Kabupaten Aceh Selatan | Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari setelah banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Trumon Tengah. Penetapan tersebut menjadi langkah resmi pemerintah daerah dalam merespons kondisi yang terjadi di kawasan terdampak. Masa tanggap darurat ditentukan selama dua pekan, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan dalam kerangka waktu yang telah ditetapkan.
Keputusan itu diambil setelah Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, meninjau beberapa titik yang terdampak banjir. Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi wilayah secara langsung, sekaligus memperoleh gambaran mengenai dampak banjir di sejumlah lokasi. Selain hasil kunjungan, pemerintah daerah juga menelaah laporan yang diterima sebelum menetapkan status tanggap darurat.
Proses tersebut memperlihatkan bahwa penetapan status mempertimbangkan keadaan di lapangan dan informasi yang dihimpun pemerintah. Dengan dasar itu, keputusan tidak hanya merujuk pada laporan tertulis, tetapi juga didahului oleh peninjauan terhadap beberapa titik terdampak oleh kepala daerah. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kemudian menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari sebagai respons atas banjir yang merendam wilayah di Kecamatan Trumon Tengah.
Status tanggap darurat memberikan kerangka bagi pemerintah daerah untuk mengoordinasikan penanganan bencana selama periode yang telah ditentukan. Informasi mengenai penetapan ini juga menegaskan bahwa banjir di sejumlah wilayah Trumon Tengah menjadi perhatian pemerintah kabupaten. Peninjauan Bupati Mirwan MS dan telaah atas laporan yang diterima menjadi bagian dari rangkaian pertimbangan sebelum keputusan tersebut diambil. Tidak ada tanggal kalender yang dicantumkan untuk penetapan, selain keterangan bahwa keputusan diumumkan pada Sabtu.
Dengan berlakunya status selama 14 hari, pemerintah daerah memiliki periode khusus untuk menjalankan respons terhadap situasi banjir sesuai kebutuhan dan perkembangan di wilayah terdampak. Penetapan ini merupakan keputusan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan setelah menilai kondisi melalui kunjungan lapangan dan laporan yang tersedia. Langkah tersebut secara khusus berkaitan dengan banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Trumon Tengah.
Banjir yang melanda Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, berdampak pada warga di Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya. Air dilaporkan menggenangi permukiman di kedua gampong tersebut dengan ketinggian sekitar 30 hingga 60 sentimeter. Genangan itu membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu dan mendorong sebagian keluarga meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 112 orang. Mereka berpindah ke sejumlah lokasi, termasuk kompi Brimob dan rumah kerabat. Pengungsian dilakukan sebagai langkah berjaga-jaga di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya mereda. Bagi warga, menjauh dari rumah untuk sementara menjadi pilihan yang dianggap lebih aman daripada bertahan di tengah genangan dan ketidakpastian keadaan.
Warga memilih mengungsi karena khawatir banjir susulan kembali terjadi. Kekhawatiran tersebut muncul setelah air masuk ke kawasan tempat tinggal mereka, sementara perubahan kondisi di lapangan dapat membuat situasi kembali memburuk. Dengan berada di lokasi pengungsian atau di rumah keluarga, warga berharap dapat mengurangi risiko apabila ketinggian air bertambah. Keputusan ini juga memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjaga keselamatan anggota rumah tangga, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Dampak banjir di Cot Bayu dan Lhok Raya menunjukkan bahwa genangan dengan ketinggian puluhan sentimeter tetap dapat memaksa warga mengambil langkah darurat. Pengungsian 112 orang menjadi gambaran langsung dari gangguan yang dialami masyarakat di dua gampong tersebut. Selama ancaman banjir susulan masih dikhawatirkan, warga yang meninggalkan rumah perlu terus memantau informasi dan perkembangan kondisi setempat sebelum memutuskan untuk kembali. Sementara itu, rumah dan lingkungan permukiman yang tergenang menjadi perhatian warga ketika mereka menilai apakah keadaan sudah cukup aman untuk pulang. Bagi sebagian warga, kedekatan dengan kerabat menyediakan tempat sementara, sedangkan kompi Brimob menjadi lokasi lain yang dipilih untuk berlindung. Perpindahan tersebut mencerminkan upaya masyarakat menyesuaikan diri dengan situasi banjir di Trumon Tengah.
Keuchik Lhok Raya, Rasi Riadi, menyebut banjir di wilayahnya terjadi setelah tanggul Sungai Lae Soeraya roboh. Menurut keterangan Rasi, air sungai kemudian meluap dan menggenangi rumah-rumah penduduk. Pernyataan tersebut menjelaskan hubungan robohnya tanggul dan masuknya air ke kawasan permukiman, sebagaimana ia sampaikan terkait kejadian banjir di Lhok Raya. Air yang menggenangi rumah warga menjadi dampak langsung yang ia laporkan setelah tanggul tidak lagi menahan aliran sungai.
Rasi juga menyampaikan bahwa bagian tanggul yang roboh memiliki panjang sekitar 210 meter. Kerusakan pada bentang tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian pemerintah kabupaten dalam penanganan dampak banjir dan pemulihan perlindungan di sepanjang sungai. Ia berharap tanggul yang roboh dapat dibangun kembali, sehingga kawasan permukiman memperoleh perlindungan sebagaimana dibutuhkan. Harapan itu disampaikan secara khusus kepada pemerintah kabupaten, yang diharapkan menindaklanjuti kondisi tanggul Lae Soeraya tersebut.
Keterangan Keuchik Lhok Raya itu menempatkan kondisi tanggul sebagai hal penting dalam melihat genangan yang dialami penduduk. Rasi meminta agar pembangunan kembali mencakup panjang tanggul yang roboh, yakni sekitar 210 meter, berdasarkan informasi yang ia sampaikan. Dengan demikian, kebutuhan yang ia tekankan adalah perbaikan pada bagian tanggul yang rusak dan pemulihan fungsi perlindungannya. Ia berharap perhatian pemerintah kabupaten dapat diwujudkan melalui pembangunan kembali, agar warga tidak terus menghadapi kerentanan akibat kondisi tanggul tersebut. Tidak ada keterangan tambahan dari Rasi mengenai penyebab robohnya tanggul, sehingga informasi yang dapat disampaikan terbatas pada laporan bahwa tanggul Sungai Lae Soeraya roboh, air sungai menggenangi rumah penduduk, serta permintaan agar bagian sepanjang 210 meter itu dibangun kembali. Penjelasan tersebut menjadi dasar untuk memahami kebutuhan penanganan infrastruktur di lokasi banjir, tanpa menambahkan dugaan mengenai faktor lain. Rasi menyampaikan harapannya agar pemerintah kabupaten memberi perhatian terhadap tanggul yang roboh di Lhok Raya sebagai bagian dari upaya menangani situasi yang dihadapi penduduk.Penetapan status tanggap darurat banjir di Trumon Tengah dimaksudkan untuk mempercepat penanganan dampak banjir sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir susulan. Dengan status tersebut, jajaran terkait diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam mengoordinasikan langkah penanganan, memantau kondisi wilayah terdampak, serta memenuhi kebutuhan warga yang memerlukan bantuan. Upaya ini menjadi penting karena prakiraan cuaca menunjukkan potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko kenaikan debit air dan genangan masih perlu diantisipasi. Pemerintah daerah meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi resmi dan memperhatikan perubahan keadaan di sekitar tempat tinggal. Kewaspadaan sejak dini dapat membantu warga mengambil langkah yang tepat apabila situasi berkembang, tanpa menunggu kondisi menjadi lebih sulit ditangani.
Mirwan menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan koordinasi berjalan dengan baik. Pemantauan terhadap kondisi lapangan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan yang berpotensi terdampak banjir. Petugas juga diminta bersiap menjalankan langkah penanganan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi, termasuk berkoordinasi dengan unsur terkait agar informasi dan bantuan dapat disampaikan secara tertib. Kesiapan personel dan komunikasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan hujan lanjutan. Instruksi tersebut menekankan agar setiap unsur tidak lengah, tetap responsif terhadap laporan warga, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap tindakan. Pemerintah dan satuan tugas diharapkan memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi serta langkah yang perlu dilakukan warga.
Di sisi lain, Mirwan mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik membeli kebutuhan pokok.
Baca juga: Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Salurkan 77.000 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan | Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Terus Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan




