Jakarta | Asus membawa ROG Xbox Ally X20 ke Indonesia pada Jumat, 16 Oktober, sebagai edisi spesial untuk merayakan 20 tahun kehadiran Asus. Kehadiran perangkat ini sekaligus memperkenalkan pembaruan yang berfokus pada layar lebih luas. Dalam acara hands-on di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober, Technical Public Relations Asus Indonesia, Adrian Pradipta, menjelaskan alasan perangkat tersebut dibawa ke pasar lokal. Menurut Adrian, langkah ini menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan layar lebih besar saat bermain maupun menikmati konten.
Layar ROG Xbox Ally X20 memiliki resolusi Full HD 1920 x 1080 piksel dan mendukung variable refresh rate 30–120 Hz. Rentang tersebut memungkinkan laju penyegaran menyesuaikan kebutuhan konten, sementara dukungan hingga 120 Hz dapat membantu menghasilkan gerakan yang lebih mulus pada gim yang kompatibel. Asus juga menyebut tingkat kecerahan layar dapat mencapai 1.400 nits, sehingga tampilan dapat tetap jelas ketika digunakan di lingkungan dengan pencahayaan yang kuat.
Untuk perlindungan dan kejernihan tampilan, panel dilapisi Corning Gorilla Glass Victus serta Corning DXC Anti-Reflection. Asus menyatakan teknologi anti-refleksi itu dapat mengurangi pantulan hingga 65 persen, sehingga gangguan cahaya pada layar bisa diminimalkan. Perangkat ini turut mengantongi sertifikasi Pantone Validated, Dolby Vision HDR, dan FreeSync Premium Pro. Sertifikasi tersebut melengkapi karakter layar OLED berukuran besar, dengan dukungan reproduksi warna, konten HDR, serta sinkronisasi tampilan yang relevan untuk bermain. Dengan perpaduan fitur itu, pembaruan layar menjadi bagian utama yang ditawarkan pada edisi spesial ROG Xbox Ally X20 untuk pengguna di Indonesia.
Meski ROG Xbox Ally X20 membawa layar yang lebih besar, Adrian menyebut bodi perangkat dirancang lebih tipis dibanding pendahulunya. Perubahan ini disertai bezel yang diklaim sekitar 60 persen lebih tipis, sehingga area layar tampak lebih lapang dalam rancangan keseluruhan. Keterangan tersebut menyoroti perubahan pada proporsi perangkat, bukan klaim mengenai performa atau dampak tertentu saat digunakan. Pada bagian luar, perangkat menampilkan aksen hitam dan emas yang menjadi ciri visualnya. Perpaduan warna itu diterapkan pada bodi untuk membedakan tampilannya, sementara bentuk perangkat tetap mengakomodasi layar dan rangkaian kendali permainan di sisi kiri dan kanan.
Bagian kendali mencakup joystick yang menggunakan modul GuliKit TR. Modul tersebut disebut kebal drift, sebuah klaim yang berkaitan dengan rancangan joystick. Informasi ini tidak berarti bahwa karakteristik lain dari kendali telah dinilai atau dijamin. Di bawah joystick terdapat D-pad yang dapat diubah konfigurasi arahannya. Pengguna dapat memutar bagian D-pad untuk beralih dari empat arah menjadi delapan arah, sehingga susunan tombol arah dapat disesuaikan dengan kebutuhan permainan. Penjelasan itu menggambarkan fitur mekanis yang tersedia pada perangkat. Tidak ada kesimpulan tambahan mengenai tingkat akurasi, respons, ataupun kecocokannya untuk genre permainan tertentu.
Tombol ABXY dan bumper dirancang dengan permukaan rata, sedangkan perangkat juga dilengkapi impulse triggers. Pada bagian pegangan, desain grip disebut lebih nyaman digenggam. Pernyataan mengenai kenyamanan tersebut merupakan klaim yang disampaikan terkait rancangan, bukan hasil pengukuran atau pengalaman yang dapat digeneralisasi untuk setiap pengguna. Secara keseluruhan, detail kontrol yang disorot mencakup joystick bermodul GuliKit TR, D-pad yang dapat diputar untuk mengubah jumlah arah, tombol ABXY dan bumper dengan desain rata, serta impulse triggers. Bersama bodi beraksen hitam dan emas, elemen-elemen ini membentuk aspek desain dan kendali ROG Xbox Ally X20 yang dijelaskan Adrian. Penyebutan fitur tersebut berfokus pada bentuk dan konfigurasi yang tersedia, tanpa menarik kesimpulan tentang kinerja permainan atau tingkat kenyamanan di luar klaim sumber.
ROG Xbox Ally X20 mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI ZS Extreme dan grafis terintegrasi AMD Radeon 890M. Kemampuan grafisnya disebut serupa dengan generasi pendahulu, sehingga perangkat ini tetap ditujukan untuk menjalankan gim PC dalam format genggam. Konfigurasi memorinya mencakup RAM LPDDR5X 24 GB dan SSD PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB. Sistem operasi yang digunakan adalah Windows 11, sementara baterai berkapasitas 80 Wh mendukung pemakaian tanpa sambungan daya. Untuk audio, konsol ini memiliki dua speaker Dolby Atmos serta mikrofon. Konektivitas fisiknya mencakup dua port USB-C, jack audio 3,5 mm, dan slot microSD Express, yang dapat dimanfaatkan untuk aksesori maupun penambahan penyimpanan.
Di Indonesia, ROG Xbox Ally X20 tidak dijual sebagai konsol tunggal. Perangkat ini hanya tersedia dalam bundel eksklusif bersama kacamata AR ROG XREAL R1 Edition 20. Kacamata tersebut memakai panel micro-OLED berukuran 0,55 inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Pengguna dapat melihat layar virtual hingga 171 inci dari jarak empat meter, sehingga pengalaman bermain terasa lebih luas tanpa memerlukan monitor besar. Koneksi ke perangkat dilakukan melalui USB Type-C, sedangkan speaker Bose menangani keluaran audio. Fitur native 3DoF memungkinkan tampilan virtual mengikuti gerakan kepala, membantu mempertahankan posisi layar saat pengguna mengubah arah pandangan. Paket ini menyatukan konsol genggam dan layar pribadi dalam satu solusi untuk bermain di berbagai tempat.
Kelengkapan edisi peringatan 20 tahun juga mencakup sejumlah aksesori khusus. Di dalam paket terdapat casing dbrand Killswitch yang dilengkapi penyangga, serta skin bermotif papan sirkuit yang dibuat khusus untuk edisi ini. Penutup joystick disediakan untuk membantu melindungi bagian kendali saat perangkat dibawa. Pengguna juga memperoleh pengisi daya 68 W untuk mengisi daya konsol, dan Pelican Protector Case untuk penyimpanan serta perlindungan selama perjalanan. Casing Pelican tersebut memiliki pengunci berwarna merah ROG dan lencana eksklusif 20th anniversary, yang membedakannya dari aksesori standar. Dengan demikian, isi bundel tidak hanya meliputi kacamata AR, tetapi juga perlengkapan pelindung dan penunjang penggunaan. Kombinasi spesifikasi konsol, layar virtual, dan aksesori edisi terbatas menjadi bagian utama dari paket yang dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp46,999 juta.
ROG Xbox Ally X20 Bundle dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp46.999.000. Paket ini ditawarkan dalam jumlah terbatas, yakni sebanyak 27 unit untuk pasar Indonesia. Informasi harga dan jumlah unit tersebut menjadi hal utama yang perlu diperhatikan calon pemesan sebelum periode pre-order dimulai. Dengan demikian, paket yang dimaksud bukan hanya memiliki harga yang telah diumumkan, tetapi juga jumlah pemasaran yang secara khusus dibatasi hingga 27 unit di Indonesia.
Jadwal pemesanan pre-order dibuka pada 16 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Rentang tanggal tersebut merupakan periode pemesanan yang diumumkan untuk ROG Xbox Ally X20 Bundle. Calon pembeli dapat mencatat tanggal awal dan akhir tersebut sebagai panduan mengenai waktu pre-order. Informasi yang tersedia menyebutkan periode pemesanan, harga, serta jumlah unit yang dipasarkan; tidak ada keterangan tambahan mengenai ketentuan pembelian yang perlu diasumsikan di luar hal-hal tersebut.
Untuk pemesanan melalui Asus Online Store dan ROG Exclusive Store, pembeli memperoleh bonus jam tangan ROG x G-Shock Special 20. Bonus ini dikaitkan dengan pemesanan melalui dua kanal tersebut. Harga bundel tetap tercatat sebesar Rp46.999.000, sedangkan jumlah pemasaran yang diumumkan di Indonesia adalah 27 unit. Pre-order berlangsung pada 16–30 Oktober 2026, dan jalur pemesanan yang disebutkan untuk memperoleh bonus adalah Asus Online Store serta ROG Exclusive Store.
Dengan rincian tersebut informasi komersial ROG Xbox Ally X20 Bundle mencakup tiga hal harga.






