Jakarta | Pengiriman smartphone global pada kuartal III 2026 turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 255,3 juta unit, menurut firma riset IDC. Penurunan tajam ini menandai kontraksi terdalam yang tercatat dalam pasar ponsel pintar dunia. Angka tersebut menunjukkan jumlah perangkat yang dikirimkan ke pasar, bukan ukuran langsung seluruh penjualan kepada konsumen. Karena cakupannya global, data itu juga tidak dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi penjualan smartphone secara khusus di Indonesia.
IDC mengaitkan pelemahan tersebut dengan krisis memori yang mengganggu pasokan dan meningkatkan tekanan biaya bagi produsen. Komponen memori merupakan bagian penting dalam perangkat modern, mulai dari penyimpanan hingga pengoperasian berbagai aplikasi. Ketika ketersediaannya terbatas atau harganya meningkat, perusahaan dapat menghadapi pilihan sulit: menyerap biaya tambahan, menyesuaikan harga, mengubah konfigurasi produk, atau mengurangi jumlah unit yang dikirim. Dampaknya dapat terasa pada rantai pasok dan keputusan pembelian, terutama ketika konsumen menunda penggantian perangkat.
Tekanan itu berlangsung saat kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) meningkat sejak akhir tahun sebelumnya. Pusat data dan layanan AI membutuhkan kapasitas memori besar, sehingga persaingan atas komponen terkait ikut menguat. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana permintaan dari sektor teknologi lain dapat memengaruhi industri smartphone, meskipun keduanya melayani kebutuhan yang berbeda. Produsen ponsel perlu mengamankan pasokan sekaligus menjaga harga dan spesifikasi tetap menarik. Dalam keadaan tersebut, pengiriman yang lebih rendah dapat mencerminkan gabungan kendala produksi, biaya, dan kehati-hatian pasar.
Penurunan 22% tetap perlu dibaca dalam konteks periode dan wilayah pengukuran. Data IDC merujuk pada pasar global kuartal III 2026, sehingga tidak dengan sendirinya menjelaskan perubahan permintaan di setiap negara atau wilayah. Kondisi lokal dapat berbeda karena daya beli, ketersediaan produk, promosi, serta strategi distribusi. Meski demikian, angka 255,3 juta unit menegaskan besarnya tekanan yang dihadapi industri dunia. Krisis memori dan meningkatnya kebutuhan komputasi AI menjadi faktor penting untuk dicermati dalam memahami mengapa pengiriman smartphone mengalami kemerosotan yang begitu dalam pada periode tersebut.
Nabila Popal, direktur riset senior perangkat global IDC, menilai tekanan pada pasar smartphone belum mencapai titik terendah. Dengan demikian, situasi yang lebih buruk masih mungkin terjadi sebelum kondisi industri membaik. Penilaian ini menunjukkan bahwa penurunan pengiriman dan tantangan yang dihadapi pasar belum tentu segera berakhir. Perkembangan biaya komponen menjadi salah satu faktor utama yang perlu dicermati dalam melihat prospek pasar. Popal menyampaikan bahwa biaya memori telah melonjak hingga 350% dibandingkan tahun sebelumnya dan kenaikannya masih berlanjut. Karena biaya tersebut belum berhenti meningkat, tekanan terhadap industri diperkirakan tetap terasa. Penilaian ini tidak memastikan kapan kondisi pasar akan berbalik, tetapi memperingatkan bahwa titik terendah belum tercapai.
Kenaikan biaya memori berpengaruh pada margin vendor dan volume pengiriman smartphone. Ketika komponen utama menjadi jauh lebih mahal, vendor menghadapi tekanan pada margin, sementara pengiriman juga dapat terdampak. Menurut penilaian Popal, lonjakan biaya yang mencapai 350% sejak tahun sebelumnya dan masih meningkat menjadi tantangan yang belum terselesaikan. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa masalah pasar tidak hanya berkaitan dengan jumlah perangkat yang dikirim, tetapi juga dengan biaya yang harus ditanggung pelaku industri. Namun, pernyataan itu tidak menetapkan besaran perubahan margin maupun volume pengiriman, dan tidak merinci dampak untuk masing-masing vendor. Inti penilaiannya adalah bahwa kenaikan biaya memori menekan kedua aspek tersebut, sehingga tekanan pasar masih berpotensi berlanjut.
Prospek industri juga menunjukkan bahwa hambatan pertumbuhan diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat. Pertumbuhan pasar smartphone diperkirakan tetap terhambat hingga 2027, sementara pemulihan paling lambat baru diperkirakan terjadi pada 2028. Rentang waktu tersebut menegaskan bahwa kondisi menantang dapat berlangsung lebih lama, sejalan dengan biaya memori yang terus meningkat dan penilaian bahwa pasar belum menyentuh titik terendah. Perkiraan ini menggambarkan arah umum industri, bukan kepastian bahwa seluruh vendor atau pasar di setiap wilayah akan mengalami keadaan yang sama. Popal tidak menyatakan bahwa pemulihan pasti tertunda sampai 2028; keterangan yang disampaikan adalah pemulihan paling lambat baru terjadi pada tahun tersebut. Sampai saat itu, tekanan biaya serta kendala pertumbuhan diperkirakan masih membatasi kinerja pasar.
Peringkat teratas pasar smartphone dunia pada kuartal III 2026 memperlihatkan persaingan yang sangat ketat Samsung dan Apple. Samsung menempati posisi pertama dengan pengiriman 57,8 juta unit, sedangkan Apple berada tepat di belakangnya dengan 57,3 juta unit. Selisih kedua vendor hanya sekitar setengah juta perangkat, sehingga perubahan kecil dalam volume pengiriman dapat memengaruhi urutan pemimpin pasar pada periode berikutnya.
Meski mempertahankan posisi teratas, pengiriman Samsung turun 5,8% dibandingkan kuartal III 2025, ketika perusahaan mencatat 61,4 juta unit. Pada periode sebelumnya itu, pangsa pasar Samsung tercatat 18,7%; pada kuartal III 2026, angkanya naik menjadi 22,6%. Dengan demikian, perusahaan menguasai bagian pasar yang lebih besar meskipun jumlah perangkat yang dikirim menyusut secara tahunan. Perbedaan perubahan volume dan pangsa pasar ini memberi gambaran tentang dinamika persaingan di industri.
Apple juga mengalami penurunan pengiriman, yakni 4% dari 59,7 juta unit pada kuartal III tahun sebelumnya menjadi 57,3 juta unit. Namun, pangsa pasarnya meningkat dari 18,2% pada kuartal III 2025 menjadi 22,4% pada kuartal III 2026. Dengan pangsa tersebut, jarak Apple dari Samsung hanya 0,2 poin persentase. Data ini menempatkan keduanya sebagai dua vendor dengan porsi pasar terbesar, sekaligus menunjukkan bahwa posisi nomor satu Samsung unggul tipis, baik dari sisi unit maupun pangsa.
Penurunan tahunan tidak terbatas pada dua perusahaan tersebut. Kelima vendor smartphone teratas seluruhnya mencatat pengiriman lebih rendah dibandingkan kuartal III 2025. Artinya, kenaikan pangsa pasar Samsung dan Apple terjadi di tengah pelemahan volume pada kelompok pemimpin pasar secara keseluruhan, bukan karena kedua perusahaan mencatat pertumbuhan unit. Perbandingan ini penting saat membaca kinerja kuartalan: peringkat, jumlah perangkat terkirim, dan pangsa pasar menjelaskan aspek yang berbeda. Samsung masih memimpin berdasarkan volume, tetapi selisihnya dengan Apple sangat tipis, sementara kedua merek sama-sama menghadapi penurunan pengiriman tahunan.
Di bawah dua vendor teratas, Xiaomi menempati posisi ketiga dalam pasar smartphone dunia pada kuartal III 2026. Perusahaan tersebut mengirimkan 30,7 juta unit, tetapi volumenya turun 29,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa tekanan pengiriman tidak hanya dirasakan oleh pemain di posisi teratas. Xiaomi juga menghadapi kondisi pasar yang menantang, ketika perubahan biaya dan permintaan memengaruhi kinerja berbagai vendor secara luas.
Oppo berada di urutan keempat dengan pengiriman sebanyak 25,6 juta unit. Angka tersebut mencerminkan penurunan tahunan sebesar 34,5%, kontraksi terbesar di tiga vendor yang dibahas pada bagian ini. Sementara itu, Vivo menempati posisi kelima setelah mengirimkan 19,1 juta unit, atau turun 31,5% dibandingkan kuartal III tahun lalu. Dengan demikian, ketiga merek tersebut sama-sama mencatat penurunan pengiriman, meskipun skala volume dan tingkat kontraksinya berbeda.
Penurunan pada Xiaomi, Oppo, dan Vivo berlangsung dalam situasi industri yang tengah menghadapi disrupsi biaya. Perubahan biaya produksi, komponen, logistik, maupun faktor operasional lain dapat menekan ruang gerak produsen dan memengaruhi keputusan mengenai harga, produk, serta distribusi.
Baca juga: Aspers Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Tahap I Calon Perwira PSDP Penerbang TNI TA 2026






