Jakarta | Sejumlah klub sepak bola Indonesia menyampaikan dukungan kepada masyarakat dan lingkungan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Respons tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bencana tidak hanya hadir dari lembaga kemanusiaan atau pemerintah, tetapi juga dari komunitas olahraga yang memiliki hubungan erat dengan banyak orang. Melalui saluran komunikasi dan jangkauan pendukungnya, klub dapat membantu mengangkat perhatian publik terhadap keadaan warga terdampak sekaligus mendorong semangat solidaritas.
Bentuk dukungan yang disampaikan beragam. Sebagian klub mengungkapkan doa dan harapan agar masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran diberi kekuatan serta kondisi segera membaik. Ada pula pesan yang menyatakan keprihatinan terhadap dampak yang dirasakan warga dan lingkungan. Ungkapan semacam ini mungkin tidak menggantikan bantuan langsung, tetapi dapat memberi dukungan moral kepada mereka yang terdampak serta mengingatkan masyarakat luas bahwa situasi tersebut patut mendapat perhatian.
Selain menyampaikan pesan solidaritas, sejumlah klub juga mengajak publik untuk memberikan bantuan. Ajakan tersebut memperluas peran klub dari sekadar menyuarakan kepedulian menjadi penghubung bagi orang-orang yang ingin berkontribusi. Pendukung, pemain, dan masyarakat umum dapat melihat bahwa kepedulian terhadap korban dapat diwujudkan dengan berbagai cara, sesuai kemampuan masing-masing. Ketika pesan ajakan dibagikan melalui jejaring sepak bola, informasi mengenai kebutuhan bantuan berpotensi menjangkau khalayak yang lebih luas.
Respons dari lingkungan sepak bola ini memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah situasi sulit. Klub memiliki identitas dan komunitas pendukung yang kuat, sehingga pernyataan kepedulian mereka dapat mendorong percakapan publik tentang dampak kebakaran hutan dan lahan. Doa, pesan empati, dan ajakan berdonasi merupakan bentuk dukungan yang berbeda, tetapi bertemu pada tujuan yang sama: menunjukkan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi keadaan tersebut sendirian. Solidaritas yang disampaikan klub juga menjadi pengingat bahwa perhatian perlu disertai kepedulian nyata terhadap warga dan lingkungan, termasuk dengan menyebarkan informasi bantuan secara bertanggung jawab dan mendukung upaya pemulihan.
Pada 21 Agustus 2026, Borneo FC Samarinda menyampaikan harapan agar kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan segera terkendali. Pesan klub tersebut menyoroti tiga hal yang dibutuhkan masyarakat di tengah bencana: api segera padam, udara kembali bersih, dan Kalimantan dapat pulih. Harapan itu mencerminkan kepedulian terhadap dampak karhutla yang tidak berhenti pada kerusakan kawasan hutan, tetapi juga dirasakan warga melalui kualitas udara yang memburuk dan terganggunya kehidupan sehari-hari.
Pada tanggal yang sama, PSM Makassar turut menyampaikan doa bagi masyarakat Kalimantan yang menghadapi kebakaran hutan yang semakin meluas. Unggahan tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap situasi di Kalimantan juga datang dari klub di luar wilayah terdampak. Doa dan dukungan moral menjadi cara bagi klub untuk mengingatkan publik bahwa warga yang berada di tengah bencana membutuhkan perhatian bersama, sementara upaya penanganan kebakaran dan dampaknya terus berlangsung.
Persita Tangerang juga menyatakan keprihatinan atas kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan. Klub berharap warga yang terdampak tetap sehat dan memperoleh perlindungan. Pesan tersebut menggarisbawahi sisi kemanusiaan dari karhutla: asap dapat memengaruhi kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah terdampak. Dengan menyampaikan dukungan secara terbuka, Persita turut memberi ruang bagi isu keselamatan warga untuk mendapat perhatian lebih luas.
Pada awal September, Madura United mengajak masyarakat menyatukan doa melalui unggahan yang memuat pesan untuk Kalimantan, Sumatera, serta wilayah lainnya. Ajakan tersebut memperluas cakupan solidaritas, sekaligus menegaskan bahwa kepedulian tidak dibatasi oleh lokasi atau identitas klub. Ketika bencana terjadi di berbagai daerah, dukungan publik dapat disampaikan melalui doa, penyebaran informasi yang bertanggung jawab, maupun perhatian terhadap kebutuhan warga. Rangkaian pesan dari Borneo FC, PSM, Persita, dan Madura United memperlihatkan bagaimana klub sepak bola menggunakan kanal komunikasi mereka untuk menyuarakan empati. Walaupun bentuknya sederhana, ungkapan solidaritas itu membantu menjaga perhatian masyarakat pada kondisi warga, harapan pemulihan, serta pentingnya melindungi mereka yang terdampak kebakaran dan kabut asap.
Persija Jakarta menyampaikan solidaritas bagi mereka yang terdampak kebakaran hutan dan lahan melalui unggahan bertema “Pray for Indonesia”. Pesan tersebut mengingatkan bahwa bencana ini tidak hanya membawa kesulitan bagi masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga mengancam satwa yang kehilangan habitat. Dalam situasi darurat, perhatian juga diberikan kepada petugas yang terus berjuang menangani api. Mereka bekerja menghadapi kondisi sulit demi membatasi dampak kebakaran dan melindungi lingkungan maupun warga. Persija berharap kebakaran segera padam dan hutan yang terdampak dapat pulih. Unggahan itu menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ajakan untuk melihat dampak karhutla secara lebih luas, termasuk terhadap kehidupan manusia, satwa, dan ekosistem.
Dukungan juga disampaikan Dewa United Football Academy. Melalui pesannya, akademi tersebut mengajak masyarakat untuk turut melindungi hutan serta ekosistem yang bergantung padanya. Ajakan itu menekankan bahwa hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan ruang hidup bagi banyak makhluk dan bagian penting dari keseimbangan alam. Kebakaran dapat merusak habitat, mengganggu kehidupan satwa, serta menghadirkan ancaman bagi manusia, terutama warga yang tinggal di wilayah terdampak. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menjaga hutan perlu menjadi perhatian bersama. Pesan tersebut menambah suara solidaritas dari komunitas sepak bola, yang menggunakan platform mereka untuk mengingatkan masyarakat tentang konsekuensi kebakaran dan pentingnya melindungi alam.
Perhatian terhadap warga juga hadir melalui pesan Kenji Nishioka, pemain Isenmulang Kalteng FC. Pesannya ditujukan kepada masyarakat Palangkaraya dan diunggah ulang melalui Instagram Story akun klub. Dalam pesannya, ia menyampaikan harapan agar kabut asap mereda serta warga tetap aman. Kabut asap dapat menambah kekhawatiran masyarakat saat kebakaran berlangsung, sehingga pesan kepedulian semacam ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga harus mendapat perhatian. Unggahan ulang dari akun klub turut memperluas jangkauan pesan tersebut kepada para pendukung dan masyarakat. Berbagai pernyataan dari klub, akademi, dan pemain memperlihatkan bahwa solidaritas dapat disampaikan melalui dukungan kepada warga, perhatian kepada satwa, serta penghargaan kepada petugas yang menangani kebakaran. Harapan akan api yang padam, udara yang kembali membaik, dan hutan yang pulih menjadi bagian dari kepedulian bersama.Selain menyampaikan kepedulian melalui doa dan solidaritas, Persebaya Surabaya mengajak para suporter mengambil langkah bantuan yang dapat diberikan secara langsung kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman. Klub mengimbau pendukungnya untuk ikut berdonasi dengan menyiapkan masker dan obat tetes mata, dua jenis bantuan yang disebut secara khusus dalam seruan tersebut. Dengan demikian, dukungan tidak hanya disampaikan sebagai ungkapan simpati, tetapi juga melalui partisipasi suporter dalam pengumpulan kebutuhan bagi warga yang terdampak.
Seruan Persebaya pada intinya mengajak suporter memberikan donasi berupa masker dan obat tetes mata untuk membantu masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Ajakan itu menjadi bagian dari rangkaian pertandingan melawan PSS Sleman, sehingga suasana pertandingan juga dimanfaatkan untuk mengundang kepedulian dan keterlibatan pendukung. Pesan klub berfokus pada bantuan yang konkret: suporter dapat turut menyumbangkan barang-barang yang diminta, sebagai bentuk solidaritas kepada warga terdampak. Masker dan obat tetes mata merupakan kebutuhan yang disebut dalam ajakan tersebut; tidak ada rincian tambahan mengenai jumlah, merek, mekanisme penyerahan, atau distribusi yang perlu diasumsikan di luar informasi itu.
Melalui imbauan tersebut Persebaya menempatkan suporter sebagai bagian dari gerakan kepedulian yang dapat.
Baca juga: Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari | Tingkatkan Kesadaran Bahaya Karhutla, TNI Kembali Laksanakan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sambas | Pastikan Sumber Air Karhutla Tetap Andal, Personel Lanud Sjamsudin Noor Siaga 24 Jam Dukung Kesiapan dan Operasi Penanganan Karhutla







