Bripda Rizky Belum Sadar Setelah Tertabrak Mobil di Tol Serang–Panimbang

Bripda Rizky Belum Sadar Setelah Tertabrak Mobil di Tol Serang–Panimbang

Serang | Bripda Muhamad Rizky Noviyandri masih belum sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Serang–Panimbang pada Minggu, 1 November 2026. Kondisinya masih memerlukan penanganan medis intensif, sementara tim kesehatan terus memberikan perawatan dan memantau perkembangannya. Hingga Sabtu, 7 November 2026, belum ada keterangan bahwa ia telah kembali sadar.

Setelah insiden tersebut, Rizky sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Banten. Ia kemudian dirujuk ke ICU RS Polri Kramat Jati pada Rabu, 4 November 2026, agar dapat memperoleh perawatan lanjutan. Pemindahan rumah sakit itu menandai berlanjutnya penanganan terhadap kondisi yang membutuhkan pengawasan ketat dari tenaga medis.

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan menyampaikan keterangan mengenai kondisi Rizky pada Sabtu, 7 November 2026. Ia mengatakan bahwa Rizky mendapatkan perawatan medis terbaik. Pihak kepolisian, kata Hendra, juga mendoakan agar anggota tersebut segera pulih. Keterangan itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi Bripda Rizky setelah kecelakaan di jalan tol.

Perawatan di ruang ICU memungkinkan pasien berada dalam pemantauan intensif, sesuai kebutuhan medisnya. Namun, informasi yang disampaikan Kapolda tidak merinci perkembangan klinis lebih lanjut, sehingga kondisi Rizky tetap perlu merujuk pada keterangan resmi dari pihak berwenang atau rumah sakit. Keluarga, rekan, dan masyarakat diharapkan memberi ruang bagi proses penanganan yang sedang berlangsung, tanpa menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena kecelakaan tersebut menyebabkan seorang anggota kepolisian harus menjalani perawatan intensif. Untuk saat ini, fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan medis dan pemantauan kondisi Rizky di RS Polri Kramat Jati. Doa dan dukungan agar ia lekas pulih terus disampaikan, sementara perkembangan selanjutnya menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

Sekitar pukul 16.40 WIB pada 1 November 2026, dua personel Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Banten tengah menjalankan patroli di Tol Serang–Panimbang. Ketika melintas di sekitar Kilometer 70, mereka melihat sebuah mobil berhenti di bahu jalan. Posisi kendaraan itu menarik perhatian petugas karena berhenti di area yang semestinya digunakan untuk keadaan darurat, bukan untuk berhenti tanpa keperluan mendesak.

Kedua personel kemudian menghentikan kendaraan patroli dan mendatangi mobil tersebut untuk memberikan teguran. Mobil itu ditumpangi sepasang remaja. Berdasarkan keterangan yang tersedia, petugas bermaksud mengingatkan mereka agar tidak berhenti di bahu jalan tol, yang berisiko membahayakan pengguna jalan maupun orang yang berada di sekitar kendaraan. Namun, setelah mendapat teguran, mobil tersebut kembali melaju. Peristiwa yang semula berupa pemeriksaan singkat itu pun berubah menjadi insiden serius.

Bripda Rizky, salah satu personel yang berada di dekat mobil, terkejut saat kendaraan mulai bergerak. Ia tidak sempat menghindar sebelum tersangkut dan terbawa di atas kap mesin. Mobil tetap melaju sementara Rizky bergelantungan, hingga jarak yang ditempuh diperkirakan sekitar 100 meter. Setelah itu, ia terjatuh ke jalan dan terlindas kendaraan tersebut. Urutan kejadian ini menggambarkan betapa cepat situasi di bahu jalan dapat berubah berbahaya, terutama ketika kendaraan bergerak saat petugas masih berada di dekatnya.

Keterangan mengenai waktu, lokasi, serta rangkaian awal insiden tersebut menjadi dasar untuk memahami bagaimana patroli rutin di Tol Serang–Panimbang berujung pada kecelakaan yang melibatkan anggota kepolisian. Titik kejadian berada di KM 70, setelah petugas menemukan mobil berhenti dan menyampaikan teguran. Informasi yang tersedia menempatkan keberangkatan mobil, Rizky yang terbawa di kap, dan jatuhnya korban sebagai rangkaian peristiwa yang berlangsung berdekatan. Detail lebih lanjut mengenai penanganan setelah kejadian maupun penyebab pengemudi terus melaju tidak dapat dipastikan dari keterangan awal ini, sehingga perlu dibedakan dari fakta kronologi yang telah disebutkan.

Kedua personel kepolisian yang tertabrak mobil di Tol Serang–Panimbang mengalami luka-luka dan segera mendapat pertolongan dari pengguna jalan yang berada di lokasi. Setelah menerima bantuan awal, keduanya dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan informasi tersebut saat menjelaskan perkembangan kondisi para korban. Pertolongan dari pengguna jalan menjadi langkah awal sebelum petugas dan tenaga medis memberikan penanganan lebih lanjut. Peristiwa ini melibatkan Bripda Rizky dan rekannya, Briptu Wahyu, ketika keduanya berada di ruas tol tersebut. Hingga keterangan disampaikan, kondisi Rizky masih menjadi perhatian karena ia belum sadar. Pihak kepolisian terus memantau keadaan kedua personel dan menyampaikan perkembangan berdasarkan informasi penanganan yang tersedia. Keduanya menjalani perawatan sesuai kondisi luka yang dialami setelah insiden itu.

Berbeda dengan Rizky, kondisi Briptu Wahyu dilaporkan membaik setelah menjalani perawatan medis. Rekan Rizky tersebut telah diperbolehkan kembali ke rumah dan melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan. Perkembangan itu disampaikan sebagai bagian dari informasi mengenai keadaan kedua personel setelah kejadian. Meski dapat pulang, Wahyu tetap menjalani pemantauan dan mengikuti anjuran perawatan yang diberikan tenaga medis. Keterangan mengenai kondisi masing-masing korban membantu menjelaskan bahwa keduanya sempat mendapatkan pertolongan, tetapi pemulihan mereka berlangsung dengan perkembangan yang berbeda. Polda Banten juga menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat melalui Kabid Humas, agar perkembangan penanganan korban diketahui secara jelas. Sementara itu, kondisi Rizky yang belum sadar masih memerlukan perhatian dan penanganan rumah sakit. Informasi mengenai pemulihan Wahyu tidak mengubah kondisi Rizky, yang masih mendapat perhatian tim medis.

Dalam perkembangan penanganan pengendara, pasangan berinisial ED dan AM diketahui keluar melalui Gerbang Tol Rangkasbitung. Keduanya kemudian berhasil diamankan. Polda Banten menyatakan bahwa proses hukum terhadap ED dan AM dilakukan secara profesional. Pernyataan itu menegaskan bahwa penanganan perkara mengikuti prosedur yang berlaku, sementara informasi mengenai para pengendara dan kondisi korban disampaikan secara terpisah. Kepolisian menangani pihak yang diamankan sesuai proses hukum, sekaligus memastikan perkembangan kondisi dua personel yang menjadi korban terus dipantau. Keterangan resmi tersebut mencakup pertolongan awal, perawatan medis, pemulihan Wahyu, serta langkah terhadap pasangan yang diamankan. Dengan demikian, masyarakat memperoleh gambaran mengenai dampak insiden di jalan tol dan perkembangan penanganannya, tanpa mengabaikan kondisi Rizky yang masih belum sadar. Polda Banten menyebut penanganan hukum terhadap kedua orang tersebut dilakukan secara profesional.

Kapolda Banten menunjukkan perhatian kepada keluarga Bripda Rizky setelah anggota tersebut tertabrak mobil di Tol Serang–Panimbang dan belum sadar. Dalam kunjungan itu, perhatian tidak hanya ditujukan kepada kondisi Rizky, tetapi juga kepada keluarga yang mendampinginya. Kapolda berbincang dengan keluarga untuk mengetahui keadaan anggota tersebut, termasuk kondisinya yang masih koma. Percakapan mengenai keadaan Rizky menjadi kesempatan bagi pimpinan kepolisian untuk hadir secara langsung dan menyampaikan dukungan kepada keluarga di tengah situasi yang mereka hadapi.

Hendra menyampaikan bahwa personel yang sedang menjalani perawatan merupakan bagian dari keluarga besar Polda Banten. Karena itu, menurutnya, institusi merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan perhatian kepada anggota maupun keluarganya. Sikap tersebut mencerminkan dukungan Polda Banten kepada keluarga Rizky selama anggota itu belum sadar. Kehadiran dan komunikasi dengan keluarga juga menjadi bentuk kepedulian institusi, tanpa mengabaikan kondisi kesehatan yang masih memerlukan perhatian. Hendra menegaskan bahwa hubungan sebagai keluarga besar menjadi alasan bagi Polda Banten untuk tetap mendampingi dan memberi semangat kepada keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga juga mendapatkan dukungan agar tetap kuat menghadapi keadaan ini. Perhatian dari pimpinan dan institusi diharapkan dapat memberi semangat kepada mereka selama mendampingi Rizky.

431 kunjungan