Kota Medan | Pemerintah Kota Medan mengizinkan PSMS Medan menggunakan Stadion Teladan sebagai home base. Izin tersebut membuka jalan bagi klub berjuluk Ayam Kinantan itu untuk kembali menjadikan stadion kebanggaan warga Medan sebagai tempat menjalani aktivitas kandang. Kebijakan ini sekaligus menegaskan dukungan pemerintah kota terhadap keberadaan PSMS, yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat dan sejarah sepak bola di Medan. Pemanfaatan stadion sebagai kandang diharapkan dapat mendukung kebutuhan klub dalam menjalankan kompetisi, sekaligus menjaga kedekatan tim dengan para pendukungnya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyampaikan keterangan mengenai izin tersebut di Medan pada Minggu. Ia menyebut penggunaan Stadion Teladan merupakan bagian dari komitmen Pemkot Medan untuk mendukung kemajuan PSMS. Dukungan itu, menurutnya, tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui kesempatan bagi klub untuk memakai fasilitas yang berada di kota tersebut. Dengan adanya izin ini, PSMS dapat mempersiapkan Stadion Teladan sebagai basis kandang, sesuai kebutuhan klub dan ketentuan pemanfaatan stadion.
Komitmen Pemkot Medan sebelumnya telah disampaikan Rico saat menerima manajemen PSMS di Balai Kota Medan pada pekan lalu. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk membicarakan dukungan pemerintah kota terhadap klub, termasuk rencana penggunaan Stadion Teladan. Persetujuan yang disampaikan setelahnya memperjelas arah dukungan tersebut: pemerintah kota memberi ruang bagi PSMS untuk memanfaatkan stadion sebagai home base. Bagi klub, kepastian ini penting sebagai dasar untuk menata persiapan kandang dan berkoordinasi lebih lanjut terkait penggunaannya.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa Pemkot Medan memandang kemajuan PSMS sebagai bagian dari upaya mendukung olahraga di daerah. Stadion Teladan bukan hanya fasilitas pertandingan, tetapi juga lokasi yang memiliki makna bagi klub dan pendukungnya. Karena itu, penggunaan kembali stadion sebagai kandang diharapkan dapat memperkuat hubungan PSMS dengan warga Medan. Rincian teknis mengenai pemanfaatan fasilitas dapat dibahas oleh pihak terkait, sementara izin dari pemerintah kota menjadi sinyal dukungan agar klub dapat berkembang dan menjalankan kegiatannya dengan lebih baik.
Stadion Teladan dipandang memiliki arti penting bagi PSMS Medan bukan hanya sebagai tempat untuk menggelar pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas klub. Rico menyebut stadion tersebut sebagai rumah PSMS, dengan alasan Teladan memiliki sejarah panjang dalam sepak bola. Pandangan itu menempatkan stadion sebagai ruang yang lekat dengan perjalanan klub dan hubungan PSMS dengan sepak bola di Medan. Karena itu, rencana menjadikan Teladan kembali sebagai kandang membawa makna tersendiri bagi tim.
Sebutan “rumah” yang digunakan Rico menegaskan kedekatan PSMS dengan Stadion Teladan. Dalam konteks klub, kandang merupakan tempat tim menjalani pertandingan di hadapan pendukungnya, sedangkan bagi PSMS, Teladan juga memiliki nilai historis. Rico menilai sejarah panjang stadion dalam sepak bola menjadi alasan penting untuk melihatnya sebagai rumah klub. Penilaian tersebut tidak mengubah fungsi utama stadion sebagai tempat bertanding, tetapi memperlihatkan bahwa Teladan memiliki posisi khusus dalam identitas PSMS.
Rico juga berpandangan bahwa bermain dengan Stadion Teladan sebagai home base dapat menjadi salah satu kekuatan bagi PSMS untuk tampil maksimal pada setiap pertandingan. Pernyataan ini menggambarkan keyakinan bahwa penggunaan stadion tersebut sebagai kandang dapat mendukung upaya tim di lapangan. Ia menempatkan Teladan sebagai salah satu unsur yang dapat menjadi kekuatan PSMS, tanpa menyatakan bahwa hal itu dengan sendirinya menjamin hasil tertentu. Dengan demikian, pentingnya Teladan bagi klub bertumpu pada dua hal yang disampaikan Rico: sejarah panjangnya dalam sepak bola dan perannya sebagai rumah PSMS. Keduanya menjadi alasan stadion itu dinilai relevan dalam rencana tim kembali berkandang di sana. Bagi PSMS, sebutan rumah dan status home base menandai hubungan klub dengan stadion, sementara pandangan Rico mengenai kekuatan tim menunjukkan harapannya terhadap peran Teladan saat pertandingan berlangsung. Pernyataan tersebut menekankan arti Teladan bagi identitas dan persiapan PSMS, tanpa memperluasnya menjadi klaim lain mengenai sejarah atau dampak yang tidak disebutkan.
Pekerjaan revitalisasi Stadion Teladan terus dikebut agar arena tersebut dapat segera digunakan kembali sebagai kandang PSMS Medan. Pembenahan dilakukan untuk memastikan stadion siap mendukung kegiatan olahraga dan memberikan kenyamanan bagi pemain maupun penonton. Upaya ini menjadi bagian penting dari persiapan mengaktifkan kembali stadion kebanggaan warga Medan, sekaligus meningkatkan kelayakan fasilitas yang tersedia. Selama pekerjaan berlangsung, berbagai aspek stadion masih disiapkan dan ditata agar dapat berfungsi dengan baik ketika kembali digunakan. Pemerintah kota juga memperhatikan kebutuhan di luar lapangan, sehingga kesiapan lokasi tidak hanya bergantung pada kondisi bangunan utama. Revitalisasi diharapkan membuat Stadion Teladan lebih memadai untuk menunjang pertandingan serta aktivitas lain yang sesuai dengan fungsi stadion.
Menurut Rico, fasilitas di Stadion Teladan telah memenuhi standar internasional. Keterangan tersebut mencakup kesiapan sarana stadion yang menjadi bagian dari pembenahan, sehingga arena dapat mendukung penyelenggaraan pertandingan dengan fasilitas yang layak. Kapasitasnya disebut mampu menampung hingga 20.000 penonton. Daya tampung tersebut memungkinkan stadion menerima jumlah pengunjung yang besar saat pertandingan berlangsung, dengan tetap menjadikan pengelolaan fasilitas dan kenyamanan sebagai perhatian. Informasi mengenai standar dan kapasitas itu menunjukkan skala kesiapan yang dituju melalui revitalisasi. Namun, pekerjaan masih terus dikebut agar stadion bisa segera dimanfaatkan. Karena itu, penyelesaian berbagai bagian dan kesiapan fasilitas tetap menjadi fokus, tanpa mengabaikan kebutuhan penonton yang akan datang ke lokasi.
Selain membenahi stadion, Pemkot Medan telah menyiapkan sejumlah kantong parkir di sekitar lokasi. Area parkir tersebut dirancang sebagai infrastruktur penunjang untuk membantu kebutuhan pengunjung dan mendukung kelancaran kegiatan saat stadion digunakan. Ketersediaan tempat parkir di sekitar stadion penting karena dapat membantu menata kendaraan, mengurangi potensi kepadatan di akses menuju lokasi, serta membuat kunjungan lebih tertib. Penyiapan fasilitas luar stadion ini melengkapi revitalisasi yang sedang berlangsung di dalam kawasan. Dengan demikian, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada lapangan dan fasilitas utama, tetapi juga pada dukungan akses bagi masyarakat. Stadion Teladan disiapkan agar dapat kembali menjadi kandang PSMS Medan dengan sarana yang memadai, kapasitas besar, serta dukungan parkir di sekitarnya.
Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan atas dukungan yang diberikan terhadap perkembangan klub. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi hal penting bagi upaya PSMS menjaga keberlangsungan kegiatan dan meningkatkan kiprah di sepak bola nasional. Dukungan tersebut juga menunjukkan adanya kepedulian terhadap klub yang memiliki sejarah panjang serta hubungan erat dengan masyarakat Medan. Fendi menilai komunikasi yang baik manajemen klub dan pemerintah dapat membantu membangun suasana yang mendukung perkembangan sepak bola di kota ini. Karena itu, ia menyambut positif keterbukaan Pemkot Medan dalam menerima aspirasi dan menjalin komunikasi dengan pihak PSMS. Bagi manajemen, hubungan yang terawat merupakan salah satu modal untuk membicarakan kebutuhan klub secara konstruktif. Apresiasi itu disampaikan tanpa mengesampingkan proses dan pertimbangan yang diperlukan dalam setiap rencana terkait fasilitas olahraga. Fendi berharap dukungan tersebut dapat terus terjaga, sehingga klub dan pemerintah memiliki ruang untuk bekerja sama demi kepentingan sepak bola Medan.
Fendi menjelaskan bahwa kedatangan manajemen PSMS ke Pemkot Medan bertujuan untuk bersilaturahmi. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk menjaga hubungan, saling menyampaikan pandangan, serta membicarakan perkembangan klub. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan semata-mata mengenai urusan teknis, melainkan juga bentuk penghormatan dan upaya membangun komunikasi yang baik.
Baca juga: Mas Bechi Kembali Menjalani Hukuman di Lapas Malang Setelah Pembebasan Bersyarat Dicabut | Mengapa Sultan Hamengku Buwono IX Menolak Kembali Menjadi Wapres pada 1978 | Harga GKP Rp6.500 Dinilai Menghidupkan Kembali Penggilingan Padi Kecil
21 kunjungan