Jakarta | Hamdan Tour mengumumkan bahwa Ruben Onsu tidak lagi berstatus sebagai brand ambassador perusahaan. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Hamdan Tour pada 13 Oktober 2026. Pengumuman ini menandai berakhirnya peran Ruben dalam kerja sama promosi dengan perusahaan perjalanan tersebut, sekaligus menjadi perhatian publik karena disampaikan ketika isu terkait dirinya masih ramai diperbincangkan.
Kabar itu muncul di tengah polemik rekaman video call Ruben Onsu dengan seorang pria berinisial Y. Rekaman tersebut menjadi bahan pembahasan di ruang publik dan media sosial, sehingga pengumuman dari Hamdan Tour segera dikaitkan dengan situasi yang sedang berkembang. Meski demikian, informasi mengenai berakhirnya kerja sama itu perlu dipisahkan dari berbagai spekulasi yang beredar mengenai polemik video call tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip pada 14 Oktober 2026, Hamdan Tour menyampaikan status terbaru Ruben Onsu dalam hubungan kerja sama mereka. Pernyataan itu menegaskan bahwa Ruben tidak lagi menjalankan fungsi sebagai brand ambassador Hamdan Tour. Keterangan tersebut menjadi dasar informasi mengenai perubahan posisi Ruben di perusahaan, tanpa memuat alasan lain di luar pengumuman pengakhiran peran tersebut.
Waktu penyampaian informasi membuat keputusan Hamdan Tour mendapat perhatian lebih besar. Pengumuman pada 13 Oktober 2026 berlangsung saat rekaman video call dengan pria berinisial Y masih menjadi topik yang banyak dibahas. Namun, berdasarkan keterangan yang tersedia, tidak terdapat penjelasan tambahan mengenai alasan pengakhiran kerja sama selain fakta bahwa perubahan status itu diumumkan pada periode yang sama dengan ramainya polemik. Karena itu, perkembangan selanjutnya masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Manajemen Hamdan Tour memberikan penjelasan mengenai tahapan administratif yang menandai berakhirnya kerja sama dengan Ruben Onsu. Berdasarkan keterangan tersebut, materi promosi Hamdan Tour yang menampilkan Ruben Onsu sudah tidak digunakan sejak 31 Agustus 2026. Tanggal itu menjadi penanda bahwa materi brosur atau promosi terkait tidak lagi dipakai dalam kegiatan pemasaran Hamdan Tour.
Penghentian penggunaan materi promosi tersebut merupakan langkah yang berbeda dari penghapusan tautan atau tag akun Hamdan Tour pada bio media sosial Ruben Onsu. Tautan yang sebelumnya tercantum pada bio tersebut baru resmi dihapus pada 12 Oktober 2026. Dengan demikian, perubahan pada materi promosi dan penghapusan tautan akun berlangsung pada waktu yang tidak bersamaan.
Urutan waktu itu menunjukkan bahwa materi yang menampilkan Ruben Onsu telah lebih dahulu dihentikan penggunaannya pada akhir Agustus. Setelah itu, tautan atau tag akun Hamdan Tour pada bio media sosial Ruben masih tercantum hingga kemudian dihapus secara resmi pada 12 Oktober 2026. Perbedaan tanggal tersebut menjadi bagian penting dalam menjelaskan proses administratif berakhirnya kerja sama sebagaimana disampaikan oleh manajemen.
Karena itu, keterangan mengenai penghentian kerja sama perlu dibaca berdasarkan dua catatan waktu. Pertama, materi brosur dan promosi Hamdan Tour yang menampilkan Ruben Onsu tidak lagi digunakan sejak 31 Agustus 2026. Kedua, tautan atau tag akun Hamdan Tour pada bio media sosial Ruben dihapus pada 12 Oktober 2026. Kedua tindakan tersebut berkaitan dengan berakhirnya kerja sama, tetapi dilakukan melalui tahapan dan waktu yang berbeda.
Hamdan Tour menegaskan bahwa pengumuman berakhirnya kerja sama dengan Ruben Onsu perlu dipahami sebagai keputusan terkait hubungan profesional kedua pihak. Dalam keterangan resminya, manajemen juga memberikan batas yang jelas identitas perusahaan dan kehidupan pribadi Ruben. Sikap, pandangan, maupun aktivitas pribadi Ruben Onsu tidak dapat dianggap sebagai gambaran, sikap, atau representasi Hamdan Tour. Penegasan ini disampaikan agar posisi perusahaan tidak disamakan dengan hal-hal yang berada di ranah pribadi Ruben.
Pemisahan tersebut menjadi bagian penting dari klarifikasi manajemen di tengah polemik video call yang turut menjadi perhatian publik. Hamdan Tour menyatakan bahwa setiap pernyataan atau tindakan yang berkaitan dengan kehidupan pribadi Ruben merupakan tanggung jawab yang bersangkutan dan tidak mencerminkan nilai, pandangan, ataupun sikap resmi perusahaan. Dengan demikian, berakhirnya kerja sama tersebut sekaligus memperjelas bahwa identitas Hamdan Tour berdiri secara terpisah dari sosok serta kehidupan pribadi mantan mitra kerjanya.
Di sisi lain, Hamdan Tour tetap menyampaikan komitmennya untuk menjalankan layanan ibadah umrah dengan berpegang pada prinsip yang telah dinyatakan dalam keterangan resmi. Perusahaan menegaskan akan terus menghadirkan layanan yang amanah, aman, dan sesuai syariat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus manajemen tetap berada pada pelaksanaan layanan ibadah umrah sebagaimana tanggung jawab perusahaan, tanpa mengaitkannya dengan sikap, pandangan, atau persoalan pribadi Ruben Onsu. Hamdan Tour pun mempertahankan posisi resminya sesuai keterangan yang telah disampaikan kepada publik.
Perhatian publik terhadap pengumuman Hamdan Tour mengenai berakhirnya kerja sama dengan Ruben Onsu muncul ketika isu tersebut berdekatan waktunya dengan polemik rekaman video call. Rekaman itu memperlihatkan Ruben berbincang dengan seorang pria berinisial Y. Materi tersebut sebelumnya diunggah oleh Sarwendah, lalu menyebar dan menjadi bahan perbincangan luas di berbagai platform media sosial.
Peredaran rekaman memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian pengguna internet membagikan ulang potongan video, sedangkan lainnya menyampaikan komentar dan pertanyaan mengenai konteks percakapan tersebut. Perhatian tidak hanya diarahkan kepada akun pribadi yang berkaitan dengan Ruben, tetapi juga muncul di kolom komentar sejumlah akun bisnis dan merek yang diketahui pernah bekerja sama dengannya.
Situasi itu membuat isu personal bersinggungan dengan ruang komunikasi publik milik mitra kerja. Komentar yang masuk pada akun perusahaan atau merek dapat memengaruhi percakapan mengenai kampanye, promosi, maupun citra pihak-pihak yang terlibat. Namun, kemunculan komentar tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya keputusan bisnis tertentu atau menjelaskan alasan di balik perubahan kerja sama.
Dalam merespons serangan dan perbincangan di media sosial, Ruben menyoroti bahwa dampak polemik tidak hanya dirasakan oleh dirinya. Ia menyebut orang-orang terdekat serta mitra kerja juga dapat ikut terdampak oleh derasnya komentar dan perhatian publik. Pernyataan itu menggambarkan luasnya konsekuensi sosial dari sebuah isu yang berkembang cepat melalui platform digital.
Pengumuman Hamdan Tour dan polemik video call tersebut kemudian menjadi dua kabar yang dibaca publik dalam rentang waktu berdekatan. Meski demikian, informasi yang tersedia hanya menunjukkan adanya kedekatan waktu, bukan hubungan sebab-akibat langsung beredarnya rekaman dan berakhirnya kerja sama. Alasan resmi serta konteks keputusan bisnis tetap perlu merujuk pada keterangan pihak-pihak yang bersangkutan.
Baca juga: Tanpa Putusan Pengadilan? Warga Gubeng Buka Posko Keprihatinan dan Bongkar Polemik Lahan | VTC Panglima TNI-CDF ADF Menjadi Momentum Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Australia | Penghentian Perkara Jadi Polemik, LSM-GMBI Pertanyakan Fungsi Pengawasan Disnakertransgi DKI

