrasi yang melibatkan elemen mahasiswa dari berbagai daerah.

BEM SI menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan hak fundamental setiap warga negara. Karena itu, penyelenggaraan pendidikan dinilai perlu memperhatikan kemampuan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Pesan tersebut disampaikan sebagai dorongan agar isu pemerataan akses dan pembiayaan pendidikan terus menjadi perhatian dalam pengawalan reformasi sektor pendidikan.

Dalam seruannya, BEM SI juga mengajak elemen mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses reformasi pendidikan. Ajakan itu mencakup keterlibatan publik dalam menyuarakan kebutuhan pendidikan yang dapat dijangkau secara luas serta memastikan isu tersebut tetap dibahas dalam ruang kebijakan dan pengawasan masyarakat. Partisipasi mahasiswa dipandang sebagai bagian dari upaya menyampaikan aspirasi publik melalui aksi dan komunikasi terbuka.

Tuntutan pendidikan gratis dan penegasan akses pendidikan sebagai hak fundamental menjadi pokok aspirasi yang disuarakan dalam aksi tersebut. BEM SI menyampaikan seruannya agar mahasiswa serta masyarakat tidak mengabaikan persoalan akses pendidikan dan terus mengawal agenda reformasi di sektor ini. Pernyataan itu menjadi dasar tuntutan demonstrasi, tanpa memuat keterangan mengenai hasil akhir aksi atau perubahan kebijakan tertentu.