Yogyakarta | PSIM Yogyakarta kembali belum mampu meraih kemenangan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Isenmulang Kalteng FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Sabtu itu berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat kedua tim harus berbagi satu poin, tetapi belum cukup untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen sementara.
Tambahan satu poin belum mengangkat PSIM dari peringkat ke-17. Tim asal Yogyakarta itu kini mengoleksi dua poin dari tujuh pertandingan, dan masih berada di area bawah klasemen. Dengan hasil terbaru ini, PSIM juga belum mencatat kemenangan dalam tujuh laga awal musim. Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa tim masih mencari hasil positif pertamanya di kompetisi musim ini, sementara persaingan terus berjalan.
Di sisi lain, Isenmulang Kalteng FC menempati urutan ke-16 dengan tiga poin. Meski berada satu tingkat di atas PSIM, Isenmulang juga masih menghuni zona degradasi. Karena itu, skor imbang di Bali belum mengubah keadaan kedua klub secara berarti: PSIM tetap di posisi ke-17, sedangkan Isenmulang berada di posisi ke-16. Selisih keduanya di klasemen saat ini hanya satu poin.
Laga tanpa gol tersebut menjadi hasil yang penting bagi catatan klasemen kedua tim pada pekan ketujuh, terutama karena keduanya sama-sama membutuhkan tambahan poin. Namun, hasil pertandingan hanya memastikan bahwa PSIM dan Isenmulang membawa pulang satu poin masing-masing. Tidak ada perubahan posisi yang membawa salah satu tim keluar dari zona bawah berdasarkan klasemen setelah pertandingan ini. PSIM kini harus melanjutkan kompetisi dengan target memperoleh kemenangan pertamanya, sedangkan Isenmulang berupaya menambah poin agar dapat menjauh dari area degradasi. Untuk saat ini, kedua tim masih menghadapi situasi sulit di papan bawah, dan pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan lanjutan untuk memperbaiki posisi mereka.
PSIM Yogyakarta langsung menunjukkan pendekatan agresif meski pertandingan baru dimulai. Tim yang ditangani pelatih sementara Guntur Cahyo Utomo berusaha menekan pertahanan Isenmulang dan mencari peluang melalui tembakan dari luar kotak penalti. Ancaman pertama datang saat laga baru berjalan 36 detik. Adrian Purzycki melepaskan tembakan jarak jauh yang menguji kesiapan Lucas Frigeri di bawah mistar Isenmulang. Kiper tersebut mampu merespons dan menjaga gawangnya tetap aman. Aksi cepat itu menjadi penanda bahwa PSIM ingin mengambil inisiatif sejak awal, sekaligus membuat Isenmulang perlu lebih cermat mengantisipasi serangan tuan rumah.
Tekanan PSIM berlanjut pada menit ketujuh, ketika kesalahan umpan Frigeri membuka kesempatan bagi Ezequiel Vidal. Vidal segera mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan mengarahkan bola ke gawang yang sudah kosong. Namun, upaya itu tidak menghasilkan gol karena bola hasil hadangannya justru melebar dari sasaran. Peluang tersebut menjadi salah satu momen paling berbahaya pada awal babak pertama. Isenmulang kemudian kembali mendapat ancaman dua menit berselang. Franco Ramos Mingo menyambut bola dengan sundulan, tetapi Frigeri kali ini berada dalam posisi tepat untuk mengamankannya. Penyelamatan itu membantu tim tamu bertahan di tengah tekanan PSIM.
Memasuki bagian akhir babak pertama, PSIM kembali berupaya memecah kebuntuan melalui serangan yang melibatkan Vidal. Penyerang tersebut memperoleh kesempatan untuk melepaskan tendangan ke arah gawang, tetapi Frigeri kembali tampil sigap dan menangkap bola. Beberapa peluang itu memperlihatkan bahwa PSIM mampu menciptakan ancaman, meski penyelesaian akhir belum cukup untuk mengubah keadaan. Sementara itu, Isenmulang bertahan dengan mengandalkan respons kipernya, terutama ketika tekanan datang dalam situasi yang berpotensi menghasilkan gol. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, kedua tim belum mampu mencetak gol. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0, setelah PSIM gagal mengonversi sejumlah kesempatan awal menjadi keunggulan.
Pada babak pertama, Isenmulang mencatat sejumlah upaya untuk merespons permainan PSIM. Urutan peluang tuan rumah dimulai pada menit ke-15, ketika Firman Ramadhan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola hasil sepakan tersebut melambung dan tidak mengarah ke gawang. Setelah percobaan Firman, Isenmulang kembali memperoleh kesempatan pada menit ke-25. Kali ini, Shafa Abdillah menjadi pemain yang melepaskan tembakan. Upaya itu tercatat sebagai tembakan tepat sasaran pertama tuan rumah dalam pertandingan. Bola mengarah ke gawang, tetapi Cahya Supriadi berhasil mengamankannya. Dengan demikian, dua percobaan Isenmulang pada menit ke-15 dan ke-25 berakhir tanpa menghasilkan gol. Peluang pertama berupa tembakan Firman dari luar kotak penalti, sedangkan peluang berikutnya datang melalui tembakan Shafa yang tepat sasaran.
Dua menit setelah tembakan Shafa diamankan, Isenmulang kembali menciptakan peluang. Pada menit ke-27, Kenji Nishioka memberikan umpan kepada Modou Manneh. Pemain asal Gambia itu menyambut umpan tersebut dengan tendangan ke arah gawang. Namun, bola hasil tendangannya melebar tipis di sisi kanan gawang. Kesempatan itu menjadi rangkaian peluang Isenmulang setelah upaya Firman Ramadhan dan tembakan Shafa Abdillah pada menit-menit sebelumnya. Urutan waktunya berlangsung dari tembakan Firman pada menit ke-15, tembakan tepat sasaran Shafa pada menit ke-25, lalu umpan Kenji kepada Manneh dua menit kemudian. Dalam rangkaian itu, Cahya Supriadi mengamankan tembakan Shafa, sementara tendangan Manneh melebar di sisi kanan gawang.
Catatan peluang tuan rumah pada babak pertama tersebut memuat tiga momen dengan waktu dan hasil berbeda. Pada menit ke-15, Firman Ramadhan menembak dari luar kotak penalti dan bola melambung. Sepuluh menit berselang, Shafa Abdillah melepaskan tembakan tepat sasaran pertama Isenmulang, yang diamankan Cahya Supriadi. Kemudian, pada menit ke-27, Kenji Nishioka mengirim umpan untuk Modou Manneh. Sambutan Manneh berupa tendangan yang melebar tipis di sisi kanan gawang. Ketiga kejadian itu berlangsung berurutan pada babak pertama dan tidak mengubah kedudukan menjadi gol bagi Isenmulang.
Memasuki babak kedua, PSIM berusaha meningkatkan tekanan untuk mencari gol kemenangan setelah kedua tim gagal memecah kebuntuan sebelum jeda. Tim asuhan pelatih sementara Guntur Cahyo Utomo mencoba memanfaatkan setiap kesempatan di area pertahanan Isenmulang, tetapi upaya mereka belum menghasilkan peluang yang benar-benar berujung gol. Isenmulang tetap menjaga organisasinya dan mengandalkan Lucas Frigeri di bawah mistar untuk meredam ancaman. Jalannya pertandingan pun berlangsung ketat, dengan PSIM berupaya membangun serangan sementara lawan menutup ruang gerak para pemain depan. Meski penguasaan dan tekanan terus diarahkan ke lini belakang Isenmulang, penyelesaian akhir menjadi kendala bagi tim asal Yogyakarta itu.
Peluang PSIM berikutnya hadir pada menit ke-65. Savio Sheva melepaskan tembakan jarak jauh yang sempat terlepas dari penguasaan Frigeri. Bola muntah tersebut membuka kesempatan bagi PSIM untuk menyambar dan mengubah kedudukan, tetapi tidak ada pemain yang berada cukup dekat untuk menuntaskannya. Kesempatan itu pun berlalu tanpa menghasilkan gol. Delapan menit kemudian, Savio kembali mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Kali ini, Frigeri mampu mengamankan bola dengan baik sehingga ancaman PSIM kembali dapat dipatahkan. Dua percobaan tersebut menunjukkan bahwa PSIM masih berusaha mencari celah, meski penjaga gawang Isenmulang tampil sigap ketika dibutuhkan.
PSIM terus berupaya hingga menit-menit akhir, tetapi peluang terakhir mereka juga belum membuahkan hasil. Pada menit ke-88, Ezequiel Vidal memenangi duel udara saat menyambut umpan silang. Sundulannya mengarah ke atas dan melambung, sehingga Isenmulang terhindar dari ancaman di penghujung laga.






