Kota Binjai Sumut Badan Penanggulangan Bencana Daerah | Banjir melanda Kota Binjai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10). Peristiwa ini mengakibatkan genangan merendam sejumlah kawasan permukiman dan mendorong warga terdampak untuk mengungsi. Berdasarkan laporan yang diterima, banjir tercatat terjadi di dua kecamatan di wilayah Kota Binjai.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati. Ia menyampaikan perkembangan kejadian berdasarkan laporan yang masuk kepada BPBD. Laporan itu menjadi dasar pencatatan dampak banjir serta penanganan terhadap masyarakat yang terdampak di dua kecamatan.
Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu menjadi pemicu utama meningkatnya debit air dan meluasnya genangan. Kondisi tersebut membuat banjir tidak hanya menjadi gangguan bagi aktivitas warga, tetapi juga memengaruhi tempat tinggal masyarakat di kawasan terdampak. Sejumlah kepala keluarga kemudian meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.
Dengan tercatatnya banjir di dua kecamatan, penanganan bencana di Kota Binjai menjadi perhatian BPBD Sumatera Utara. Data mengenai wilayah terdampak dan warga yang mengungsi dihimpun berdasarkan laporan lapangan yang diterima. Informasi awal ini menggambarkan bahwa hujan berintensitas tinggi pada rentang Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10) telah memicu bencana banjir dengan dampak terhadap masyarakat di sejumlah kawasan Kota Binjai.
Banjir yang merendam dua kecamatan di Kota Binjai berdampak luas terhadap masyarakat. Sebanyak 1.222 kepala keluarga atau 4.554 jiwa harus menghadapi dampak bencana tersebut, termasuk meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Warga mengungsi karena genangan mengancam permukiman, menghambat aktivitas harian, serta menimbulkan kebutuhan mendesak akan tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.
Kecamatan Binjai Kota tercatat sebagai wilayah dengan dampak terbesar. Di kecamatan ini, banjir melanda tiga kelurahan dan memengaruhi 685 kepala keluarga atau 2.648 jiwa. Besarnya jumlah warga terdampak menunjukkan bahwa genangan tidak hanya terjadi pada satu lingkungan, tetapi menyebar ke sejumlah kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan pengungsi memerlukan koordinasi antarpihak.
Sementara itu, banjir di Kecamatan Binjai Selatan melanda dua kelurahan. Wilayah tersebut mencatat 537 kepala keluarga atau 1.906 jiwa yang terdampak. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan Binjai Kota, warga di kawasan ini tetap menghadapi gangguan serius akibat masuknya air ke lingkungan tempat tinggal dan terganggunya akses menuju fasilitas umum.
Rincian berdasarkan kecamatan memperlihatkan bahwa dampak banjir tersebar pada lima kelurahan. Para warga yang mengungsi membutuhkan penanganan terarah, terutama untuk memastikan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memerlukan perhatian medis. Pendataan di lokasi pengungsian juga penting agar bantuan dapat disalurkan sesuai jumlah dan kebutuhan setiap keluarga.
Banjir di Kota Binjai tersebar pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Binjai Kota dan Kecamatan Binjai Selatan. Sebaran ini menunjukkan bahwa dampak genangan tidak terpusat pada satu kawasan saja, melainkan menjangkau sejumlah wilayah permukiman di bagian kota yang berbeda. Berdasarkan data yang tersedia, lima kelurahan terdampak banjir dalam peristiwa tersebut.
Di Kecamatan Binjai Kota, banjir melanda tiga kelurahan. Sementara itu, dua kelurahan lainnya terdampak di Kecamatan Binjai Selatan. Pembagian tersebut memperlihatkan bahwa Kecamatan Binjai Kota menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kelurahan terdampak lebih banyak, sedangkan Kecamatan Binjai Selatan juga menghadapi dampak serupa di beberapa wilayahnya. Nama-nama kelurahan tidak dicantumkan dalam informasi sumber, sehingga sebaran lokasi dapat ditegaskan pada tingkat kecamatan dan jumlah wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, terdapat lima kelurahan yang mengalami dampak banjir di Kota Binjai. Angka ini menjadi gambaran mengenai luasnya jangkauan bencana pada tingkat pemerintahan lokal. Ketika genangan meluas ke beberapa kelurahan dalam dua kecamatan, penanganan tidak hanya memerlukan perhatian pada titik genangan tertentu, tetapi juga koordinasi lintas wilayah untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat dipetakan dengan baik.
Sebaran di Kecamatan Binjai Kota dan Kecamatan Binjai Selatan juga penting sebagai dasar pendataan serta penyaluran bantuan. Informasi mengenai jumlah kelurahan terdampak membantu pemerintah dan pihak terkait menentukan prioritas pemantauan, mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan dukungan, dan menyusun langkah penanganan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Dengan demikian, dampak banjir di Kota Binjai tercatat menjangkau dua kecamatan dan lima kelurahan secara keseluruhan.
Setelah banjir merendam dua kecamatan di Kota Binjai dan memaksa 1.222 kepala keluarga mengungsi, pemerintah kota setempat melakukan langkah penanganan bersama para pemangku kebijakan terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat direspons serta proses evakuasi dan bantuan di lokasi berjalan secara terarah. Pemerintah juga menurunkan personel untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, termasuk mendukung penanganan di wilayah yang masih memerlukan perhatian.
Penanganan bencana turut dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menangani dampak banjir di lokasi. Kehadiran personel dan keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memantau kondisi lapangan, memberikan dukungan kepada warga, serta menindaklanjuti kebutuhan yang muncul selama masa pengungsian.
Langkah penanganan tetap dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kondisi banjir di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan laporan yang diterima Sri Wahyuni Pancasilawati, air banjir sudah surut. Meski demikian, informasi tersebut menunjukkan perkembangan kondisi air dan belum menyatakan bahwa seluruh wilayah telah sepenuhnya pulih. Pemantauan serta koordinasi pemerintah kota, BPBD Sumatera Utara, dan pemangku kebijakan terkait masih menjadi bagian penting dalam penanganan warga terdampak setelah banjir.
Baca juga: TNI Intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di 11 Kecamatan Kabupaten Melawi, Kalbar

