Sport  

Ajang MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang Kerja dan Pendapatan bagi Warga Lombok

Ajang MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang Kerja dan Pendapatan bagi Warga Lombok

Lombok | Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga otomotif dan sarana penyediaan energi untuk mendukung kelancaran balapan. Penyelenggaraan kegiatan di kawasan Mandalika juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Lombok, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi acara. Kehadiran ajang berskala internasional ini membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas pendukung selama penyelenggaraan berlangsung.

PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen untuk mendorong dampak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Pelibatan warga tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional acara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman profesional secara langsung. Dengan terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, masyarakat dapat memahami standar kerja, membangun kepercayaan diri, serta mengenal pola kerja dalam lingkungan yang melibatkan banyak pihak.

Selain membuka kesempatan kerja, Pertamina Patra Niaga juga berupaya meningkatkan keterampilan warga melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas pendukung ajang. Pengalaman tersebut dapat memperluas pengetahuan, memperkuat kemampuan praktis, dan menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan peluang ekonomi pada kesempatan berikutnya. Proses ini sekaligus mendorong terbentuknya jaringan baru warga, penyelenggara, mitra, dan pihak lain yang terlibat dalam kegiatan.

Pemberdayaan juga dilakukan melalui pelibatan mitra binaan. Keikutsertaan mereka memberikan ruang untuk memperkenalkan kemampuan serta membangun hubungan dengan lingkungan penyelenggaraan ajang internasional. Bagi masyarakat dan mitra binaan, keterlibatan dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat menghadirkan pendapatan tambahan, sekaligus pengalaman yang bernilai untuk pengembangan usaha dan kapasitas di masa mendatang.

Dengan pendekatan tersebut, dukungan Pertamina terhadap MotoGP Mandalika tidak berhenti pada aspek energi dan kelancaran balapan. Ajang ini menjadi bagian dari upaya menciptakan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar melalui kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, perluasan jaringan, dan pemberdayaan mitra binaan.

Julian Hariadi, warga Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mendapat kesempatan untuk menjalankan tugas sebagai marshal di Pertamina Mandalika International Circuit. Bagi Julian, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman penting karena ia dapat bekerja langsung di salah satu sirkuit balap berstandar internasional yang berada di daerah kelahirannya.

Sebelum dipercaya menjadi marshal, Julian telah terlibat dalam sejumlah ajang balap. Namun, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan pengalaman pertamanya sebagai marshal dalam gelaran tertinggi MotoGP. Dalam tugasnya, ia bertanggung jawab membantu penanganan insiden yang terjadi di lintasan, khususnya mengevakuasi sepeda motor pembalap yang mengalami insiden dan membawanya menuju jalur servis. Tugas tersebut menuntut kesiapan, ketelitian, serta kemampuan bekerja sesuai prosedur keselamatan di area sirkuit.

Peran itu tidak hanya memberikan pengalaman kerja dan penghasilan bagi Julian, tetapi juga menghadirkan kebanggaan tersendiri. Ia dapat berkontribusi secara langsung dalam mendukung kelancaran ajang internasional yang berlangsung di Lombok Tengah, wilayah tempat ia dilahirkan dan menetap. Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sirkuit dapat membuka ruang bagi warga lokal untuk mengambil bagian dalam berbagai pekerjaan pendukung penyelenggaraan balap.

Nadia, seorang terapis asal Lombok Tengah, menjadi salah satu warga lokal yang memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam ajang MotoGP Mandalika 2026. Ia bergabung melalui mitra binaan Mespa dan menjalankan layanan di booth UMKM Pertamina. Kehadiran Nadia memperlihatkan bahwa penyelenggaraan acara berskala internasional tidak hanya menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha serta tenaga jasa dari daerah sekitar.

Sebelum kegiatan berlangsung, Pertamina Patra Niaga memberikan pembekalan dan pelatihan khusus kepada para terapis yang bertugas. Materi tersebut ditujukan untuk memastikan mereka mampu memberikan layanan secara profesional, memahami kebutuhan pelanggan, menjaga kenyamanan tamu, serta menerapkan standar pelayanan yang baik. Persiapan ini menjadi bekal penting bagi Nadia dan terapis lainnya ketika melayani pengunjung dengan latar belakang yang beragam.

Melalui keterlibatannya, Nadia berkesempatan melayani tamu dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Interaksi tersebut memberinya pengalaman baru, memperluas wawasan mengenai karakter dan kebutuhan pelanggan, serta membantu mengembangkan keahlian di bidang layanan terapi. Selain memperoleh pengalaman profesional, ia juga mendapatkan tambahan penghasilan harian selama bertugas di lokasi acara.

Nadia menyampaikan rasa senangnya karena sebagai warga lokal, ia dapat ikut mengambil bagian dalam perhelatan internasional yang berlangsung di daerahnya sendiri. Menurutnya, kesempatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda, sekaligus menghasilkan pendapatan harian yang bermanfaat. Ia juga mengapresiasi dukungan dan kesempatan yang diberikan Pertamina melalui program kemitraan tersebut. Keterlibatan Nadia menunjukkan bahwa tenaga jasa lokal memiliki kemampuan untuk memberikan layanan berkualitas dan beradaptasi dengan tuntutan acara berskala besar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya dilihat dari kelancaran dukungan operasional dan ketersediaan pasokan energi selama ajang berlangsung. Keberhasilan juga diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar Mandalika. Dengan ukuran tersebut, pelaksanaan acara memiliki dimensi yang lebih luas daripada pemenuhan kebutuhan teknis di kawasan sirkuit.

Salah satu upaya yang disebutkan Kitty adalah pelibatan tenaga kerja lokal. Kehadiran masyarakat setempat dalam berbagai kebutuhan penyelenggaraan dapat membuka akses terhadap peluang kerja selama ajang berlangsung. Pelibatan ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan masyarakat sekitar memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang muncul seiring penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Upaya berikutnya dilakukan melalui pelatihan bagi terapis. Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas warga yang terlibat dalam layanan terapi. Dengan bekal kemampuan yang lebih baik, masyarakat memiliki kapasitas yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan acara sekaligus mengembangkan peluang layanan di lingkungan sekitar Mandalika.

Selain itu, Pertamina berupaya memberdayakan mitra binaan. Pemberdayaan ini menjadi bentuk keterlibatan pelaku usaha atau kelompok yang telah memperoleh pendampingan agar dapat mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Ketiga langkah tersebut, yaitu pelibatan tenaga kerja lokal, pelatihan terapis, dan pemberdayaan mitra binaan, diarahkan untuk membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar Mandalika.

Karena itu, menurut penjelasan Kitty, keberhasilan ajang tidak berhenti pada dukungan operasional dan pasokan energi yang berjalan baik. Ukurannya juga mencakup sejauh mana kegiatan tersebut melibatkan warga, memperkuat keterampilan, serta memberikan ruang bagi mitra binaan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat ekonomi.