Kabupaten Aceh Selatan | Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari setelah banjir merendam dua desa di Kecamatan Trumon Tengah. Keputusan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengoordinasikan langkah penanganan secara lebih cepat dan terarah. Penetapan status berlaku dalam periode yang telah ditentukan, sehingga kebutuhan warga terdampak dan perkembangan kondisi di lapangan dapat ditangani melalui mekanisme kedaruratan. Pemerintah daerah juga dapat menggunakan masa tanggap darurat untuk memantau situasi, menilai kebutuhan, serta menyesuaikan langkah penanganan apabila kondisi berubah.
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyampaikan bahwa keputusan itu diambil setelah dirinya meninjau sejumlah titik terdampak dan mempelajari laporan kejadian. Peninjauan lapangan memberikan gambaran langsung mengenai dampak banjir, sementara laporan yang diterima menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan respons pemerintah. Dengan mempertimbangkan kedua sumber informasi tersebut, pemerintah menetapkan langkah resmi agar penanganan bencana di wilayah Trumon Tengah dapat berjalan dengan koordinasi yang lebih baik. Keputusan itu disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober. Tidak ada tahun yang disebutkan secara eksplisit dalam keterangan mengenai peristiwa tersebut.
Penetapan status tanggap darurat tidak hanya ditujukan untuk mempercepat penanganan banjir, tetapi juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah. Dalam situasi darurat, koordinasi antarunsur pemerintah diperlukan agar tindakan dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lokasi terdampak. Masa 14 hari memberi ruang bagi pemerintah untuk menggerakkan upaya yang diperlukan, mengikuti perkembangan keadaan, dan memastikan respons tidak tertunda. Kesiapsiagaan juga penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi selama banjir masih berdampak pada warga. Dengan demikian, keputusan ini menegaskan prioritas pemerintah kabupaten dalam menghadapi bencana di dua desa tersebut, sekaligus memperkuat kesiapan aparat daerah dalam menjalankan penanganan. Pemerintah dapat meninjau kembali kebutuhan selama masa berlaku status, berdasarkan informasi lapangan dan laporan kejadian yang tersedia, supaya langkah yang diambil tetap sesuai dengan kondisi yang berkembang.
BPBD Kabupaten Aceh Selatan melaporkan sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya mengungsi setelah banjir merendam permukiman di Kecamatan Trumon Tengah. Air menggenangi kedua desa dengan ketinggian sekitar 30 hingga 60 sentimeter. Kondisi tersebut membuat warga memilih meninggalkan rumah untuk sementara, sebagai upaya menjaga keselamatan diri dan keluarga di tengah genangan. Laporan ini mencakup warga dari dua gampong terdampak, yang mengambil langkah antisipasi karena khawatir keadaan air berubah. Keputusan untuk mengungsi berkaitan langsung dengan kekhawatiran bahwa ketinggian air dapat kembali meningkat dan memengaruhi kawasan tempat tinggal mereka.
Menurut laporan tersebut, sebagian warga berlindung di Kompi Brimob. Warga lainnya tinggal sementara di rumah kerabat masing-masing. Tempat berlindung yang berbeda itu menjadi pilihan warga untuk menjauhi permukiman yang masih tergenang sekaligus mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Mereka tidak hanya mempertimbangkan kondisi genangan saat ini, tetapi juga potensi naiknya air kembali. Kekhawatiran tersebut mendorong warga untuk tetap berada di lokasi yang dirasa lebih aman hingga situasi memungkinkan mereka kembali. Dengan demikian, pengungsian dilakukan sebagai langkah berjaga-jaga, bukan semata-mata karena air telah memasuki lingkungan rumah. Warga berupaya mengurangi risiko apabila kondisi banjir memburuk.
BPBD mencatat bahwa jumlah pengungsi dari kedua gampong mencapai 112 orang. Ketinggian air sekitar 30 hingga 60 sentimeter menjadi gambaran kondisi banjir yang dihadapi warga, sementara potensi kenaikan air masih menjadi perhatian. Warga memilih bertahan di Kompi Brimob atau rumah kerabat untuk mengantisipasi banjir susulan dan menghindari dampak jika genangan bertambah. Kekhawatiran terhadap kemungkinan air kembali meningkat menjadi alasan penting di balik keputusan meninggalkan rumah. Selama ancaman tersebut masih dirasakan, pengungsian memberikan pilihan sementara bagi warga untuk berada di luar kawasan yang terdampak. Laporan BPBD ini menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi mengantisipasi perubahan kondisi air dan menjaga keselamatan warga.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Trumon Tengah. Bupati Mirwan menyerahkan bantuan tersebut di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh. Penyaluran ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan warga Lhok Raya dan Cot Bayu yang terdampak bencana, terutama selama mereka berada dalam masa tanggap darurat dan menjalani aktivitas di tempat pengungsian. Kehadiran bantuan di posko diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, sembari penanganan darurat berlangsung.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi keluarga. Bahan pangan yang tersedia meliputi beras, mi instan, sarden, kecap, saus, biskuit, serta makanan siap saji. Pemerintah daerah juga menyediakan air mineral dan minyak goreng untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para pengungsi. Selain bahan makanan, bantuan meliputi family kit, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, dan mukena. Beragam barang tersebut disiapkan agar kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan anak dan perlengkapan pribadi, dapat terbantu selama warga berada jauh dari rumah. Penyaluran bantuan masa panik ini menjadi salah satu dukungan langsung pemerintah daerah bagi masyarakat terdampak banjir.
Selain menyalurkan barang, pemerintah daerah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu penyediaan makanan bagi warga yang mengungsi, dengan dukungan logistik yang telah dihimpun. Dapur umum juga menjadi bagian dari layanan darurat di lokasi pengungsian, sehingga kebutuhan makanan dapat ditangani secara terpusat. Kehadiran fasilitas ini penting bagi keluarga yang belum dapat kembali ke rumah atau menyiapkan makanan sendiri setelah banjir. Bantuan pangan dan perlengkapan disalurkan bersamaan dengan upaya memenuhi kebutuhan pengungsi di posko. Pemerintah daerah melalui langkah tersebut berupaya menjaga agar warga Lhok Raya dan Cot Bayu memperoleh dukungan selama masa darurat. Warga dapat memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan keluarga, sementara dapur umum menjadi penunjang pemenuhan konsumsi harian selama berada di tenda. Penyerahan bantuan oleh Bupati Mirwan di posko Kompi Brimob menegaskan dukungan pemerintah kabupaten terhadap warga yang menghadapi dampak banjir di Trumon Tengah.
Keuchik Lhok Raya, Rasi Riadi, menyebut robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya sebagai pemicu banjir yang melanda kawasan tersebut. Setelah tanggul jebol, air sungai meluap dan mengalir ke permukiman, lalu menggenangi rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran, terutama apabila hujan kembali turun dan debit sungai meningkat. Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya kondisi tanggul bagi perlindungan permukiman di sekitar aliran sungai, khususnya ketika curah hujan tinggi menyebabkan air bertambah dan berpotensi meluap.
Rasi berharap pemerintah kabupaten dapat membangun kembali bagian tanggul yang roboh agar perlindungan bagi warga dapat dipulihkan. Menurut keterangan yang disampaikan, panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 210 meter. Pembangunan kembali pada bagian tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko air sungai masuk ke kawasan rumah warga ketika hujan deras terjadi. Harapan itu juga berkaitan dengan kebutuhan penanganan yang memadai pada titik kerusakan, sehingga tanggul dapat kembali menjalankan fungsinya. Warga membutuhkan perhatian pemerintah terhadap kerusakan tersebut, baik dalam upaya pemulihan maupun langkah untuk mengantisipasi ancaman banjir berikutnya.
Di tengah penanganan dampak banjir, Bupati Mirwan menginstruksikan jajaran pemerintah dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Instruksi itu disampaikan karena prakiraan menunjukkan curah hujan tinggi berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan dan dapat memicu banjir susulan. Kesiapsiagaan diperlukan agar perkembangan kondisi dapat dipantau dan langkah penanganan dapat dilakukan apabila situasi memburuk.
Baca juga: Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Salurkan 77.000 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan | Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Terus Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan






