Kabupaten Banyumas. Direktur Utama Bank BSN Alex | PT Bank Syariah Nasional atau Bank BSN resmi meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu (KCP) Purwokerto menjadi Kantor Cabang (KC) Purwokerto. Perubahan status ini menandai penguatan kehadiran Bank BSN di Kabupaten Banyumas sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan layanan perbankan syariah di Jawa Tengah. Peresmian KC Purwokerto berlangsung di Banyumas pada Senin (12/10).
Peningkatan status kantor tersebut mencerminkan komitmen Bank BSN untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dan pelaku usaha. Dengan status sebagai kantor cabang, KC Purwokerto diharapkan dapat menjalankan peran yang lebih optimal dalam melayani kebutuhan nasabah, memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Banyumas.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menyatakan bahwa perubahan status kantor merupakan langkah strategis untuk memperluas akses keuangan syariah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan KC Purwokerto tidak hanya memperkuat jaringan operasional Bank BSN, tetapi juga membuka peluang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Kabupaten Banyumas melalui layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Langkah ini menegaskan arah pengembangan Bank BSN dalam memperluas jangkauan layanan di daerah yang memiliki potensi ekonomi beragam. Melalui KC Purwokerto, Bank BSN berupaya memberikan akses yang semakin dekat bagi masyarakat Banyumas terhadap produk dan layanan syariah, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi lokal dan perluasan inklusi keuangan di Jawa Tengah.
Banyumas dipandang sebagai wilayah penting dalam pengembangan jaringan Bank BSN karena memiliki aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang. Perdagangan, pendidikan, industri, serta berbagai usaha yang dijalankan masyarakat menjadi bagian dari dinamika daerah tersebut. Perkembangan di sejumlah bidang itu menunjukkan adanya kegiatan ekonomi yang beragam dan berlangsung secara berkelanjutan di Banyumas.
Alex Sofjan Noor menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam memperkuat kehadiran Bank BSN di wilayah Banyumas. Aktivitas perdagangan memberikan ruang bagi kebutuhan transaksi dan pembiayaan, sementara sektor pendidikan, industri, serta usaha masyarakat turut membentuk kebutuhan layanan perbankan yang sesuai dengan karakter ekonomi daerah. Dalam konteks ini, pengembangan jaringan Bank BSN diarahkan untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Gambaran potensi Banyumas juga terlihat dari nilai produk domestik regional bruto yang mencapai Rp81,26 triliun. Angka tersebut mencerminkan besarnya aktivitas perekonomian yang berlangsung di wilayah ini. Selain itu, Banyumas memiliki jumlah penduduk sekitar 1,87 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut menjadi bagian penting dalam melihat cakupan kebutuhan layanan keuangan, termasuk layanan perbankan berbasis syariah.
Banyumas juga memiliki sekitar 230 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Keberadaan pelaku UMKM dalam jumlah tersebut memperlihatkan luasnya kegiatan usaha masyarakat sekaligus kebutuhan terhadap layanan keuangan yang dapat menunjang aktivitas mereka. Data mengenai nilai produk domestik regional bruto, jumlah penduduk, dan pelaku UMKM menjadi gambaran potensi pasar serta kebutuhan layanan keuangan syariah di daerah. Pertimbangan inilah yang mendasari pentingnya penguatan jaringan Bank BSN di Banyumas.
Bank BSN melihat Banyumas sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang luas dan beragam. Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, perusahaan menyiapkan strategi berbasis empat ekosistem utama, yaitu pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah, sektor perumahan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta institusi pendidikan, kesehatan, dan organisasi keumatan. Pendekatan ini memungkinkan layanan syariah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok nasabah, baik untuk transaksi harian, pembiayaan, maupun pengelolaan keuangan.
Dalam ekosistem pemerintah daerah dan BUMD, penguatan layanan diarahkan pada digitalisasi transaksi. Bank BSN akan mendorong pemanfaatan QRIS dan mesin electronic data capture (EDC) agar pembayaran menjadi lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi. Solusi tersebut dapat mendukung aktivitas penerimaan maupun pembayaran di berbagai unit layanan publik serta badan usaha daerah.
Bagi sektor UMKM, Bank BSN menyiapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen untuk memperluas akses permodalan. Pembiayaan ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan kegiatan perdagangan, dan menjaga keberlanjutan bisnis. Sementara itu, sektor perumahan akan diperkuat melalui pembiayaan kepemilikan rumah yang dapat membantu masyarakat memiliki hunian sesuai prinsip syariah.
Bank BSN juga akan mengoptimalkan layanan digital Bale Syariah. Platform ini diharapkan memudahkan nasabah mengakses berbagai kebutuhan perbankan tanpa harus selalu datang ke kantor cabang. Integrasi layanan digital dengan dukungan jaringan kantor menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan Bank BSN di Banyumas.
Alex berharap KC Purwokerto dapat menjadi pilihan utama masyarakat Banyumas untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan. Kehadiran layanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan sesuai prinsip syariah diharapkan turut mendukung pertumbuhan usaha, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hingga September 2026, kinerja keuangan Bank BSN menunjukkan pertumbuhan yang mendukung penguatan jaringan dan perluasan layanan syariah di berbagai daerah, termasuk Banyumas. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp82,8 triliun, meningkat 21,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut mencerminkan kapasitas Bank BSN dalam memperkuat fondasi usaha, meningkatkan daya jangkau layanan, serta merespons kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap produk perbankan syariah.
Penyaluran pembiayaan Bank BSN mencapai Rp64,5 triliun atau tumbuh 26,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga tercatat Rp65,3 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 14,8 persen. Perseroan juga membukukan laba Rp734 miliar, naik 24,2 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi konteks penting bagi ekspansi jaringan, karena pertumbuhan bisnis memberikan ruang bagi bank untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kehadiran kantor cabang di wilayah dengan potensi ekonomi yang berkembang.
Penguatan status KCP Purwokerto mendapat sambutan positif dari Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, yang disampaikan melalui Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Bank BSN dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan permodalan yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip syariah. Selain itu, pemerintah daerah dan Bank BSN dapat bersinergi dalam mendukung pengembangan usaha halal, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Bank Syariah Tak Lagi Ribet, Aladin Bawa Semua Layanan ke Genggaman | TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda | TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat
