52 Lurah Peserta BSA 2026 Dibekali Keterampilan Pemasaran dan Konten

52 Lurah Peserta BSA 2026 Dibekali Keterampilan Pemasaran dan Konten

Jakarta | Sebanyak 52 lurah yang menjadi peserta Benyamin S Award (BSA) 2026 mengikuti pelatihan khusus dari tim ParagonCorp. Kegiatan tersebut berlangsung ketika para lurah mengunjungi Paragon Community Hub di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 27 Oktober. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan pemasaran dan pembuatan konten, sehingga mereka dapat menyampaikan berbagai informasi secara lebih baik kepada masyarakat.

Materi yang diberikan diarahkan agar para lurah mampu berperan sebagai marketer sekaligus content creator yang baik. Bekal tersebut relevan dengan tanggung jawab mereka dalam mengenalkan kegiatan, program, serta potensi wilayah kepada warga dan khalayak yang lebih luas. Dalam konteks pelayanan publik, penyampaian informasi yang jelas dan menarik dapat membantu masyarakat memahami apa yang dilakukan pemerintah kelurahan serta bagaimana mereka dapat terlibat.

Peran marketer dan kreator konten tidak hanya berkaitan dengan promosi. Keduanya juga menuntut pemahaman tentang pesan yang ingin disampaikan dan pihak yang menjadi sasaran komunikasi. Dengan kemampuan tersebut, lurah diharapkan dapat mengemas informasi mengenai lingkungan masing-masing secara tepat, sekaligus menjaga agar pesan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan dari ParagonCorp memberi ruang bagi peserta untuk memperoleh bekal dalam menjalankan peran komunikasi tersebut.

Kehadiran 52 lurah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembekalan bagi peserta BSA 2026. Kunjungan ke Paragon Community Hub sekaligus menghadirkan kesempatan untuk mengenal pendekatan pemasaran dan konten dalam suasana pembelajaran bersama. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung para lurah dalam menyampaikan informasi secara lebih efektif dan membangun komunikasi yang dekat dengan warga. Dengan demikian, keterampilan yang diasah melalui pelatihan dapat bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari di wilayah masing-masing, terutama saat memperkenalkan program dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi.Faisal, Kepala Bagian Kerja Sama Pihak Ketiga Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Setda Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan bahwa pelatihan pemasaran dan pembuatan konten bagi peserta BSA 2026 merupakan bentuk apresiasi Biro KSD kepada seluruh lurah yang mengikuti program tersebut. Apresiasi ini tidak hanya ditujukan kepada peserta yang berhasil menjadi finalis, tetapi juga diberikan kepada semua peserta. Menurut Faisal, keterlibatan para lurah dalam BSA patut dihargai karena menunjukkan kesediaan mereka untuk belajar, mengembangkan kapasitas, serta mengambil bagian dalam upaya menghadirkan inovasi di wilayah masing-masing.

Pelatihan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta dalam menyampaikan potensi dan program wilayah secara lebih efektif. Keterampilan pemasaran dan pembuatan konten dapat membantu lurah memperkenalkan inisiatif, menjangkau masyarakat, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan berbagai pihak. Faisal berharap para lurah mampu tumbuh menjadi urban estate manager yang andal. Peran tersebut menuntut pemahaman terhadap kebutuhan kawasan, kemampuan mengelola sumber daya, dan kecakapan untuk mendorong kolaborasi demi meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Bekal dari pelatihan ini diharapkan mendukung para peserta dalam menjalankan tugas tersebut dengan lebih percaya diri dan terarah.

Kolaborasi dengan ParagonCorp disebut sebagai wujud kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mitra dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur di tingkat wilayah. Keterlibatan mitra memungkinkan penyelenggaraan kegiatan yang memberi nilai tambah bagi peserta, sekaligus memperluas ruang kerja sama untuk menjawab kebutuhan pembangunan kota. Yasir, External Relation Lead ParagonCorp, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia memandang pelatihan ini sebagai kesempatan bagi ParagonCorp untuk berkontribusi kepada Pemprov DKI Jakarta melalui para lurah. Dengan mendukung pengembangan keterampilan mereka, kontribusi itu diharapkan dapat tersalurkan secara langsung kepada penggerak pelayanan dan pengelolaan wilayah. Kerja sama ini pun memperlihatkan bagaimana sinergi pemerintah daerah dan sektor swasta dapat mendukung peningkatan kapasitas, memperkuat peran lurah, serta mendorong lahirnya pengelolaan kawasan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Pelatihan bagi 52 lurah peserta BSA 2026 kali ini memiliki penekanan yang berbeda dibandingkan pembekalan yang pernah diberikan ParagonCorp kepada finalis BSA sebelumnya. Pada kesempatan terdahulu, perusahaan memberikan pelatihan public speaking untuk membantu para finalis berbicara di hadapan audiens. Materi tersebut menjadi bekal penting, tetapi kebutuhan komunikasi para lurah juga mencakup kemampuan menjelaskan program kerja dan memanfaatkan kanal digital secara tepat.

Karena itu, pelatihan kali ini lebih diarahkan pada cara menyampaikan program serta penggunaan media sosial. Kedua hal tersebut dinilai berkaitan erat dengan upaya memperkenalkan berbagai inisiatif yang telah dijalankan di wilayah masing-masing. Melalui penyampaian yang jelas dan pemanfaatan media sosial, informasi mengenai program dapat menjangkau masyarakat dengan lebih luas. Pembekalan ini juga memberi ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana pesan tentang kegiatan di wilayah dapat dikomunikasikan kepada publik.

Menurut Yasir, kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi ParagonCorp dan para pimpinan wilayah. Sebelumnya, kerja sama perusahaan lebih banyak dilakukan bersama masyarakat. Dengan melibatkan lurah, hubungan kolaboratif dapat berkembang dengan menjangkau pihak yang memiliki peran dalam memimpin dan mengelola wilayah. Pelatihan ini menjadi salah satu kesempatan untuk membangun interaksi serta memahami bentuk dukungan yang dapat dilakukan bersama, tanpa mengesampingkan program yang telah berjalan di lingkungan masing-masing.

Yasir berharap program-program baik yang sudah dijalankan para lurah dapat tersampaikan dan dipublikasikan kepada publik. Harapan tersebut menegaskan pentingnya komunikasi agar berbagai inisiatif di tingkat wilayah tidak hanya diketahui oleh pihak yang terlibat langsung, tetapi juga dapat memperoleh perhatian masyarakat luas. Dengan keterampilan menyampaikan program dan menggunakan media sosial, para lurah diharapkan mampu mengenalkan kerja serta kegiatan mereka secara lebih efektif. Publikasi yang baik juga dapat membantu masyarakat memahami manfaat program dan mengetahui upaya yang dilakukan di wilayahnya.

Pelatihan keterampilan pemasaran dan pembuatan konten bagi 52 lurah peserta menjadi pelatihan ketiga dalam rangkaian BSA 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses yang dirancang untuk mendukung para lurah dalam mengikuti program sekaligus memperkuat kemampuan mereka menyampaikan berbagai inisiatif di wilayah masing-masing. Dengan bekal pemasaran dan konten, upaya kelurahan dapat dikomunikasikan secara lebih terarah kepada masyarakat. Pelatihan tersebut juga melengkapi tahapan yang telah dilalui peserta sejak awal kompetisi, sehingga proses penilaian tidak hanya bertumpu pada satu kegiatan atau satu momen. Setiap tahap memberi ruang untuk melihat kerja dan perkembangan kelurahan secara lebih menyeluruh.

Sebelum pelatihan ketiga ini, para lurah telah melewati penyisihan dan festival, kemudian mengikuti presentasi final. Rangkaian tersebut menjadi cara untuk meninjau berbagai upaya yang dilakukan setiap kelurahan dalam membangun lingkungan yang lebih bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Keempat aspek itu merupakan pilar BSA 2026 dan menjadi landasan dalam melihat kualitas wilayah yang dikembangkan. Karena itu, perhatian dalam program tidak hanya mengarah pada hasil akhir, tetapi juga pada inisiatif dan langkah yang ditempuh kelurahan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Pelatihan pemasaran dan konten membantu peserta mengemas serta menyampaikan upaya tersebut sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Penghargaan BSA 2026 ditujukan untuk mengapresiasi lurah di seluruh Provinsi DKI Jakarta yang berhasil meningkatkan kualitas wilayahnya. Melalui tahapan penyisihan, festival, presentasi final, dan pelatihan, rangkaian program memberikan gambaran mengenai upaya kelurahan dalam memenuhi pilar-pilar tersebut. Apresiasi ini sekaligus menempatkan kerja di tingkat kelurahan sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera bagi warga. Setelah seluruh tahapan berlangsung, rangkaian kegiatan BSA 2026 dijadwalkan berakhir pada acara puncak yang akan digelar pada 30 Oktober.

Baca juga: Culture Day Peserta Staffex SGS 2026 Ulik Budaya Indonesia Di Saung Angklung Udjo | Peserta Super Garuda Shield 2026 Simulasikan Respons Terpadu Hadapi Bencana | Bukan Sekadar Jalan Santai, 10 Ribu Peserta Satukan Langkah di HUT TNI