Bisnis  

Nutryfarm Beralih ke Teknologi, Pemegang Saham Desak Pergantian CEO

Nutryfarm Beralih ke Teknologi, Pemegang Saham Desak Pergantian CEO

Jakarta | Nutryfarm International, perusahaan distributor durian asal Singapura, menghadapi perselisihan mengenai arah usaha dan kepemimpinannya. Setelah bisnisnya diarahkan ke pusat data serta layanan kecerdasan buatan, sejumlah pemegang saham mendesak agar CEO Niu Liming dicopot. Tuntutan tersebut muncul ketika perusahaan bergerak menjauh dari kegiatan yang selama ini menjadi identitasnya, yakni sektor makanan dan distribusi durian, menuju bidang teknologi.

Perubahan fokus itu menjadi inti ketegangan manajemen dan para investor yang meminta pergantian CEO. Bagi pemegang saham yang menyampaikan desakan tersebut, peralihan strategi tidak hanya menyangkut pilihan sektor usaha, tetapi juga keputusan tentang siapa yang seharusnya memimpin perusahaan dalam tahap perubahan. Dorongan untuk mengganti Niu Liming dengan demikian berkaitan erat dengan penilaian mereka terhadap arah baru Nutryfarm dan cara perubahan itu dijalankan.

Langkah memasuki pusat data dan layanan kecerdasan buatan menandai pergeseran besar dari bisnis distribusi durian yang sebelumnya menjadi landasan perusahaan. Perubahan seperti ini dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kegiatan operasional, kebutuhan investasi, dan prospek usaha. Namun, dalam perkembangan ini, fokus utama yang terlihat adalah adanya perbedaan pandangan mengenai strategi perusahaan serta kepemimpinan yang bertanggung jawab atasnya. Desakan pemegang saham terhadap Niu menunjukkan bahwa sebagian investor menginginkan perubahan pada pucuk pimpinan seiring perubahan bisnis.

Perselisihan tersebut menempatkan Nutryfarm pada persimpangan: mempertahankan dorongan untuk mengembangkan kegiatan teknologi atau menanggapi keberatan investor terhadap arah dan kepemimpinan saat ini. Belum ada dasar untuk menyamakan bisnis baru itu dengan kegiatan lamanya; keduanya berada di sektor yang berbeda dan membawa prioritas usaha yang berlainan. Karena itu, tuntutan pencopotan CEO menjadi bagian dari perdebatan lebih luas tentang transformasi Nutryfarm, bukan sekadar persoalan jabatan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan perusahaan dan respons para pemegang saham terhadap strategi yang dipilih.Pada 9 Oktober 2026, kelompok pemegang saham Nutryfarm yang secara kolektif menguasai 10 persen saham menyampaikan tuntutan agar perusahaan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Permintaan tersebut berfokus pada kepemimpinan Niu dan susunan dewan, di tengah upaya perusahaan beralih ke teknologi. Para pemegang saham meminta Niu diberhentikan sebagai direktur serta dilepas dari seluruh jabatan lain yang dipegangnya di dalam grup. Mereka juga mengusulkan Charlie In untuk bergabung sebagai anggota dewan dan meminta agar ia dipertimbangkan sebagai calon CEO baru.

Kelompok itu menyampaikan tuntutan tambahan melalui surat terpisah. Isinya meminta Niu segera dicopot dari jabatan eksekutif, tanpa menunggu proses perubahan lain di perusahaan. Mereka turut meminta agar Niu tidak terlibat dalam pembahasan dewan mengenai pencopotannya dan tidak memberikan suara atas keputusan tersebut. Permintaan ini menyoroti persoalan tata kelola: pihak yang menjadi subjek keputusan seharusnya tidak ikut menentukan hasil pembahasan mengenai dirinya. Dengan demikian, tuntutan yang diajukan mencakup perubahan posisi Niu sekaligus batasan atas keterlibatannya dalam proses pengambilan keputusan.

Sehari setelah permintaan itu diajukan, pada 10 Oktober, perusahaan menerima keberatan dari sejumlah pemegang saham. Keberatan tersebut kemudian diungkapkan pada 11 Oktober 2026. Pokok persoalannya bukan hanya siapa yang akan memimpin perusahaan, tetapi juga keabsahan hak suara Niu dalam RUPSLB yang diminta kelompok pemegang saham. Hak suara itu berasal dari kuasa yang diberikan oleh Jia Lijie, pemegang saham terbesar Nutryfarm. Karena itu, keberatan tersebut menyentuh hubungan pemberian kuasa, kepemilikan saham, dan kewenangan untuk memberikan suara dalam rapat.

Urutan peristiwa ini memperlihatkan bahwa desakan pergantian pimpinan segera disertai perselisihan prosedural mengenai partisipasi dalam RUPSLB. Tuntutan 9 Oktober menetapkan agenda perubahan dewan dan jabatan eksekutif, sedangkan keberatan yang diterima pada 10 Oktober mempersoalkan dasar hak suara Niu. Pengungkapan pada 11 Oktober membuat isu tersebut diketahui publik, meski rincian penyelesaian keberatan maupun hasil rapat belum tercakup dalam informasi yang tersedia. Kedua perkembangan itu menempatkan tata kelola dan legitimasi keputusan sebagai bagian penting dari proses penentuan kepemimpinan Nutryfarm.Nutryfarm menyatakan bahwa perusahaan sedang menelaah tuduhan yang disampaikan para pemegang saham dan meminta nasihat hukum terkait surat-surat yang telah diterima. Pernyataan tersebut menempatkan tanggapan perusahaan pada tahap pemeriksaan, bukan sebagai keputusan akhir mengenai isi tuntutan maupun langkah yang mungkin menyusul. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan bagaimana perusahaan akan menanggapi setiap tuduhan secara terperinci. Permintaan nasihat hukum menunjukkan bahwa Nutryfarm ingin menilai surat-surat tersebut melalui proses yang sesuai sebelum menentukan respons resmi. Perusahaan juga belum mengumumkan hasil penelaahan atau kesimpulan hukum atas perkara ini.

Perselisihan tersebut muncul ketika Nutryfarm berupaya membangun kembali bisnis dan memulihkan perdagangan sahamnya di papan utama Singapore Exchange (SGX). Upaya pemulihan itu menjadi latar penting bagi hubungan perusahaan dengan pemegang saham, terutama saat para investor menyampaikan keberatan dan mendesak perubahan kepemimpinan. Desakan agar CEO diganti merupakan bagian dari tuntutan pemegang saham yang perlu dibaca bersama tantangan lebih luas yang dihadapi perusahaan dalam menghidupkan kembali kegiatan usaha dan memulihkan kepercayaan pasar. Namun, tanggapan Nutryfarm sejauh ini berfokus pada penelaahan tuduhan serta pencarian nasihat hukum atas korespondensi yang diterima.

Perdagangan saham Nutryfarm telah dihentikan sejak April 2022, sehingga penghentian tersebut telah berlangsung lebih dari empat tahun. Fakta itu memberi konteks mengenai skala dan lamanya proses pemulihan yang ingin ditempuh perusahaan, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan penghentian perdagangan. Tidak ada alasan penghentian yang dapat dipastikan dari informasi mengenai tanggapan terbaru perusahaan, sehingga keduanya perlu dipisahkan. Perusahaan kini menghadapi dua kepentingan yang berjalan berdampingan: menanggapi persoalan tata kelola yang diangkat pemegang saham dan melanjutkan upaya membangun kembali bisnis serta memulihkan perdagangan di papan utama SGX. Perkembangan berikutnya bergantung pada hasil pemeriksaan surat, nasihat hukum yang diperoleh, dan komunikasi resmi Nutryfarm selanjutnya.

Nutryfarm memulai kegiatan usahanya dengan berfokus pada nutrisi dan makanan kesehatan. Seiring waktu, perusahaan memperluas cakupan bisnisnya ke bidang distribusi durian, menambah kegiatan yang berbeda dari fokus awalnya. Perubahan tersebut menunjukkan upaya untuk mengembangkan sumber usaha, meskipun perusahaan kemudian kembali menjajaki bidang yang lebih terkait dengan teknologi dan layanan untuk infrastruktur digital.

Pada November 2024, anak usaha Nutryfarm yang berbasis di Singapura, Global Agricapital (Singapore), berganti nama menjadi AI Nova. Setelah perubahan nama itu, entitas tersebut mulai menjajaki penyediaan layanan pengujian dan analisis teknis bagi pusat data. Langkah ini memperluas arah usaha grup ke layanan yang mendukung fasilitas pusat data. Untuk mendukung kegiatan tersebut, AI Nova memperoleh pinjaman sebesar 5 juta dolar Singapura dari Alpha Hill, atau sekitar US$3,9 juta.

Perubahan usaha ini berlangsung di tengah perhatian terhadap struktur kepemilikan dan pengaruh Niu. Secara langsung, Niu memiliki 0,26 persen saham Nutryfarm. Namun, jika kepentingan langsung dan tidak langsung diperhitungkan, total kepemilikannya mencapai 25,72 persen. Angka gabungan tersebut termasuk saham sebesar 15,78 persen yang dimiliki Jia Lijie. Dengan demikian, persentase kepemilikan langsung Niu jauh lebih kecil daripada total kepentingan yang dikaitkan dengannya melalui kepemilikan langsung dan tidak langsung.

Niu sebelumnya menyebut dirinya sebagai kreditur terbesar Nutryfarm ketika perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Pada periode itu, Nutryfarm disebut tidak memiliki kas dan menghadapi kendala untuk mempertahankan kendali atas sejumlah anak usaha di luar negeri.