Jakarta | SEAA Masters Swimming Championships 2026 resmi dibuka pada 17 Oktober di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Kejuaraan renang masters tingkat Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga 18 Oktober. Pembukaan dilakukan oleh Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Raharjo, yang menyambut para peserta dan delegasi di arena pertandingan. Digelarnya ajang ini di Jakarta menempatkan Indonesia sebagai pusat kegiatan olahraga renang masters di kawasan selama akhir pekan tersebut. Para peserta akan berlomba dalam rangkaian pertandingan yang diselenggarakan di fasilitas akuatik GBK, sementara kejuaraan menjadi kesempatan untuk mempertemukan komunitas renang dari berbagai negara Asia Tenggara.
Kejuaraan tahun 2026 ini merupakan edisi ketiga SEAA Masters Swimming Championships. Indonesia menjadi tuan rumah setelah penyelenggaraan edisi sebelumnya berlangsung di Thailand. Pergantian negara penyelenggara menunjukkan bahwa ajang tersebut bergerak secara bergilir di kawasan, sekaligus memberi kesempatan kepada negara anggota untuk mengambil peran dalam mendukung kompetisi renang masters. Dengan Jakarta sebagai lokasi edisi ketiga, peserta dan pengunjung dapat mengikuti kegiatan di salah satu kompleks olahraga utama Indonesia. Kehadiran kejuaraan ini juga memperkuat agenda pertemuan komunitas renang regional, dengan atlet masters dari berbagai latar belakang usia dan pengalaman berkumpul untuk berkompetisi serta menjalin hubungan melalui olahraga.
Harlin menjelaskan bahwa Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas Gelora Bung Karno yang dinilai mendukung penyelenggaraan kompetisi. Stadion Akuatik GBK menjadi lokasi utama pertandingan, dengan sarana yang memungkinkan kejuaraan digelar di Jakarta. Selain mempertimbangkan kesiapan fasilitas, PB Akuatik Indonesia juga ingin terus menggelorakan gerakan “Ayo Berenang” melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas olahraga. Menurut Harlin, penyelenggaraan kejuaraan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga minat terhadap renang serta memperluas partisipasi. Dengan berlangsungnya ajang ini selama dua hari, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi, tetapi juga memperoleh ruang untuk mendorong budaya berenang dan mempererat jejaring renang masters di Asia Tenggara.
Kejuaraan Renang Masters Asia Tenggara yang bergulir di Jakarta menghadirkan partisipasi berskala luas. Hampir 600 perenang tercatat mengikuti kompetisi ini, dengan dukungan 76 klub. Para peserta mewakili lima negara kawasan, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya minat terhadap renang masters serta memberi ruang bagi atlet berbagai usia dan latar untuk berkompetisi. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi klub untuk mempertemukan perenang mereka, mengukur kemampuan, serta membangun hubungan antarkomunitas renang di Asia Tenggara. Dengan puluhan klub terlibat, suasana pertandingan mencerminkan keberagaman gaya dan pengalaman peserta dari berbagai negara. Ajang ini bukan hanya menampilkan persaingan di kolam, tetapi juga memperkuat jejaring olahraga regional.
Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai kompetisi antarklub, bukan pertandingan yang membatasi keikutsertaan hanya kepada warga negara Asia Tenggara. Karena itu, perenang dari luar kawasan tetap dapat ambil bagian apabila bergabung dan berlomba dengan memperkuat klub yang berbasis di Asia Tenggara. Format tersebut memungkinkan sebuah klub menghadirkan atlet dengan latar kebangsaan beragam, sementara representasi kompetisi tetap bertumpu pada klub-klub di kawasan. Pendekatan ini turut memperluas jangkauan kejuaraan dan membuka peluang interaksi lintas negara bagi para peserta. Kehadiran perenang internasional juga menambah variasi pengalaman dalam perlombaan, sekaligus memperkaya pertukaran pengetahuan dan semangat olahraga di anggota klub. Dengan demikian, kompetisi ini mempertemukan komunitas renang yang lebih luas daripada daftar negara tuan rumah atau kawasan yang menjadi fokus penyelenggaraan.
Harlin menyebut bahwa peserta tidak hanya datang dari lima negara Asia Tenggara tersebut. Sejumlah perenang juga hadir dari Jepang, Australia, Hong Kong, serta beberapa negara Eropa. Keikutsertaan mereka sejalan dengan format antarklub yang memberi kesempatan kepada atlet internasional untuk tampil bersama klub berbasis di kawasan. Keragaman asal peserta memperlihatkan daya tarik kejuaraan bagi komunitas renang masters di luar Asia Tenggara, sekaligus menempatkan Jakarta sebagai titik pertemuan para perenang dari beragam wilayah. Meski jumlah peserta dari masing-masing negara tidak dirinci, partisipasi lintas kawasan itu melengkapi skala kompetisi yang melibatkan hampir 600 atlet dan 76 klub. Pertandingan ini pun menjadi ajang bertemu, berlomba, dan berbagi pengalaman di lingkungan renang masters.
Kejuaraan Renang Masters Asia Tenggara di Jakarta turut menghadirkan Shauna Krkalo, perenang asal Hong Kong yang kali ini berlomba bersama URPA ITB Masters. Kehadirannya menjadi salah satu perhatian dalam kompetisi tersebut, mengingat Krkalo baru saja mencatat pencapaian internasional penting. Pada September sebelumnya, ia memecahkan rekor dunia di World Aquatics Masters Championships yang diselenggarakan di Singapura.
Keikutsertaan Krkalo bersama klub Indonesia memperlihatkan karakter terbuka dari kejuaraan masters, tempat para perenang dapat bertanding lintas negara dan bergabung dengan tim yang mewakili komunitas olahraga setempat. Pengalaman seorang pemegang rekor dunia juga menambah daya tarik perlombaan, baik bagi peserta lain maupun penonton. Meski demikian, kejuaraan ini tidak hanya berpusat pada atlet elite; kesempatan berlomba tersedia bagi perenang masters dari berbagai tingkat kemampuan dan kelompok usia.
Rentang usia peserta menunjukkan luasnya cakupan kompetisi. Usia termuda yang diperbolehkan untuk mengikuti kejuaraan adalah 25 tahun, sementara batas usia tertua tidak ditentukan. Peserta tertua yang hadir dalam ajang di Jakarta ini berusia 86 tahun. Kehadirannya mencerminkan bahwa renang masters dapat menjadi kegiatan kompetitif sekaligus ruang untuk mempertahankan kebugaran dan keterlibatan dalam olahraga pada usia lanjut.
Seorang pendaftar dari Thailand yang berusia 92 tahun semula tercatat akan mengikuti kejuaraan, tetapi akhirnya batal tampil pada saat-saat terakhir karena masalah kesehatan. Informasi tersebut menegaskan bahwa meskipun tidak ada batas usia maksimum, kondisi dan keselamatan peserta tetap menjadi pertimbangan utama. Keputusan untuk tidak berlomba dapat menjadi langkah yang wajar ketika kesehatan tidak memungkinkan seseorang mengikuti kompetisi.
Dengan kehadiran atlet dari berbagai latar belakang, usia, dan pengalaman, kejuaraan di Jakarta menghadirkan gambaran beragam tentang olahraga masters. Partisipasi Krkalo bersama URPA ITB Masters menjadi salah satu kisah yang menonjol, sementara kehadiran perenang berusia lanjut menunjukkan bahwa kompetisi ini juga merayakan konsistensi dan semangat berolahraga. Ajang tersebut sekaligus mempertemukan pencapaian tingkat dunia dengan partisipasi komunitas renang regional.
Kejuaraan Renang Masters Asia Tenggara di Jakarta dapat disaksikan langsung oleh masyarakat tanpa dipungut biaya. Pertandingan berlangsung pada 17–18 Oktober, setiap hari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Akses gratis memberi kesempatan bagi penonton untuk melihat kompetisi sekaligus memberikan dukungan kepada para perenang masters dari berbagai kelompok usia.
Dengan jadwal yang berlangsung sepanjang hari, pengunjung dapat memilih waktu kedatangan sesuai rangkaian pertandingan yang ingin mereka saksikan. Lokasi di kawasan GBK juga membuat ajang ini mudah dijangkau oleh masyarakat yang ingin menyaksikan olahraga renang secara langsung. Kehadiran penonton diharapkan menambah semangat para peserta, sekaligus memperkenalkan kompetisi masters kepada khalayak yang lebih luas.
BRI bertindak sebagai sponsor utama kejuaraan. Dukungan tersebut turut menopang penyelenggaraan ajang yang mempertemukan peserta dari berbagai negara dan rentang usia. Ketua Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI), Linda Hery Gunardi, hadir dalam pembukaan. Kehadirannya mewakili dukungan dari BRI terhadap berlangsungnya kompetisi dan partisipasi para atlet masters.
Dalam kesempatan itu, Linda menyampaikan kebanggaannya atas banyaknya peserta yang mengikuti kejuaraan.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | TNI-Polri Gelar Patroli Terpadu, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Jakarta






