Kabupaten Bekasi | Kementerian Sosial menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu. Ajang ini menjadi ruang penghargaan bagi insan pers yang selama ini mengikuti perkembangan program Sekolah Rakyat dan menyampaikan informasinya kepada masyarakat. Penyelenggaraan di lingkungan sekolah tersebut juga menghadirkan konteks langsung mengenai program pendidikan yang menjadi perhatian dalam karya-karya jurnalistik yang diapresiasi.
Penghargaan diberikan untuk mengapresiasi dedikasi, konsistensi, dan kontribusi jurnalis dalam meliput serta mendokumentasikan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Melalui pemberitaan, laporan, dan dokumentasi, insan pers membantu merekam pelaksanaan program sekaligus menghadirkan cerita tentang pengalaman belajar para peserta didik. Karya jurnalistik dapat menjadi catatan mengenai upaya memperluas akses pendidikan, serta memberi ruang bagi publik untuk memahami tujuan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Anugerah ini menempatkan kerja jurnalistik sebagai bagian penting dalam mengabarkan program pendidikan kepada khalayak. Peliputan yang dilakukan secara tekun memungkinkan informasi tentang Sekolah Rakyat tersampaikan melalui beragam sudut pandang dan bentuk karya. Dokumentasi yang konsisten juga menjaga agar perkembangan program dan pengalaman anak-anak yang mengikutinya tidak hanya hadir sesaat dalam pemberitaan, tetapi dapat menjadi rekam jejak yang dibaca kembali. Apresiasi tersebut ditujukan kepada para pekerja pers yang meluangkan perhatian dan tenaga untuk mengikuti program serta menyusun informasi berdasarkan kegiatan yang mereka dokumentasikan. Dengan demikian, Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 menandai pengakuan atas kontribusi pers dalam mengangkat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Acara yang digelar Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Menengah Atas Kabupaten Bekasi itu sekaligus menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung pemahaman publik terhadap program tersebut, tanpa mengabaikan nilai kerja jurnalistik yang konsisten dan berdedikasi.
Dalam ajang apresiasi karya jurnalistik tentang Sekolah Rakyat, sejumlah karya dari kategori video dan foto berhasil menempati posisi juara. Hasil ini menunjukkan beragam cara redaksi mengangkat cerita mengenai program tersebut, baik melalui penyajian audiovisual maupun melalui kekuatan satu bingkai foto. Pengumuman pemenang juga memberikan pengakuan terhadap proses peliputan dan pilihan kreatif para peserta. Pada kategori video jurnalistik, tim feature TV meraih juara kedua lewat karya berjudul “Meraih Asa”.
Posisi juara kedua untuk “Meraih Asa” menjadi capaian tim feature TV dalam kategori video jurnalistik. Karya tersebut tercatat sebagai satu-satunya pemenang kategori video yang disebutkan dalam hasil lomba ini. Penyebutan judul dan unit asal tim membantu pembaca mengenali capaian tersebut secara tepat. Selain mengapresiasi hasil akhirnya, penghargaan ini menandai kontribusi tim feature TV dalam menyampaikan kisah Sekolah Rakyat melalui format video jurnalistik.
Pada kategori foto jurnalistik, Andry Denisah dari Biro Sulawesi Tenggara meraih juara kedua dengan karya berjudul “Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama”. Karya itu menempatkan Andry Denisah sebagai salah satu peraih penghargaan dalam kompetisi foto. Judulnya merekam tema kelulusan siswa Sekolah Rakyat pada tahun pertama, sebagaimana dinyatakan dalam nama karya. Identitas fotografer, asal biro, judul, dan peringkat tersebut menjadi bagian penting dari hasil penilaian yang diumumkan.
Juara ketiga kategori foto jurnalistik diraih Muhammad Iqbal dari Redaksi Foto Jakarta. Karyanya berjudul “Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat”, sebuah judul yang mengangkat momen awal siswa menjalani kegiatan di sekolah. Dengan demikian, dua posisi juara pada kategori foto ditempati oleh karya dengan sudut cerita berbeda: kelulusan siswa dan hari pertama masuk sekolah. Bersama capaian tim feature TV di kategori video, hasil tersebut memperlihatkan bahwa karya jurnalistik tentang Sekolah Rakyat hadir dalam beragam bentuk dan tema. Pencatatan setiap peringkat secara lengkap memastikan apresiasi diberikan sesuai nama, unit, dan judul karya para pemenang.
Pewarta foto Biro Banten, Muhammad Bagus Khoirunnas, menerima penghargaan khusus kategori life achievement melalui karya berjudul “Cahaya Tawa di Balik Asrama Sekolah Rakyat”. Apresiasi ini menempatkan karya jurnalistiknya sebagai bagian dari penghormatan terhadap perjalanan panjang seorang pewarta dalam menjalankan profesi. Pengakuan tersebut diberikan bukan semata-mata kepada satu karya, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan konsistensi Bagus selama berkarya di dunia jurnalistik. Melalui penghargaan ini, kontribusinya dalam menghadirkan cerita melalui fotografi mendapat perhatian khusus.
Karya “Cahaya Tawa di Balik Asrama Sekolah Rakyat” menjadi medium yang mengantarkan Bagus menerima apresiasi tersebut. Judulnya menyoroti kehidupan di lingkungan asrama Sekolah Rakyat, sebagaimana tercermin dalam karya jurnalistik yang diajukan. Penghargaan khusus life achievement juga membawa makna lebih luas karena mengakui proses dan komitmen yang dijalani sepanjang karier. Dalam kerja jurnalistik, konsistensi menuntut ketekunan untuk terus menjalankan tugas dan menjaga perhatian terhadap berbagai cerita. Penghormatan yang diberikan kepada Bagus menegaskan arti dedikasi tersebut, sekaligus mengakui perjalanan profesionalnya sebagai pewarta foto.
Piala dan sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar. Penyerahan langsung oleh kedua pejabat itu menjadi bagian dari rangkaian pemberian apresiasi kepada Bagus atas pencapaian tersebut. Bagi penerima, piala dan sertifikat menjadi penanda resmi atas pengakuan yang diberikan melalui karya “Cahaya Tawa di Balik Asrama Sekolah Rakyat”. Apresiasi ini sekaligus mengingatkan bahwa karya jurnalistik lahir dari proses yang berkelanjutan, serta dari kesungguhan pewartanya dalam menjalankan profesi. Penghargaan khusus tersebut memberikan ruang bagi publik untuk mengenali dedikasi Bagus dan konsistensinya di dunia jurnalistik. Dengan demikian, pengakuan terhadap Bagus mencakup karya yang menjadi dasar penghargaan sekaligus komitmen profesional yang telah ia tunjukkan selama berkarya.
Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang turut mengiringi perjalanan program Sekolah Rakyat melalui karya jurnalistik. Menurutnya, perhatian wartawan terhadap penyelenggaraan program menjadi bagian dari peran pers dalam mendukung kemajuan Sekolah Rakyat. Apresiasi itu juga ditujukan kepada peserta lomba yang menuangkan pengalaman dan pengamatan mereka dalam bentuk tulisan maupun foto. Karya-karya tersebut, ujarnya, tidak hanya merekam kegiatan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Sekolah Rakyat ke depan.
Ia menilai tulisan dan foto peserta lomba dapat memperlihatkan pengalaman yang menyertai penyelenggaraan program. Dokumentasi melalui karya jurnalistik itu diharapkan memberi bahan pemikiran bagi pengembangan Sekolah Rakyat, sekaligus menghadirkan gambaran mengenai siswa dan pendampingan yang mereka perlukan. Saifullah menyebut wartawan memiliki peran dalam kemajuan penyelenggaraan program. Peran tersebut berjalan melalui pemberitaan dan karya yang mengiringi perjalanan Sekolah Rakyat, sehingga pengalaman program dapat disampaikan kepada masyarakat.
Dalam penjelasannya, Saifullah mengatakan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera. Di mereka terdapat anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus, serta sebagian yang menjadi korban kekerasan. Kondisi siswa yang beragam itu menjadi bagian dari konteks pengelolaan program. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memadukan pendekatan pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan. Dengan demikian, pengelolaannya tidak hanya berkenaan dengan proses belajar, tetapi juga mencakup pendampingan sesuai kebutuhan siswa. Penjelasan tersebut menempatkan karya pers sebagai catatan atas perjalanan program dan kondisi para siswa, sekaligus sebagai inspirasi yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan Sekolah Rakyat. Saifullah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan wartawan dan peserta lomba, tanpa memisahkan peran karya jurnalistik dari perhatian terhadap pengalaman siswa yang dilayani oleh program tersebut.
Baca juga: Pemkot Tangerang keluarkan SE jemput anak sekolah pada 27–28 Agustus






