Jakarta | Klaim bahwa Lesti Kejora mengadakan undian berhadiah melalui permainan menebak kata tersembunyi dinyatakan hoaks. Informasi tersebut beredar di Facebook pada 8 Oktober 2026, melalui sebuah unggahan yang menggunakan foto penyanyi tersebut. Dalam unggahan itu, pengguna diajak menebak jawaban dari kata yang disembunyikan, lalu mengirimkan jawabannya melalui Messenger. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan yang diklaim dapat digunakan untuk mengirim pesan. Namun, materi itu bukan bukti bahwa Lesti Kejora benar-benar menyelenggarakan undian atau menawarkan hadiah kepada publik.
Format ajakan dalam unggahan berpotensi membuat pembaca mengira permainan tersebut merupakan promosi resmi. Penggunaan foto figur publik, instruksi untuk menjawab teka-teki, dan janji hadiah dapat memberi kesan bahwa peserta hanya perlu mengikuti langkah sederhana agar berkesempatan menang. Tautan untuk menghubungi pengunggah melalui Messenger juga mendorong pengguna berpindah dari unggahan ke percakapan pribadi. Karena itu, pembaca sebaiknya tidak langsung menganggap ajakan tersebut sah hanya karena memuat foto atau nama seorang selebritas. Identitas yang dicantumkan dalam sebuah unggahan tidak otomatis membuktikan keterlibatan orang yang bersangkutan.
Pemeriksaan terhadap klaim ini menegaskan bahwa undian tebak kata tersebut tidak dapat dikaitkan dengan Lesti Kejora. Jangan mengirim jawaban, data pribadi, kode verifikasi, ataupun informasi akun melalui tautan dan percakapan yang disertakan dalam unggahan yang belum terverifikasi. Pengguna juga sebaiknya menghindari meneruskan tautan itu kepada orang lain sebelum memastikan sumbernya. Untuk memeriksa promosi yang mengatasnamakan figur publik, telusuri kanal resmi yang terverifikasi dan cari pengumuman yang sama pada sumber tepercaya. Jika informasi hanya muncul dari akun yang tidak jelas dan tidak didukung kanal resmi, perlakukan sebagai klaim meragukan. Dengan demikian, unggahan Facebook bertanggal 8 Oktober 2026 tersebut patut dikenali sebagai hoaks, bukan undian resmi Lesti Kejora.
Penelusuran terhadap klaim giveaway tebak kata yang mencatut nama Lesti Kejora menemukan adanya pernyataan langsung dari Rizky Billar mengenai penyalahgunaan nama istrinya di media sosial. Billar menegaskan bahwa informasi tentang hadiah atau kegiatan tersebut bukan berasal dari dirinya, Lesti, maupun pihak manajemen. Pernyataan itu menjadi konteks penting untuk menilai klaim yang beredar, sebab pihak yang namanya disebut dalam unggahan telah menyampaikan bahwa mereka tidak menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dengan demikian, klaim yang mengatasnamakan Lesti tidak dapat diperlakukan sebagai pengumuman resmi hanya karena memakai nama atau foto dirinya. Masyarakat perlu membedakan unggahan pihak lain dari informasi yang benar-benar diterbitkan melalui kanal resmi.
Billar menyampaikan penegasan itu di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, pada Selasa, 7 April 2026. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa dirinya dan Lesti tidak pernah mengadakan giveaway dalam bentuk apa pun. Ia juga menyebut pihak manajemen tidak pernah menyelenggarakan kegiatan serupa. Pernyataan tersebut mencakup berbagai bentuk giveaway, sehingga tidak ada dasar untuk menganggap kuis tebak kata yang beredar sebagai acara resmi mereka. Informasi ini relevan bagi pengguna media sosial yang menjumpai promosi hadiah dengan membawa nama pasangan tersebut, terutama ketika unggahan meminta partisipasi atau mengarahkan pembaca untuk mengikuti ketentuan tertentu. Penegasan Billar secara langsung memperjelas posisi mereka terkait klaim itu.
Karena itu, klaim giveaway tebak kata atas nama Lesti Kejora dipastikan tidak berasal dari Lesti, Billar, ataupun manajemen mereka. Pernyataan yang disampaikan Billar hanya menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengadakan giveaway, serta bahwa nama Lesti disalahgunakan di media sosial. Tidak ada keterangan dalam pernyataan tersebut yang memastikan siapa pengunggahnya atau apa tujuan di balik unggahan itu, sehingga hal-hal tersebut tidak sepatutnya disimpulkan tanpa bukti tambahan. Pembaca dapat menggunakan klarifikasi ini untuk memahami bahwa penggunaan nama figur publik pada sebuah unggahan tidak otomatis menunjukkan adanya kerja sama atau persetujuan. Sebelum mempercayai informasi hadiah, periksa pengumuman melalui kanal resmi yang dapat dipastikan kepemilikannya. Jika tidak ditemukan konfirmasi yang sesuai, jangan menganggap unggahan itu sebagai kegiatan resmi Lesti Kejora, Rizky Billar, ataupun manajemen mereka.
Kuasa hukum Lesti Kejora, Sadrakh Seskoadi, mengingatkan masyarakat agar terhadap akun-akun media sosial palsu yang menggunakan nama maupun identitas kliennya. Akun tersebut bukan kanal resmi Lesti, tetapi dibuat untuk menjangkau pengguna dan menawarkan berbagai hal yang tampak menguntungkan. Menurut Sadrakh, modus yang digunakan beragam, sehingga masyarakat perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum menanggapi pesan, mengikuti instruksi, atau mengirimkan sesuatu kepada pihak yang mengaku sebagai Lesti.
Salah satu modus yang disebut adalah meminta data pribadi dengan iming-iming uang akan dilipatgandakan. Tawaran semacam ini dapat mendorong korban memberikan informasi penting atau melakukan transaksi tanpa mengetahui siapa pengelola akun sebenarnya. Ada pula akun yang menawarkan atau menjual merchandise dengan mencatut nama Lesti. Dalam modus lainnya, pelaku menyamar sebagai Lesti dan berkomunikasi langsung dengan pengguna. Kemiripan nama, foto, maupun gaya komunikasi dapat membuat akun palsu terlihat meyakinkan, terutama bagi orang yang tidak mengecek sumbernya secara cermat.
Sadrakh menyampaikan bahwa sejumlah akun yang diduga digunakan untuk melakukan penipuan telah dilaporkan kepada polisi agar dapat diproses lebih lanjut. Laporan yang diterima, katanya, mencakup korban dengan kerugian mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Besarnya kerugian tersebut menunjukkan bahwa tawaran melalui akun palsu bukan sekadar gangguan di media sosial, melainkan dapat berujung pada dampak finansial serius. Meski begitu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mempercayai klaim atau janji yang disampaikan oleh akun yang mengatasnamakan Lesti.
Ia mengimbau publik untuk tidak memberikan data pribadi, mengirim uang, atau membeli barang hanya berdasarkan pesan dari akun yang belum terverifikasi. Jika menemukan akun mencurigakan, masyarakat dapat menghindari interaksi dan menyimpan bukti komunikasi untuk membantu pelaporan. Pastikan informasi mengenai giveaway, penjualan merchandise, ataupun kegiatan lainnya berasal dari kanal resmi. Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan tawaran tersebut sebelum memastikan kebenarannya. Dengan bersikap cermat dan tidak mudah tergiur janji keuntungan, pengguna media sosial dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan yang memanfaatkan nama figur publik.Hasil pemeriksaan menegaskan bahwa klaim mengenai giveaway tebak kata yang mengatasnamakan Lesti Kejora tidak benar. Informasi yang beredar tersebut bukan pengumuman undian resmi dari Lesti. Penegasan ini sejalan dengan bantahan Rizky Billar, yang menyatakan bahwa Lesti tidak pernah mengadakan giveaway sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kabar tentang hadiah dan undian itu tidak dapat dianggap sebagai kegiatan yang benar-benar diselenggarakan oleh Lesti.
Pihak manajemen juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang beredar di media sosial. Peringatan ini disampaikan agar publik tidak mudah percaya pada klaim yang menggunakan nama Lesti Kejora, termasuk informasi tentang giveaway atau tebak kata yang tidak pernah ia adakan. Penggunaan nama figur publik dalam klaim semacam itu dapat membuat sebuah informasi tampak meyakinkan, tetapi hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa Lesti tidak pernah mengadakan giveaway yang dimaksud.
Dengan demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan dan bantahan Billar, klaim undian tebak kata atas nama Lesti Kejora dipastikan tidak benar. Pihak manajemen kembali mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan di media sosial. Penegasan ini penting agar informasi yang keliru tersebut tidak dipahami sebagai undian sungguhan ataupun dianggap berasal dari Lesti. Giveaway yang beredar itu bukan kegiatan yang pernah diadakan olehnya.






