Trafik Data Jogja–Solo Tumbuh 17 Persen, XL Smart Perluas Jangkauan 5G

Kota Magelang | XL Smart mencatat kenaikan trafik internet sebesar 17 persen di koridor Jogja–Solo dalam kurun satu tahun terakhir. Informasi tersebut disampaikan Senior VP Mobile Sales XL Smart Area DIY-Jateng, Joseph Marthinus Gultom, dalam media brief 5G XL Smart yang berlangsung di Solo pada Jumat, 16 Oktober 2026. Angka ini menempatkan koridor antarkota tersebut sebagai area dengan penggunaan layanan data yang terus berkembang, sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet untuk menjalankan berbagai aktivitas. Kenaikan trafik menjadi gambaran perubahan pemanfaatan konektivitas dalam keseharian warga, bukan sekadar pertambahan penggunaan jaringan semata, di kawasan ini dan sepanjang jalur penghubung antarkedua kota tersebut.

Pertumbuhan trafik tersebut menunjukkan bahwa internet semakin melekat pada kegiatan masyarakat. Konektivitas digunakan untuk mendukung beragam kebutuhan, mulai dari komunikasi hingga mengakses informasi dan layanan digital. Ketika semakin banyak aktivitas bergantung pada jaringan, ketersediaan akses yang dapat diandalkan menjadi semakin penting bagi warga maupun pelaku kegiatan ekonomi. Karena itu, kenaikan penggunaan data di koridor Jogja–Solo dapat dibaca sebagai penanda meningkatnya peran koneksi internet dalam rutinitas sehari-hari. Angka yang disampaikan perusahaan memberi gambaran mengenai dinamika kebutuhan tersebut, tanpa mengubahnya menjadi ukuran lain atau menarik kesimpulan di luar informasi yang tersedia.

Koridor Jogja–Solo menghubungkan dua wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, sehingga kebutuhan konektivitas hadir dalam berbagai konteks perjalanan dan aktivitas. Pertumbuhan trafik sebesar 17 persen dalam setahun terakhir memperkuat perhatian terhadap pentingnya jaringan yang mampu menunjang penggunaan internet. Bagi masyarakat, akses yang memadai membantu berbagai kegiatan berlangsung lebih lancar, baik ketika berada di rumah, tempat kerja, maupun saat bepergian. Bagi penyedia layanan, perkembangan kebutuhan ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menjaga mutu layanan dan menyesuaikan kapasitas jaringan. Pernyataan Joseph Marthinus Gultom tersebut menegaskan bahwa konektivitas kini menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat di sepanjang koridor Jogja–Solo.

Pertumbuhan trafik data di kawasan Jogja–Solo mencerminkan semakin luasnya aktivitas masyarakat yang bergantung pada konektivitas digital. Kegiatan belajar, bekerja, berusaha, hingga berbagi informasi kini berlangsung melalui jaringan, sehingga kebutuhan akses internet ikut meningkat. Di lingkungan pendidikan, pembelajaran hybrid menggabungkan pertemuan langsung dengan kelas daring, materi digital, dan komunikasi jarak jauh. Mahasiswa dapat mengikuti kuliah dari berbagai lokasi, mengakses sumber belajar, serta berkolaborasi secara online. Kebiasaan tersebut membuat koneksi yang memadai menjadi bagian penting dari kegiatan akademik sehari-hari.

Di Jogja, menurut Joseph, penggunaan digital banyak berkaitan dengan pendidikan, kreativitas, dan pariwisata. Kota ini memiliki komunitas mahasiswa, kreator lokal, serta wisatawan yang menggunakan internet untuk mencari informasi, membuat konten, dan membagikan pengalaman perjalanan. Foto, video, peta, dan rekomendasi destinasi kerap diunggah atau diakses secara langsung. Sementara itu, di Solo, pertumbuhan kebutuhan data berjalan seiring aktivitas perdagangan dan UMKM. Pelaku usaha memanfaatkan kanal digital untuk memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan pelanggan, dan menjalankan transaksi. Perbedaan kegiatan tersebut turut membentuk pola penggunaan data di masing-masing kota.

Perusahaan ingin konektivitas 5G mendukung kebutuhan sehari-hari yang beragam, bukan hanya penggunaan teknologi untuk keperluan khusus. Dukungan jaringan dapat membantu mahasiswa mengikuti kelas daring, wisatawan berbagi pengalaman selama perjalanan, serta pelaku usaha memasarkan produk secara digital. Bagi UMKM, aktivitas pemasaran dapat mencakup penyajian informasi produk, pembaruan konten, dan komunikasi dengan calon pembeli. Bagi wisatawan maupun kreator, berbagi konten menjadi cara untuk mendokumentasikan perjalanan dan menjangkau audiens. XL Ultra 5G disebut sebagai salah satu pilihan layanan yang ditawarkan. Dengan kebutuhan pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan kreativitas yang terus berjalan, perluasan jangkauan jaringan menjadi bagian dari upaya menghadirkan konektivitas bagi kegiatan masyarakat di Jogja dan Solo.

Pertumbuhan trafik data Jogja–Solo sebesar 17 persen mendorong XL Smart memperkuat jaringan 5G di area yang memiliki aktivitas tinggi dan nilai strategis. Respons ini ditempuh melalui strategi 5G blanket coverage, yakni upaya menghadirkan jangkauan yang lebih menyeluruh di kawasan sasaran, bukan sekadar menyediakan layanan pada beberapa titik terpisah. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat, wisatawan, dan pengunjung ketika beraktivitas di ruang publik.

Di Yogyakarta, penguatan jaringan mencakup sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi maupun memiliki peran penting bagi mobilitas kota. Kawasan Malioboro, Tugu Yogyakarta, dan Stasiun Tugu termasuk dalam area yang menjadi perhatian. Ketiganya melayani beragam kebutuhan, mulai dari kegiatan wisata dan aktivitas perkotaan hingga perjalanan menggunakan kereta. Penguatan jaringan di kawasan tersebut diharapkan membantu pelanggan mengakses layanan data saat berpindah tempat atau berada di tengah keramaian.

Perluasan di Yogyakarta juga menyasar Candi Prambanan, Jogja Expo Center (JEC), dan Stadion Kridosono. Lokasi-lokasi ini memiliki karakter penggunaan yang berbeda, seperti kunjungan wisata, penyelenggaraan pameran atau acara, serta kegiatan olahraga. Dengan menjadikan area strategis sebagai sasaran, perusahaan berupaya menyesuaikan kapasitas dan jangkauan jaringan dengan pola aktivitas pengguna. Namun, cakupan dan pengalaman layanan di setiap lokasi dapat berbeda sesuai kondisi serta kebutuhan jaringan setempat.

Di Solo, penguatan 5G disebut mencakup Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran. Ketiga kawasan tersebut mewakili titik transportasi, fasilitas olahraga, dan tujuan budaya yang berpotensi mengalami lonjakan pengguna pada waktu tertentu. Perluasan ini merupakan bagian dari respons terhadap kenaikan trafik di koridor Jogja–Solo, sekaligus langkah untuk memperbaiki ketersediaan konektivitas pada area prioritas. Strategi blanket coverage tidak berarti seluruh lokasi memiliki jangkauan yang identik; pengembangan dilakukan pada kawasan yang disebutkan dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan masing-masing area.

Perluasan jaringan di koridor Jogja–Solo ditopang oleh infrastruktur XL Smart di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Secara keseluruhan, perusahaan mengoperasikan lebih dari 40.000 BTS di kedua wilayah tersebut. Ketersediaan infrastruktur regional ini menjadi bagian dari upaya menjaga kapasitas dan jangkauan layanan, seiring meningkatnya trafik data di kawasan Jogja–Solo. BTS, atau base transceiver station, menghubungkan perangkat pelanggan dengan jaringan seluler dan mendukung akses layanan komunikasi sesuai teknologi yang tersedia di setiap lokasi. Karena itu, jumlah BTS dan sebaran teknologinya memberi gambaran mengenai skala jaringan yang menopang layanan di wilayah tersebut.

Di Jawa Tengah, XL Smart memiliki sekitar 35.100 BTS, termasuk lebih dari 8.000 BTS yang telah menggunakan teknologi 5G. Sementara itu, di DIY terdapat lebih dari 5.100 BTS, dengan lebih dari 1.300 di antaranya berteknologi 5G. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur 5G menjadi bagian dari jaringan regional, berdampingan dengan BTS yang menyediakan teknologi seluler lainnya. Perbedaan jumlah BTS di tiap wilayah juga mencerminkan cakupan infrastruktur yang dibangun di provinsi masing-masing. Dalam pengembangan jaringan, kapasitas, jangkauan, dan ketersediaan layanan menjadi pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Pengembangan di Jogja–Solo juga berada dalam konteks jangkauan nasional XL Smart. Perusahaan menyatakan layanan 5G-nya telah menjangkau 70 kota dan kabupaten di Indonesia. Selanjutnya, XL Smart merencanakan perluasan blanket coverage 5G secara bertahap ke Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kota Tegal pada November 2026. Rencana tersebut merupakan tahapan pengembangan berikutnya, bukan capaian yang telah terlaksana. Ekspansi berkelanjutan memungkinkan perusahaan memperluas area layanan sambil mengembangkan infrastruktur sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.