Kabupaten Lombok Tengah | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah masih melakukan pembersihan sampah setelah ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika. Kepala DLH Lombok Tengah, Lalu Sarkin, menyampaikan keterangan tersebut di Lombok Tengah pada Jumat. Menurutnya, kegiatan kebersihan belum selesai dan petugas masih bekerja mengangkut sampah yang tersisa di sejumlah kawasan penyelenggaraan. Pembersihan ini menjadi bagian dari penanganan setelah rangkaian balapan berlangsung, dengan perhatian tidak terbatas pada area utama sirkuit. Karena itu, penyisiran dilakukan di berbagai titik yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. DLH masih mengerahkan petugas untuk memastikan sampah yang ditemukan dapat dikumpulkan dan dibawa keluar dari kawasan tersebut. Prosesnya berlangsung seiring pekerjaan pengangkutan yang masih berjalan.
Ruang lingkup penyisiran mencakup berbagai kawasan, bukan hanya bagian dalam Sirkuit Pertamina Mandalika. Dengan cakupan tersebut, petugas menangani sampah di area penyelenggaraan secara lebih menyeluruh. Keterangan Lalu Sarkin menegaskan bahwa pekerjaan kebersihan masih berlangsung setelah kegiatan olahraga itu usai, sehingga belum seluruh proses penanganan dapat dinyatakan selesai. Sampah yang telah terkumpul juga masih perlu diangkut, dan kegiatan pengangkutan tersebut tetap berjalan. Informasi yang disampaikan DLH menunjukkan bahwa pembersihan dan pengangkutan merupakan pekerjaan yang berlanjut di sejumlah lokasi, bukan kegiatan yang berhenti tepat setelah balapan berakhir. Petugas masih menyisir area yang menjadi bagian dari penyelenggaraan untuk mencari dan mengumpulkan sampah yang tertinggal. Langkah tersebut dilakukan di luar maupun di dalam kawasan sirkuit sesuai dengan cakupan yang disebutkan.
Pembersihan pasca-MotoGP ini masih menjadi pekerjaan DLH Lombok Tengah di kawasan penyelenggaraan. Lalu Sarkin menyampaikan bahwa petugas belum berhenti melakukan penyisiran dan pengangkutan sampah. Dengan demikian, kondisi setelah balapan masih ditangani melalui kegiatan kebersihan yang terus berjalan di berbagai area. Informasi tersebut sekaligus menjelaskan bahwa upaya petugas tidak hanya berfokus pada bagian dalam sirkuit, melainkan mencakup kawasan lain yang terkait dengan ajang MotoGP Indonesia 2026. DLH melanjutkan pengumpulan serta pengangkutan sampah dari titik-titik yang disisir. Belum ada keterangan mengenai kapan seluruh pekerjaan akan berakhir, sehingga yang dapat dipastikan dari penjelasan tersebut adalah proses pembersihan masih berlangsung. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut langsung setelah ajang balap di Mandalika, dengan petugas terus menangani sampah yang ditemukan di lapangan.
Balapan MotoGP di Mandalika berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Dalam keterangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jumlah penonton yang disebut mencapai 150 ribu orang. Kehadiran penonton dalam jumlah besar menjadi salah satu pertimbangan ketika memperkirakan kebutuhan pengelolaan sampah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika selama agenda balap berlangsung. Aktivitas di kawasan tersebut, termasuk kegiatan pengunjung selama rangkaian acara, berpotensi menghasilkan sampah yang perlu dikumpulkan dan ditangani. Meski demikian, jumlah penonton tidak dapat langsung disamakan dengan volume sampah. Perkiraan tersebut perlu dipahami sebagai gambaran awal, bukan hasil penimbangan sampah yang telah selesai dilakukan.
Lalu Sarkin menyampaikan bahwa jumlah penonton yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya membuat volume sampah di KEK Mandalika diperkirakan meningkat. Sebagai pembanding, ia menyebut total sampah yang dihasilkan dalam penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 mencapai 52 ton. Angka tersebut memberikan rujukan untuk melihat skala sampah dari acara sebelumnya, tetapi tidak otomatis menjadi dasar untuk menyatakan berapa ton sampah yang dihasilkan pada 2026. Perbedaan jumlah pengunjung dapat memengaruhi perkiraan, sementara kondisi pelaksanaan dan pengumpulan sampah juga perlu diperhitungkan sebelum total akhir dapat ditetapkan.
Dengan demikian, kenaikan volume sampah pada MotoGP 2026 masih berstatus prediksi. Belum ada angka pengukuran yang dipastikan dalam keterangan tersebut untuk menyatakan total sampah tahun ini melampaui capaian 52 ton pada 2025. Kepastian mengenai jumlah aktual memerlukan pencatatan dan pengukuran setelah sampah terkumpul serta proses penanganan berjalan. Pemisahan angka tahun sebelumnya dan estimasi tahun ini penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat. Jumlah penonton sebanyak 150 ribu menjadi konteks bagi perkiraan DLH, sedangkan volume final sampah 2026 masih harus menunggu data hasil pengukuran. Karena itu, perbandingan antartahun sebaiknya dilakukan setelah angka aktual tersedia, bukan dengan memperlakukan prediksi sebagai hasil resmi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melibatkan 25 petugas dan lima unit armada pengangkut sampah dalam penanganan sampah setelah balapan MotoGP Mandalika. Pembersihan masih berlangsung, dengan penyisiran dilakukan di area dalam maupun di luar sirkuit. Jumlah personel dan armada tersebut menjadi kapasitas yang dikerahkan untuk mendukung kegiatan pengumpulan serta pengangkutan sampah di kawasan yang menjadi cakupan penanganan.
Dalam prosesnya, sampah dipilah berdasarkan apakah masih dapat dimanfaatkan atau tidak. Sampah yang masih berpotensi dimanfaatkan, termasuk plastik yang memiliki nilai ekonomi, dibawa ke bank sampah. Sementara itu, sampah yang tidak dapat dimanfaatkan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Dengan demikian, alur penanganan yang disebutkan DLH mencakup pemilahan dan pengangkutan ke tujuan yang berbeda sesuai kategori sampah.
Penyisiran tidak terbatas pada area di dalam sirkuit. Petugas juga menangani area di luar sirkuit, sebagaimana disampaikan narasumber. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa pembersihan dilakukan pada kedua wilayah itu, sementara pengangkutan dan pemilahan menjadi bagian dari penanganan sampah yang masih berjalan setelah kegiatan balapan. Keterangan mengenai cakupan ini tidak mengubah tujuan akhir sampah yang telah dipilah: material yang masih dapat dimanfaatkan diarahkan ke bank sampah, sedangkan sisanya dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Keberadaan 25 petugas dan lima unit armada menggambarkan sumber daya yang dilibatkan DLH dalam kegiatan tersebut. Informasi yang disampaikan juga menerangkan jalur penanganan bagi dua kelompok sampah serta lokasi penyisiran. Rincian ini memberikan gambaran tentang pembagian tugas penanganan secara umum, tanpa menetapkan hasil akhir kegiatan atau ukuran keberhasilannya. Selama pembersihan berlangsung, sampah yang ditemukan di kedua sisi kawasan sirkuit ditangani melalui alur pemilahan dan pengangkutan yang telah disebutkan. Plastik bernilai ekonomi termasuk dalam kelompok yang masih dapat dimanfaatkan dan dibawa ke bank sampah, sedangkan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan menuju tempat pembuangan akhir.
Di luar informasi mengenai pembersihan sampah setelah balapan, ITDC menyampaikan catatan tersendiri mengenai jumlah pengunjung dan dampak ekonomi MotoGP Indonesia 2026 di The Mandalika. Pelaksana tugas direktur utama ITDC, Ahmad Fajar, menyatakan bahwa ajang tersebut dihadiri 157.875 pengunjung. Angka itu meningkat 12,5 persen dibandingkan dengan 140.324 pengunjung yang tercatat pada 2025. Keterangan mengenai jumlah pengunjung ini merupakan konteks penyelenggaraan acara, bukan data tentang volume sampah atau proses penanganannya.
Menurut Ahmad, jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi sejak MotoGP pertama kali digelar di The Mandalika pada 2022. ITDC juga menyebut rata-rata belanja pengunjung mencapai Rp8,56 juta per orang. Perhitungan itu mencakup periode sejak sepekan sebelum acara hingga selama penyelenggaraan berlangsung. Angka rata-rata belanja tersebut disampaikan sebagai bagian dari gambaran aktivitas ekonomi yang terkait dengan kedatangan penonton dan pelaksanaan ajang balap. Namun, informasi itu tidak dengan sendirinya menjelaskan sebaran belanja, kelompok usaha penerima manfaat, ataupun metode rinci yang digunakan untuk menghitungnya.
Dalam kutipan ITDC, dampak ekonomi MotoGP Indonesia 2026 disebut mencapai Rp5,2 triliun, naik sekitar 4,8 persen dari Rp4,96 triliun pada 2025. Perlu dicatat, bahan sumber juga menyebut Rp5,2 miliar pada bagian awal ketika membahas dampak ekonomi. Satuan miliar tersebut berbeda dari angka Rp5,2 triliun dalam pernyataan ITDC.
Baca juga: Babinsa Kerta Buana Kompak Bersama Warga Lakukan Gotong Royong Pembersihan Lapangan | Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi







