Tiga Hoaks yang Menyeret Timnas Indonesia di Facebook

Jakarta | Timnas Indonesia kembali menjadi sasaran sejumlah informasi palsu yang beredar di Facebook. Beberapa unggahan memuat klaim menyesatkan dengan mengaitkan nama tim nasional, tokoh pemerintahan, serta pejabat sepak bola internasional. Rangkaian konten tersebut mencakup isu hadiah dari Presiden Prabowo Subianto, video yang dikaitkan dengan perpisahan Shin Tae-yong, dan video pidato Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai pertandingan timnas Indonesia melawan Bahrain. Ketiga contoh itu muncul dalam unggahan Facebook pada waktu yang berbeda dan menyebarkan narasi yang perlu dicermati.

Klaim pertama berkaitan dengan hadiah dari Presiden Prabowo Subianto. Informasi tersebut disebarkan melalui unggahan di Facebook yang dipublikasikan pada 6 Oktober 2026. Unggahan itu membawa narasi mengenai pemberian hadiah kepada pihak yang berkaitan dengan timnas Indonesia. Klaim tersebut menjadi salah satu konten yang menyeret nama tim nasional dalam informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Penyebarannya memperlihatkan bagaimana isu mengenai hadiah dan perhatian dari presiden dapat digunakan sebagai bahan untuk membangun narasi menyesatkan di media sosial.

Contoh berikutnya berupa video yang dikaitkan dengan perpisahan Shin Tae-yong. Video itu beredar melalui unggahan Facebook bertanggal 6 Januari 2025 dan diarahkan untuk membentuk kesan tertentu mengenai hubungan pelatih tersebut dengan timnas Indonesia. Sementara itu, video lain menampilkan pidato Presiden FIFA Gianni Infantino yang dikaitkan dengan pertandingan timnas Indonesia melawan Bahrain. Konten tersebut diunggah di Facebook pada 14 Oktober 2024. Dengan demikian, rangkaian hoaks ini berasal dari tiga unggahan Facebook dengan tanggal publikasi yang disebutkan, yakni 6 Oktober 2026, 6 Januari 2025, dan 14 Oktober 2024, serta mengangkat tiga isu berbeda yang semuanya menyeret timnas Indonesia.

Klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah sebesar Rp5 triliun dan satu mobil kepada setiap pemain tim nasional Indonesia beredar di Facebook. Informasi tersebut dikaitkan dengan kemenangan timnas Indonesia dalam FIFA Asean Cup 2026. Dalam narasi yang beredar, hadiah itu disebut sebagai bentuk apresiasi setelah tim nasional meraih gelar juara. Klaim tersebut bukan sekadar menyebut adanya penghargaan, tetapi juga memuat nominal fantastis serta kendaraan untuk masing-masing pemain.

Klaim itu diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 6 Oktober 2026. Unggahan tersebut disertai poster yang menampilkan Presiden Prabowo menyerahkan trofi kepada timnas Indonesia. Adegan dalam poster itu disebut berlangsung setelah Indonesia mengalahkan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Dengan menyertakan visual penyerahan trofi dan keterangan mengenai pertandingan, unggahan tersebut membangun kesan bahwa pemberian hadiah besar itu benar-benar terjadi setelah kemenangan timnas.

Inti tulisan pada poster menyatakan bahwa setiap pemain timnas Indonesia memperoleh uang Rp5 triliun dan sebuah mobil dari Presiden Prabowo sebagai hadiah kemenangan. Keterangan yang menyertai unggahan kemudian mempertanyakan apakah hadiah dengan nilai tersebut berasal dari uang pribadi Presiden Prabowo. Pertanyaan itu turut mengarahkan perhatian pembaca pada sumber dana hadiah, sekaligus memperkuat penyajian klaim di dalam unggahan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan fakta dalam bahan sumber, informasi mengenai pemberian Rp5 triliun dan mobil kepada setiap pemain timnas Indonesia tersebut dinyatakan tidak benar.

Sebuah video yang beredar di Facebook pada 6 Januari 2025 dikaitkan dengan kabar perpisahan Shin Tae-yong bersama tim nasional Indonesia. Unggahan tersebut menyampaikan klaim bahwa rekaman itu memperlihatkan momen setelah kontrak Shin Tae-yong diputus oleh PSSI. Karena narasi itu menghubungkan tayangan dengan keputusan penting dalam kepelatihan timnas, video tersebut kemudian menarik perhatian pengguna media sosial dan menjadi bahan pembicaraan di kolom interaksi unggahan.

Dalam adegan yang tersedia pada sumber, Shin Tae-yong terlihat mengenakan jaket berwarna putih dan berbicara dengan para pemain di ruang ganti. Setelah percakapan berlangsung, ia tampak meneteskan air mata. Beberapa pemain kemudian menghampirinya dan memeluk pelatih tersebut. Rekaman itu menampilkan suasana emosional di Shin Tae-yong dan para pemain, tetapi sumber yang dirujuk hanya memperlihatkan rangkaian adegan tersebut tanpa memberikan keterangan tambahan mengenai waktu, tempat, atau konteks lengkap pengambilannya. Oleh sebab itu, uraian mengenai video perlu dibatasi pada hal-hal yang benar-benar terlihat dalam tayangan.

Akun yang mengunggah video tersebut menyertakan ucapan terima kasih kepada Shin Tae-yong sebagai pelatih. Pesan itu memperkuat kesan bahwa rekaman merupakan dokumentasi perpisahan, sesuai dengan klaim yang ditulis dalam unggahan. Respons publik terhadap video juga cukup terlihat. Hingga informasi dalam sumber dicatat, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 11 kali dan mendapatkan 33 komentar. Jumlah interaksi itu menunjukkan bahwa narasi mengenai perpisahan Shin Tae-yong memperoleh perhatian dari pengguna Facebook. Namun, status kebenaran klaim yang menyertai video tersebut tetap menjadi pokok pemeriksaan fakta, terutama untuk menilai apakah adegan yang ditampilkan benar berkaitan dengan pemutusan kontrak dan perpisahan resmi dengan timnas Indonesia.

Salah satu hoaks yang menerpa tim nasional Indonesia di Facebook berupa video Presiden FIFA Gianni Infantino yang beredar sejak awal pekan dan dipublikasikan pada 14 Oktober 2024. Dalam rekaman tersebut, Infantino tampak sedang berpidato menggunakan bahasa Inggris. Video itu kemudian dilengkapi teks terjemahan berbahasa Indonesia yang seolah-olah memuat pernyataan resmi FIFA mengenai pertandingan timnas Indonesia.

Menurut terjemahan yang ditampilkan, keputusan menambah waktu tambahan atau injury time disebut merugikan timnas Indonesia. Klaim tersebut kemudian menyatakan bahwa pertandingan terkait dinyatakan tidak sah. Video itu juga memuat pernyataan bahwa FIFA telah memutuskan memberikan poin sepenuhnya kepada Indonesia, dengan dua pilihan yang disebut tersedia, yakni pertandingan diulang atau tidak diulang. Seluruh isi tersebut disajikan seolah-olah merupakan keputusan yang disampaikan langsung oleh Presiden FIFA.

Untuk memperkuat klaimnya, video tersebut menampilkan tabel klasemen yang menempatkan Indonesia di posisi kedua, tepat di bawah Jepang. Susunan klasemen itu membuat informasi dalam video tampak seperti kabar terbaru mengenai perubahan hasil pertandingan dan posisi Indonesia dalam kompetisi. Namun, keberadaan video beserta terjemahan dan tabel tersebut merupakan bagian dari unggahan yang beredar sebagai informasi menyesatkan tentang timnas Indonesia, bukan keterangan yang dapat langsung dianggap sebagai keputusan resmi FIFA.

Pengunggah video turut menyertakan narasi yang menyatakan harapan agar berita tersebut benar. Narasi itu menunjukkan bahwa unggahan tersebut ditujukan untuk membangun optimisme sekaligus mendorong pengguna Facebook mempercayai klaim yang disampaikan. Dengan demikian, video Gianni Infantino dan narasi pendampingnya tercatat sebagai salah satu hoaks yang menyeret timnas Indonesia di Facebook. Isi klaimnya berkisar pada tambahan injury time, pembatalan pertandingan, pemberian poin penuh, serta kemungkinan pertandingan ulang atau tidak, sebagaimana tertulis dalam terjemahan video tersebut.

Baca juga: Lompatan Ranking FIFA Timnas Indonesia di Era Erick Thohir: Tiga Pelatih, Naik 31 Peringkat