Satu Awak Helikopter Jatuh di Sungai Barito Masih Dicari

Satu Awak Helikopter Jatuh di Sungai Barito Masih Dicari

Banjarmasin | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pembaruan mengenai pencarian awak helikopter water bombing yang jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Dari tiga orang yang berada di dalam helikopter, dua awak telah ditemukan dalam kondisi sehat. Sementara itu, satu awak lainnya, Yayan Supiansuri, masih belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.

Informasi tersebut merupakan pembaruan atas keterangan yang sebelumnya disampaikan mengenai kecelakaan helikopter dan proses pencarian para awaknya. BNPB menegaskan bahwa pencarian terhadap Yayan Supiansuri tetap menjadi perhatian setelah dua awak berhasil ditemukan. Perbedaan status para awak itu menjadi perkembangan utama dalam penanganan insiden di Sungai Barito, ketika petugas masih berupaya memperoleh informasi dan menemukan satu orang yang belum diketahui keberadaannya.

Penjelasan itu disampaikan Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers daring pada Minggu (18/11/2026), sebagaimana tertulis dalam bahan sumber. Dalam keterangannya, Berton menyampaikan bahwa dua awak telah ditemukan dengan kondisi sehat, sedangkan Yayan Supiansuri masih dinyatakan hilang. Dengan demikian, proses pencarian belum selesai dan satu awak masih menjadi fokus upaya penanganan.

Perkembangan ini memberikan gambaran terbaru mengenai keadaan para awak setelah helikopter water bombing tersebut jatuh di sungai. Meski dua orang telah ditemukan dalam kondisi sehat, informasi itu belum mengakhiri operasi pencarian karena satu awak lainnya masih belum ditemukan. BNPB menyampaikan status tersebut sebagai pembaruan resmi atas keterangan sebelumnya. Masyarakat yang mengikuti perkembangan kejadian dapat mencermati informasi dari BNPB dan pihak berwenang, terutama terkait hasil pencarian Yayan Supiansuri. Sampai pembaruan tersebut disampaikan, belum ada keterangan bahwa awak yang masih hilang telah ditemukan. Karena itu, perhatian utama dalam perkembangan berikutnya tetap tertuju pada pencarian yang berlangsung di kawasan Sungai Barito, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiga orang berada di dalam helikopter yang jatuh di Sungai Barito. Dua di antaranya, Hugh Andrew John Page dan Michael John Betteridge, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keduanya merupakan pilot berkewarganegaraan Australia dan saat ini masih menjalani penanganan medis. Sementara itu, awak ketiga, Yayan Supiansuri, belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Identitas kedua pilot tersebut disampaikan dengan pembaruan informasi mengenai kewarganegaraan mereka. Dalam keterangan sebelumnya, Hugh Andrew John Page dan Michael John Betteridge disebut berasal dari Selandia Baru. Informasi yang lebih baru kemudian menyatakan bahwa keduanya adalah warga negara Australia. Perubahan penyebutan ini penting diperhatikan agar keterangan mengenai identitas para awak tidak tercampur laporan awal dan pembaruan dari pihak berwenang.

BNPB menyebut Yayan Supiansuri sebagai warga negara Indonesia yang bertugas sebagai helikopter landing officer (HLO). Peran HLO berkaitan dengan kegiatan pendaratan helikopter, tetapi keterangan yang tersedia dalam laporan ini hanya mengidentifikasi jabatan dan status pencariannya. Yayan masih dicari setelah kecelakaan tersebut. Belum ada informasi dalam keterangan yang dirujuk mengenai lokasi terakhirnya atau perkembangan lain yang dapat memastikan keberadaannya.

Dengan demikian, status ketiga awak berbeda: Hugh dan Michael telah ditemukan selamat dan masih menjalani penanganan medis, sedangkan Yayan belum ditemukan. Informasi ini merujuk pada keterangan terbaru BNPB dan sebaiknya dibedakan dari penyebutan terdahulu mengenai asal kedua pilot. Tidak ada dasar untuk menyatakan bahwa penanganan medis mereka telah selesai ataupun menambahkan rincian tentang kondisi kesehatan masing-masing. Perkembangan pencarian terhadap Yayan dan informasi resmi berikutnya tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan, sementara identitas serta kewarganegaraan para awak dapat dicatat sesuai pembaruan terbaru tersebut.Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu awak helikopter yang belum ditemukan di Sungai Barito. Pada saat yang sama, personel di lapangan juga melakukan evakuasi terhadap awak yang telah ditemukan. Operasi tersebut didukung koordinasi dengan unsur terkait agar kegiatan pencarian dan penanganan korban dapat berjalan searah. Setiap unsur menjalankan peran sesuai kebutuhan operasi, termasuk mendukung pergerakan tim dan penanganan di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Berton, tim bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan rescue dan kapal rigid inflatable boat (RIB). Penggunaan kedua sarana tersebut mendukung mobilisasi personel melalui jalur darat maupun perairan. Kondisi lokasi yang berada di kawasan sungai membuat dukungan kapal menjadi bagian penting dalam upaya menjangkau area pencarian. Tim SAR terus melakukan upaya pencarian, sementara koordinasi dengan pihak-pihak terkait tetap dilakukan untuk mendukung operasi di lapangan.

Lokasi kejadian disebut berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin, atau sekitar 71 nautical miles dari Dermaga SAR Basirih. Jarak tersebut menjadi salah satu informasi yang menggambarkan kebutuhan mobilisasi menuju area operasi. Dengan mengerahkan kendaraan rescue dan RIB, tim dapat menempuh perjalanan sesuai akses yang tersedia, lalu melanjutkan kegiatan pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi. Operasi masih berlangsung, dan informasi mengenai perkembangan pencarian akan mengikuti hasil kerja petugas di lapangan.

BNPB menyampaikan bahwa dua awak yang telah ditemukan akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka juga akan menerima penanganan medis sesuai kebutuhan berdasarkan kondisi masing-masing. Pemeriksaan dan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah proses evakuasi, sehingga kondisi awak dapat dinilai dan kebutuhan perawatan dapat ditentukan oleh petugas medis. Sementara itu, pencarian terhadap satu awak lainnya tetap menjadi fokus tim SAR gabungan. Koordinasi antarunsur terus mendukung kelangsungan operasi, baik untuk pencarian di sungai maupun untuk memastikan penanganan terhadap awak yang sudah ditemukan berjalan sebagaimana diperlukan.

Helikopter Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM dilaporkan jatuh di perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, pada pagi hari itu. Informasi yang tersedia menyebutkan pesawat sedang menjalankan kegiatan pengambilan air untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan ketika insiden terjadi. Dengan demikian, kecelakaan berlangsung saat helikopter berada dalam misi penanggulangan kebakaran, tetapi keterangan tersebut belum menjelaskan urutan peristiwa secara terperinci. Tidak ada keterangan dalam informasi yang dirujuk mengenai penyebab helikopter jatuh, sehingga hal itu tidak dapat dipastikan dari laporan yang tersedia.

Perkembangan mengenai kondisi awak disampaikan melalui keterangan yang berbeda pada tahap awal dan pembaruan berikutnya. Laporan awal menyebut tiga kru berada di dalam helikopter, terdiri atas seorang warga negara Indonesia dan dua warga negara asing. Ketiganya diberitakan selamat dan telah dievakuasi setelah kejadian. Namun, pembaruan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa satu awak, Yayan Supiansuri, masih dalam pencarian. Karena itu, informasi awal tentang seluruh kru yang selamat perlu dibaca bersama pembaruan tersebut, yang menjelaskan bahwa status Yayan belum diketahui dan upaya pencarian masih diperlukan.

Fokus operasi saat ini adalah menemukan Yayan Supiansuri di sekitar lokasi jatuhnya helikopter di Sungai Barito. Pada saat yang sama, dua awak yang telah ditemukan mendapatkan penanganan medis. Keterangan yang ada menegaskan bahwa pencarian terhadap Yayan dan penanganan medis bagi dua awak tersebut masih berlangsung. Informasi ini menggambarkan perkembangan operasi pada saat laporan disampaikan, bukan hasil akhir dari upaya pencarian atau kondisi lanjutan para awak. Belum ada keterangan dalam sumber yang dirujuk untuk menyatakan bahwa operasi pencarian telah selesai. Dengan demikian, perhatian tetap tertuju pada proses pencarian satu awak yang belum ditemukan dan perawatan bagi dua orang yang telah dievakuasi, sesuai pembaruan BNPB dan laporan yang tersedia hingga saat itu.

72 kunjungan