Pasokan Pertalite untuk Bali Bertambah, Dua Kapal Membawa 20 Juta Liter

Pasokan Pertalite untuk Bali Bertambah, Dua Kapal Membawa 20 Juta Liter

Kota Denpasar | Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan bahan bakar minyak di Bali untuk mempercepat pemulihan layanan dan mengurangi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Tambahan pasokan tersebut mencakup Pertalite, dengan dua kapal membawa total 20 juta liter BBM menuju Bali. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga ketersediaan bahan bakar sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat di SPBU.

Selain mendatangkan pasokan melalui jalur laut, Pertamina melakukan sejumlah langkah operasional. Jam operasional SPBU diperpanjang agar layanan dapat berlangsung lebih lama. Perusahaan juga memperkuat armada dan personel yang terlibat dalam penyaluran, sehingga distribusi bahan bakar dapat didukung oleh kesiapan sarana serta petugas di lapangan. Penambahan pasokan dan penguatan pelayanan tersebut dilakukan secara bersamaan.

Upaya ini diarahkan untuk membantu mengurangi antrean di sejumlah titik dan memulihkan layanan secara bertahap. Ketersediaan BBM menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pelayanan SPBU, sementara tambahan waktu operasional memberi ruang bagi masyarakat untuk mengakses layanan lebih lama. Penguatan armada dan personel juga mendukung proses penyaluran serta pelayanan di lapangan.

Dengan dua kapal yang membawa 20 juta liter, pasokan tambahan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan BBM di Bali. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menempuh langkah yang mencakup penambahan pasokan, perpanjangan jam operasional, serta penguatan armada dan personel. Seluruh upaya tersebut difokuskan pada percepatan pemulihan layanan dan pengurangan antrean di SPBU, tanpa mengubah fokus utama perusahaan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM bagi masyarakat.

Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak tiba di Bali pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan membawa total 20 juta liter Pertalite. Kedatangan kedua kapal tersebut menambah pasokan Pertalite yang didistribusikan melalui terminal BBM di wilayah Bali. Muatan itu dibawa secara terpisah, dengan masing-masing kapal menuju terminal yang berbeda. MT Pangkalan Brandan membawa bagian terbesar, yaitu 16 juta liter, sementara MT Asian Rigel mengangkut 4 juta liter. Dengan demikian, seluruh muatan dari kedua kapal yang tiba pada hari tersebut mencapai 20 juta liter.

MT Pangkalan Brandan tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite. Kapal ini mengirimkan empat kali lebih banyak bahan bakar dibandingkan muatan MT Asian Rigel. Sementara itu, MT Asian Rigel membawa 4 juta liter Pertalite dan bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran. Kedua lokasi tersebut menjadi titik penerimaan muatan sesuai tujuan masing-masing kapal. Data kedatangan dan jumlah muatan itu menunjukkan pembagian pasokan Pertalite yang dibawa melalui IT Manggis dan FT Sanggaran pada Jumat tersebut.

Secara keseluruhan, tambahan 20 juta liter Pertalite berasal dari dua kapal dengan kapasitas muatan yang berbeda. Rinciannya, 16 juta liter dari MT Pangkalan Brandan yang tiba di IT Manggis dan 4 juta liter dari MT Asian Rigel yang bersandar di FT Sanggaran. Kedatangan kedua kapal pada tanggal yang sama menjadi catatan pasokan BBM di Bali, dengan masing-masing terminal menerima muatan sesuai kapal yang dituju. Informasi jumlah dan lokasi penerimaan ini merangkum kontribusi kedua kapal terhadap pasokan Pertalite yang masuk ke Bali pada 16 Oktober 2026.

Muatan tambahan Pertalite yang dibawa dua kapal ke Bali terbagi dua lokasi penerimaan. MT Pangkalan Brandan membawa 16 juta liter dan tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis. Sementara itu, MT Asian Rigel mengangkut 4 juta liter dan bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran. Dengan demikian, jumlah yang dibawa kedua kapal mencapai 20 juta liter, sesuai total pasokan yang diberitakan. Pembagian ini menunjukkan dengan jelas kapal mana yang membawa masing-masing volume serta terminal tempat muatan diterima.

Kedua kapal sama-sama tiba di Bali, tetapi berlabuh atau melakukan penerimaan muatan di lokasi yang berbeda. MT Pangkalan Brandan membawa bagian terbesar, yakni 16 juta liter, menuju IT Manggis. Adapun MT Asian Rigel membawa 4 juta liter menuju FT Sanggaran. Perbedaan jumlah dan terminal penerima tersebut penting dicatat agar informasi mengenai tambahan pasokan tidak mencampuradukkan muatan kedua kapal. Angka-angka itu merujuk pada volume yang diangkut dan diterima di masing-masing lokasi, bukan rincian pembagian untuk wilayah atau stasiun pengisian tertentu.

Informasi yang tersedia menjelaskan kedatangan kapal dan lokasi penerimaan muatan, tetapi tidak menguraikan tahapan distribusi setelah bahan bakar diterima di terminal. Karena itu, kedatangan dua kapal di Bali dapat disebut sebagai tambahan pasokan yang diterima di IT Manggis dan FT Sanggaran, tanpa menyimpulkan bahwa jumlah tersebut langsung tersedia di SPBU. Rincian mengenai penyaluran lanjutan, waktu distribusi, atau volume yang akan dikirim ke setiap daerah tidak tercantum dalam keterangan ini. Pemisahan data penerimaan terminal dan informasi distribusi membantu menjaga penjelasan tetap sesuai dengan angka serta fakta yang diketahui.

Langkah operasional yang disampaikan berfokus pada menjaga ketersediaan Pertalite di Bali melalui penambahan pasokan dan pengaturan layanan di SPBU. Dua kapal membawa total 20 juta liter, sebagai bagian dari upaya menambah pasokan bahan bakar bagi wilayah tersebut. Informasi yang tersedia menyebut penambahan pasokan ini bersama langkah-langkah pelayanan lainnya, tanpa menjelaskan pembagian volume, waktu kedatangan, atau tujuan pengiriman secara terperinci. Karena itu, angka tersebut dapat dicatat sebagai jumlah pasokan yang dibawa kedua kapal, bukan sebagai rincian tambahan mengenai distribusi di setiap daerah.

Selain pasokan, jam buka SPBU diperpanjang. Pengaturan ini merupakan salah satu tindakan operasional yang disebutkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Bahan yang tersedia tidak merinci SPBU mana yang mengalami perubahan jam buka, berapa lama jam operasional diperpanjang, ataupun jadwal penerapannya. Dengan demikian, informasi yang dapat disampaikan terbatas pada adanya perpanjangan jam buka, tanpa menetapkan jumlah lokasi maupun rincian waktu tertentu. Penjelasan yang terukur penting agar gambaran mengenai layanan tetap sesuai dengan keterangan yang tersedia.

Upaya lain yang dicantumkan adalah penguatan armada dan personel. Kedua hal tersebut disebut sebagai bagian dari langkah operasional, berdampingan dengan penambahan pasokan dan perpanjangan jam layanan SPBU. Bahan sumber tidak memuat rincian mengenai jenis atau jumlah armada, jumlah personel, maupun mekanisme penguatan yang dilakukan. Secara keseluruhan, tindakan yang dapat dirangkum adalah penambahan pasokan Pertalite melalui dua kapal dengan total 20 juta liter, perpanjangan jam buka SPBU, serta penguatan armada dan personel. Tidak ada keterangan lanjutan yang dapat dipastikan dari bahan yang tersedia.

Baca juga: Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla | Pasokan Beras ASN Tiba di Yahukimo, Diangkut Hercules C-130 TNI AU