Kabupaten Badung | Tebing di sekitar Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, dilaporkan longsor dan menimbun satu unit penginapan yang saat itu sedang ditempati dua wisatawan. Kedua pengunjung tersebut hingga kini berstatus diduga tertimbun material longsor. Informasi awal mengenai kejadian ini disampaikan oleh pemilik glamping, Kadek Suardika.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena penginapan yang terdampak berada di kawasan wisata alam yang menerima pengunjung untuk menginap. Longsoran dari tebing di sekitar area glamping menutup bangunan yang sedang digunakan, sehingga keberadaan dua orang di dalamnya belum dapat dipastikan. Keterangan bahwa keduanya diduga tertimbun masih perlu dibedakan dari kepastian kondisi mereka; status itu menggambarkan adanya dugaan bahwa wisatawan berada di dalam penginapan ketika material longsor menimbun bangunan.
Berdasarkan laporan yang disampaikan pemilik, kejadian tersebut kemudian ditangani oleh Basarnas Bali. Tim pencarian berupaya mencari dua wisatawan yang diduga masih berada di bawah timbunan. Informasi mengenai identitas kedua pengunjung, kondisi bangunan secara terperinci, maupun penyebab longsor belum disampaikan dalam keterangan awal yang tersedia. Karena itu, perkembangan penanganan dan hasil pencarian menjadi informasi penting yang masih ditunggu.
Lokasi kejadian berada di Desa Pelaga, wilayah Kabupaten Badung, Bali. Kawasan ini dikenal sebagai tempat wisata dengan penginapan yang berada di lingkungan alam, termasuk area tebing dan lereng. Meski demikian, penyebab longsor dalam kejadian ini belum dapat dipastikan hanya dari laporan awal. Tidak ada pula keterangan terperinci mengenai waktu kejadian atau kondisi cuaca yang dapat digunakan untuk menjelaskan pemicunya.
Informasi awal ini menegaskan dua hal utama: sebuah unit penginapan di Eco Park Pelaga Glamping Retreat tertimbun longsor, dan dua wisatawan yang sedang menempatinya masih diduga tertimbun. Laporan dari Kadek Suardika menjadi dasar informasi awal mengenai peristiwa tersebut, sementara Basarnas Bali melakukan pencarian. Kepastian mengenai kondisi para wisatawan diharapkan dapat diperoleh setelah upaya pencarian berlangsung dan otoritas terkait menyampaikan perkembangan resmi.
Basarnas Bali mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Jimbaran untuk membantu pencarian dua wisatawan yang dilaporkan tertimbun longsor di sebuah penginapan di kawasan Pelaga, Kabupaten Badung. Tim tersebut terdiri atas sembilan personel dan diberangkatkan menuju lokasi setelah kantor menerima laporan resmi mengenai kejadian itu. Pengerahan dilakukan sebagai langkah awal untuk mendukung upaya pencarian dan penanganan di area terdampak.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan laporan resmi diterima pada pukul 06.10 WITA, Senin, 2 November 2026. Setelah informasi diterima, personel dari Pos Jimbaran disiapkan dan kemudian bergerak menuju kawasan Badung utara. Keterangan mengenai waktu penerimaan laporan dan keberangkatan tim tersebut disampaikan Sidakarya di Denpasar pada hari yang sama.
Lokasi kejadian berada di kawasan Pelaga, yang termasuk wilayah Badung utara. Dari Pos Jimbaran, perjalanan menuju titik longsor diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam. Perkiraan itu menjadi gambaran waktu tempuh bagi tim untuk mencapai lokasi, dengan memperhitungkan jarak perjalanan dari pos keberangkatan. Sembilan personel tersebut merupakan satu tim rescue yang ditugaskan untuk menuju area penginapan terdampak.
Pengerahan tim dari Jimbaran menandai dimulainya dukungan Basarnas Bali dalam merespons laporan tersebut. Informasi yang disampaikan Sidakarya menegaskan urutan awal penanganan, mulai dari diterimanya laporan pada pagi hari hingga personel diberangkatkan menuju lokasi. Tim bergerak dari pos yang berada di wilayah selatan Bali menuju kawasan Badung utara, dengan waktu perjalanan diperkirakan sekitar dua jam. Sementara itu, fokus informasi pada tahap awal ini adalah keberangkatan tim pencarian untuk mendukung upaya menemukan dua wisatawan yang dilaporkan tertimbun. Perkembangan lebih lanjut mengenai kegiatan personel di lokasi bergantung pada kondisi yang mereka temui setelah tiba di kawasan Pelaga. Keterangan resmi tersebut disampaikan pada Senin, 2 November 2026, di Denpasar.
Pendataan sementara dalam peristiwa longsor yang menimbun penginapan di kawasan Pelaga mengidentifikasi satu korban, yakni Bangkit Mubarok. Ia diketahui berjenis kelamin laki-laki, berusia 30 tahun, dan merupakan warga negara Indonesia. Informasi tersebut menjadi bagian dari data awal yang dihimpun dalam proses penanganan kejadian.
Sementara itu, identitas pengunjung kedua yang diduga masih dicari belum diketahui. Status kewarganegaraannya juga belum dapat dipastikan. Karena itu, informasi mengenai orang tersebut masih menunggu hasil pendataan dan verifikasi lebih lanjut oleh petugas. Data sementara ini perlu dibedakan dari keterangan yang telah terkonfirmasi, mengingat proses pencarian dan pengumpulan informasi masih berlangsung.
Sebelum tim Basarnas tiba di lokasi, upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pengelola glamping bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, Camat Petang, serta personel Polsek Petang. Mereka bergerak untuk mencari korban di area yang terdampak longsor. Namun, kondisi cuaca dan medan menjadi kendala penting bagi pelaksanaan pencarian.
Hujan yang masih turun dengan lebat membuat pencarian awal dihentikan sementara. Akses menuju titik longsor dilaporkan sangat curam, sehingga pergerakan di lokasi berisiko dan perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Penghentian sementara tersebut dilakukan ketika kondisi belum mendukung upaya pencarian yang aman, bukan sebagai tanda bahwa pencarian telah selesai.
Situasi ini membuat koordinasi unsur yang berada di lapangan menjadi penting. Informasi mengenai jumlah orang yang dicari, identitas korban, kondisi cuaca, dan akses menuju lokasi perlu terus diperbarui agar langkah berikutnya dapat disesuaikan dengan keadaan. Petugas juga perlu mempertimbangkan keselamatan personel saat menentukan cara dan waktu untuk melanjutkan pencarian di sekitar titik longsor.
Hingga data awal diperoleh, satu korban telah teridentifikasi, sedangkan keterangan tentang pengunjung kedua masih belum lengkap. Kepastian identitas maupun kewarganegaraannya menunggu proses verifikasi. Dengan hujan lebat dan jalur yang curam, pencarian memerlukan dukungan kondisi lapangan yang lebih aman agar petugas dapat bergerak menuju area terdampak tanpa mengabaikan risiko tambahan.
Longsor yang menimbun penginapan di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, dipicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut dan sekitarnya sejak Minggu malam, 1 November 2026. Curah hujan yang tinggi meningkatkan risiko pergerakan tanah, terutama di wilayah dengan kondisi lereng yang rawan. Material longsor kemudian menimbun area penginapan dan menyebabkan dua wisatawan dilaporkan belum ditemukan. Situasi ini mendorong upaya pencarian segera dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang terus berubah.
Sebelum kejadian, BMKG Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di kawasan tengah Bali. Peringatan tersebut mencakup wilayah Petang, Kabupaten Badung, serta mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca buruk. Hujan berkepanjangan dapat membuat tanah menjadi jenuh air dan meningkatkan potensi longsor, sementara angin kencang dapat menambah risiko dalam kegiatan di luar ruangan. Peringatan cuaca menjadi salah satu informasi penting bagi warga, pengelola usaha, dan petugas yang bekerja di wilayah terdampak.
Pengelola penginapan meminta bantuan Basarnas karena medan di sekitar lokasi dinilai sulit dan berbahaya untuk penanganan secara mandiri. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan personel dan prosedur pencarian serta pertolongan yang sesuai dengan operasi SAR. Akses yang terbatas, material longsor, dan cuaca yang belum stabil dapat memengaruhi ruang gerak tim maupun keselamatan semua pihak di lokasi. Karena itu, proses pencarian perlu dilakukan secara terukur, dengan koordinasi unsur terkait dan pemantauan kondisi lapangan sebelum setiap langkah diambil.
Basarnas menyatakan bahwa pencarian terhadap dua wisatawan akan menyesuaikan perkembangan cuaca dan situasi di lokasi.
Baca juga: Hari Ke-21 Pencarian KM Virgo Transport 8, Basarnas Ubah Fokus Operasi | Monas Tetap Jadi Pilihan Liburan Akhir Pekan, Wisatawan Perlu Cek Akses dan Tiket Oktober 2026 – https://libasjatim.com | Buah Tangan Malang: Keripik Buah dan Sari Apel yang Banyak Diburu Wisatawan – https://ungkapfakta.net
26 kunjungan