Asap Karhutla Menyelimuti Sampit, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

Asap Karhutla Menyelimuti Sampit, Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan

Kabupaten Kotawaringin Timur | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga Rabu (21/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas udara menjadi perhatian, terutama setelah data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan tingkat pencemaran yang sangat tinggi. Pada pukul 08.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sampit tercatat mencapai 1.502. Angka itu berada pada level berbahaya, sehingga situasi udara di wilayah tersebut perlu dipantau dengan saksama.

ISPU digunakan untuk menggambarkan kualitas udara berdasarkan tingkat pencemar yang terukur. Ketika nilainya berada dalam kategori berbahaya, informasi tersebut menjadi penanda bahwa paparan udara tercemar merupakan hal yang patut diperhatikan. Angka 1.502 yang dicatat pada pagi hari itu menunjukkan kondisi yang serius, bukan sekadar perubahan kualitas udara biasa. Namun, angka tersebut merujuk pada pencatatan pada waktu tertentu, yakni pukul 08.00 WIB, dan tidak dengan sendirinya menjelaskan bagaimana kualitas udara berubah pada jam-jam berikutnya.

Kabut yang masih menyelimuti Sampit dan catatan ISPU berbahaya memberikan gambaran tentang keadaan yang dihadapi warga pada hari itu. Pemantauan kualitas udara dapat membantu masyarakat memahami perkembangan situasi berdasarkan informasi resmi, sementara pembaruan data diperlukan untuk mengetahui apakah tingkat pencemaran bertahan atau berubah. Karena itu, pembacaan angka ISPU sebaiknya disertai perhatian pada waktu pengukuran dan sumber informasi yang menyampaikan data tersebut. Hingga Rabu pagi, informasi yang tersedia mencatat kabut asap masih menyelimuti Sampit dan ISPU mencapai 1.502. Kondisi ini menempatkan kualitas udara sebagai persoalan utama yang perlu terus dicermati selama kabut asap masih berada di wilayah tersebut.

Asap tebal yang menyelimuti Sampit tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada jarak pandang di sejumlah ruas jalan. Lapisan asap yang tampak di udara membuat kondisi sekitar terlihat lebih samar, terutama ketika pengendara melintas di tengah kepulan yang pekat. Situasi tersebut menyebabkan objek di depan tidak selalu terlihat dengan jelas dari jarak yang biasanya mudah diamati. Dampak ini dirasakan oleh pengguna jalan, baik yang bepergian dengan sepeda motor maupun mobil.

Bagi pengendara sepeda motor, pandangan yang terhalang asap dapat membuat keadaan lalu lintas di sekitar terasa lebih sulit dipantau. Batas jalan, kendaraan lain, dan objek yang berada di depan bisa tampak samar ketika asap menutupi ruang pandang. Pengendara mobil juga menghadapi gangguan serupa saat melintas di sejumlah ruas, karena kondisi udara yang dipenuhi asap mengurangi kejelasan pandangan ke arah depan. Dengan demikian, perjalanan di tengah kabut asap memerlukan perhatian lebih dari para pengguna kendaraan.

Pengendara sepeda motor dan mobil harus lebih berhati-hati saat melintas, mengingat jarak pandang yang terganggu dapat menyulitkan mereka mengenali kondisi sekitar secara cepat. Asap yang menyelimuti ruas jalan menjadi faktor yang membuat perjalanan terasa kurang leluasa dibandingkan saat udara lebih jernih. Gangguan ini terutama terlihat ketika kepulan asap cukup tebal sehingga suasana di jalan tampak berkabut. Pengguna jalan perlu menyadari bahwa perubahan kejernihan pandangan dapat terjadi mengikuti kondisi asap di sekitar mereka.

Keluhan mengenai asap karhutla di Sampit umumnya juga berkaitan dengan dampaknya terhadap kegiatan sehari-hari warga. Di jalan, dampak langsung yang terlihat adalah terbatasnya pandangan bagi pengendara yang tetap melintas. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergerak dalam kondisi ketika lingkungan sekitar tidak sepenuhnya terlihat jelas. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa asap bukan sekadar persoalan kualitas udara, tetapi juga memengaruhi mobilitas masyarakat. Selama asap tebal masih menyelimuti sejumlah ruas, gangguan jarak pandang tetap menjadi perhatian bagi warga dan pengguna jalan di Sampit.

Selama sekitar tiga bulan, warga Sampit telah menghadapi kabut asap yang menyelimuti lingkungan mereka. Dalam kurun waktu tersebut, kondisi udara yang buruk menimbulkan berbagai keluhan. Sejumlah warga mengaku mengalami sesak napas, mata terasa perih, sakit kepala, hingga batuk-batuk. Keluhan-keluhan ini dirasakan ketika asap terus mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga warga perlu menyesuaikan kegiatan mereka dengan keadaan udara di sekitar tempat tinggal.

Rahman, salah seorang warga Sampit, mengatakan bahwa asap terasa sangat tebal. Menurut pengalamannya, kondisi itu mengganggu pernapasan dan membuat matanya perih. Keterangan Rahman menggambarkan gangguan yang dirasakan warga saat terpapar asap dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan keluhan tersebut seiring dengan berlangsungnya kondisi kabut asap yang telah dirasakan warga selama sekitar tiga bulan.

Selain keluhan yang berkaitan dengan pernapasan dan mata, sejumlah orang juga mengeluhkan sakit kepala serta batuk-batuk. Beragam gangguan tersebut muncul di tengah buruknya kondisi udara akibat kabut asap. Warga yang merasakan dampaknya kemudian mengurangi kegiatan di luar rumah. Mereka memilih membatasi waktu berada di luar, bukan karena tidak memiliki kegiatan, melainkan karena kondisi asap membuat aktivitas di luar terasa mengganggu.

Kegiatan di luar rumah tetap dilakukan apabila ada keperluan yang mendesak. Dengan demikian, warga berupaya menghindari paparan asap selama tidak ada kebutuhan yang mengharuskan mereka keluar. Kebiasaan membatasi aktivitas tersebut menjadi salah satu cara warga menyikapi keadaan yang telah berlangsung berbulan-bulan. Keluhan sesak napas, mata perih, sakit kepala, dan batuk-batuk menunjukkan bahwa kabut asap yang dirasakan di Sampit tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga membuat warga khawatir terhadap kondisi udara yang mereka hirup. Pengalaman Rahman tentang asap yang tebal, mengganggu pernapasan, dan membuat mata perih turut memperlihatkan alasan warga mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali saat benar-benar diperlukan.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan PM10 sebagai salah satu parameter pencemar yang menjadi perhatian di Sampit. Informasi tersebut memberi gambaran mengenai kualitas udara yang perlu dicermati ketika kabut asap menyelimuti wilayah dan warga mulai merasakan gangguan pernapasan. Pemantauan parameter pencemar membantu masyarakat memahami kondisi udara, meski paparan asap dapat berbeda-beda menurut lokasi dan waktu. Karena itu, warga disarankan mengikuti pembaruan informasi resmi dan memperhatikan kondisi di sekitar tempat tinggal sebelum menjalankan kegiatan di luar rumah.

PM10 merujuk pada partikel debu berdiameter 10 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang halus memungkinkan partikel tersebut terbawa di udara dan terhirup saat seseorang bernapas. Ketika konsentrasi partikel pencemar meningkat, kualitas udara dapat terganggu dan paparan menjadi perhatian, terutama bagi warga yang harus berada di luar ruangan. Asap kebakaran hutan dan lahan dapat membawa partikel ke lingkungan permukiman, sehingga mengurangi jarak pandang serta menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Mengurangi kontak dengan udara tercemar menjadi langkah yang dapat dilakukan selama situasi masih berlangsung.

Warga berharap kabut asap segera teratasi agar aktivitas sehari-hari di Sampit dapat kembali berjalan normal. Kondisi udara yang lebih baik akan memudahkan masyarakat berangkat bekerja, bersekolah, berbelanja, dan melakukan kegiatan lain tanpa terus-menerus khawatir terhadap paparan asap. Sembari menunggu keadaan membaik, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, khususnya saat udara tampak berasap atau terasa mengganggu. Jika kegiatan di luar rumah tidak dapat dihindari, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel pencemar yang terhirup.

Imbauan tersebut perlu disertai perhatian pada informasi kualitas udara dan kondisi kesehatan masing-masing.

Baca juga: Perkuat Kesadaran Warga, Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Bersama Pasis Sesko TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla | Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Berikan Sosialisasi Kepada Warga Dalam Upaya Pencegahan Karhutla | Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari