Usai Diperiksa dalam OTT BNPB, Rustian Tinggalkan Gedung KPK Naik Taksi

Usai Diperiksa dalam OTT BNPB, Rustian Tinggalkan Gedung KPK Naik Taksi

Jakarta | Usai menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT), Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia terlihat keluar dari area gedung sekitar pukul 14.50 WIB. Kepergiannya menjadi perhatian setelah nama Rustian dikaitkan dengan proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK dalam rangka penanganan perkara hasil operasi tangkap tangan tersebut.

Saat meninggalkan gedung, Rustian tampak mengenakan masker dan kemeja putih. Ia tidak menyampaikan keterangan panjang kepada awak media yang menunggu di sekitar lokasi. Setelah keluar melalui area depan gedung, Rustian kemudian melanjutkan perjalanan dengan menaiki taksi. Momen tersebut berlangsung singkat, sementara sejumlah wartawan berusaha mendapatkan informasi mengenai materi pemeriksaan yang telah dijalaninya.

Pemeriksaan terhadap Rustian dilakukan sebagai bagian dari rangkaian proses penegakan hukum yang sedang berlangsung di KPK. Hingga ia meninggalkan gedung, belum terdapat penjelasan terperinci mengenai pertanyaan yang diajukan penyidik maupun status hukum yang bersangkutan dalam perkara tersebut. KPK masih memiliki kewenangan untuk memanggil kembali pihak-pihak yang dianggap memiliki informasi relevan, termasuk pejabat atau orang lain yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani.

Operasi tangkap tangan biasanya diikuti pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan atau dipandang mengetahui rangkaian peristiwa. Dalam tahap ini, penyidik mengumpulkan keterangan, mencocokkannya dengan bukti yang tersedia, serta menentukan langkah hukum berikutnya. Informasi resmi mengenai perkara, termasuk pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan konstruksi kasusnya, tetap menunggu penyampaian KPK melalui keterangan resmi. Rustian sendiri memilih meninggalkan lokasi menggunakan taksi setelah menyelesaikan pemeriksaan pada siang hari itu.

Rustian terlihat meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjalani pemeriksaan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia kemudian menaiki sebuah taksi untuk meninggalkan area gedung tersebut. Momen kepulangannya berlangsung tanpa adanya keterangan yang disampaikan kepada wartawan.

Ketika berada di hadapan wartawan, Rustian tidak memberikan pernyataan apa pun. Tidak ada penjelasan yang disampaikan mengenai pemeriksaan yang baru dijalaninya, dan tidak ada pula tanggapan yang diberikan sebelum ia masuk ke dalam taksi. Wartawan tidak memperoleh komentar langsung darinya pada saat meninggalkan gedung KPK itu.

Dengan demikian, informasi yang dapat dicatat dari momen tersebut terbatas pada keberadaan Rustian yang keluar dari gedung, penggunaan taksi sebagai kendaraan, serta sikapnya yang tidak menyampaikan komentar kepada awak media. Tidak terdapat pernyataan lisan dari Rustian yang dapat dikutip dalam pemberitaan mengenai kepulangannya dari gedung KPK.

Keberangkatan Rustian menjadi bagian dari rangkaian peristiwa setelah pemeriksaan di gedung KPK. Ia meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada wartawan. Laporan mengenai momen tersebut berfokus pada tindakan yang terlihat, yakni keluar dari gedung KPK dan melanjutkan perjalanan dengan taksi. Hal lain di luar kejadian itu tidak disampaikan dalam momen kepulangannya.

Situasi tersebut membuat kepulangan Rustian berlangsung singkat dari sisi komunikasi dengan media. Ia tidak berhenti untuk menyampaikan penjelasan, menjawab pertanyaan, ataupun memberikan tanggapan sebelum meninggalkan area gedung. Karena tidak ada komentar yang disampaikan, pemberitaan mengenai momen ini hanya mencatat keberangkatannya setelah pemeriksaan serta kendaraan yang digunakan untuk meninggalkan gedung KPK.

Setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rustian akhirnya keluar dari lokasi. Kehadirannya di gedung tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dan menyasar lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, saat meninggalkan gedung, Rustian tidak menyampaikan keterangan kepada awak media yang menunggu di sekitar lokasi pemeriksaan.

Rustian kemudian langsung meninggalkan Gedung KPK dengan menggunakan taksi. Kepergiannya itu menandai berakhirnya rangkaian aktivitas pemeriksaan terhadap dirinya di lokasi tersebut. Tidak ada pernyataan yang disampaikan Rustian mengenai pemeriksaan yang telah dijalani maupun perkara yang berkaitan dengan OTT BNPB tersebut.

Penggunaan taksi menjadi satu-satunya informasi yang terlihat saat Rustian meninggalkan gedung. Ia tidak memberikan penjelasan tambahan sebelum masuk ke kendaraan dan melanjutkan perjalanan. Karena tidak ada keterangan yang disampaikan, informasi mengenai agenda setelah keluar dari Gedung KPK tidak dapat dipastikan berdasarkan peristiwa di lokasi.

Momen tersebut sekaligus menutup rangkaian peristiwa Rustian di Gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan. Ia datang dalam konteks penanganan perkara yang berawal dari OTT di lingkungan BNPB, menjalani proses pemeriksaan, kemudian meninggalkan gedung tanpa memberikan komentar. Seluruh rangkaian itu berlangsung hingga Rustian masuk ke taksi yang membawanya meninggalkan kawasan Gedung KPK.

Dengan demikian, bagian akhir pemeriksaan Rustian di lokasi ditandai oleh keberangkatannya menggunakan taksi. Tidak terdapat informasi lain yang disampaikan terkait tujuan perjalanan atau kegiatan berikutnya. Keterangan yang dapat dipastikan hanya bahwa Rustian telah keluar dari Gedung KPK dan meninggalkan lokasi dengan taksi setelah diperiksa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Operasi tersebut berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berdasarkan informasi yang tersedia, kegiatan penindakan itu berkaitan dengan sejumlah pihak yang diamankan KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap total 14 orang. Mereka diamankan dari lingkungan BNPB dan wilayah terkait dalam rangkaian operasi yang dilakukan pada hari yang sama. Setelah penangkapan, para pihak tersebut dibawa untuk menjalani proses pemeriksaan di KPK. Pemeriksaan itu diperlukan untuk mengklarifikasi informasi yang ditemukan penyidik serta menentukan langkah hukum berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengamankan sejumlah orang, KPK juga menyita barang bukti dalam operasi tersebut. Barang bukti yang disebutkan berupa uang tunai dan logam mulia emas. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari proses penindakan dan pendalaman perkara. Nilai uang tunai, jumlah logam mulia, serta rincian lain mengenai barang bukti tersebut belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Hingga tahap ini, informasi mengenai peran masing-masing pihak yang diamankan, hubungan mereka dengan perkara, serta latar belakang pelaksanaan OTT belum disampaikan secara lengkap. Karena itu, status dan keterlibatan setiap orang masih perlu menunggu penjelasan resmi KPK. Keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan, bentuk perkara, dan kemungkinan proses hukum berikutnya juga masih menjadi kewenangan lembaga antirasuah untuk disampaikan berdasarkan perkembangan penyidikan.