Sarwendah Minta Rekaman CCTV Pertemuan dengan Audio Dibuka Utuh

Sarwendah Minta Rekaman CCTV Pertemuan dengan Audio Dibuka Utuh

Jakarta | Perselisihan Sarwendah dan Ruben Onsu kembali mencuat di tengah polemik mengenai hak asuh anak. Perhatian publik tertuju pada rekaman kamera pengawas atau CCTV yang sebelumnya diunggah Ruben melalui media sosial. Dalam tayangan tersebut, terlihat seorang perempuan yang diduga merupakan asisten Sarwendah mengambil sejumlah uang. Uang itu kemudian disebut akan diberikan kepada seseorang, meski konteks lengkap peristiwa tersebut belum diketahui secara terbuka.

Ruben lantas mengaitkan rekaman itu dengan dugaan pembayaran buzzer yang disebut menyerang dirinya di media sosial. Pernyataan tersebut memunculkan perdebatan karena video yang beredar dinilai belum memperlihatkan keseluruhan kejadian, termasuk percakapan atau tujuan pemberian uang. Oleh sebab itu, tudingan mengenai adanya pembayaran untuk memengaruhi opini publik masih menjadi bagian dari polemik dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti.

Di tengah situasi tersebut, Sarwendah disebut meminta agar rekaman CCTV pertemuan yang disertai audio dibuka secara utuh. Permintaan itu dinilai penting untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai apa yang terjadi serta mencegah kesimpulan yang hanya didasarkan pada potongan video. Audio juga diharapkan dapat membantu menjelaskan percakapan, identitas pihak-pihak yang terlibat, dan maksud dari pemberian uang yang dipersoalkan.

Pihak Ruben disebut berencana membawa persoalan ini ke jalur hukum. Langkah tersebut dapat menjadi ruang untuk menguji berbagai keterangan dan bukti yang muncul di hadapan pihak berwenang. Hingga proses hukum benar-benar berjalan dan menghasilkan keputusan, dugaan terkait pembayaran buzzer maupun keterlibatan pihak tertentu tetap perlu diperlakukan sebagai klaim yang masih harus diverifikasi. Polemik ini pun berlangsung bersamaan dengan persoalan keluarga yang lebih luas, sehingga setiap pernyataan publik berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kedua pihak.

Sarwendah menyampaikan klarifikasinya melalui akun Instagram pribadinya, @sarwendah29. Dalam unggahan tersebut, ia membantah narasi yang selama ini diarahkan kepadanya terkait persoalan dengan Ruben. Sarwendah menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak dapat diterima begitu saja karena menurutnya, sejumlah cerita telah disusun dengan cara yang membuat dirinya tampak sebagai pihak yang buruk, jahat, atau bersalah.

Ia mengaku lelah karena konflik dengan Ruben terus menjadi konsumsi publik selama berbulan-bulan. Menurut Sarwendah, persoalan yang semestinya dibicarakan dan diselesaikan oleh pihak-pihak terkait justru terus muncul dalam ruang publik. Situasi itu membuat dirinya kembali harus memberikan penjelasan, meskipun perkara tersebut telah berlangsung cukup lama.

Dalam pernyataannya, Sarwendah menyebut berbagai narasi dan fitnah yang ditujukan kepadanya seolah-olah dibuat untuk membentuk pandangan tertentu di tengah masyarakat. Ia mempertanyakan tujuan dari rangkaian pemberitaan dan pernyataan tersebut, termasuk arah penyelesaian persoalan yang masih terus dibicarakan. Ia juga menyinggung permintaan agar rekaman CCTV pertemuan, termasuk audio secara utuh, dibuka sehingga publik dapat melihat konteks peristiwa secara lengkap.

Sarwendah menilai penyampaian potongan informasi tanpa keseluruhan konteks dapat memunculkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Karena itu, ia meminta agar persoalan tersebut tidak terus diarahkan hanya kepada satu pihak melalui narasi yang merugikan. Pernyataan itu disampaikannya sebagai bentuk bantahan sekaligus penegasan atas sikapnya menghadapi isu yang berkembang.

Selain mengungkapkan kelelahan pribadi, Sarwendah menyebut publik juga telah lelah mengikuti kasus tersebut. Ia mempertanyakan sampai kapan konflik dan narasi yang menyertainya akan terus berputar di ruang publik. Melalui unggahan itu, ia menyampaikan bahwa penyelesaian yang jelas diperlukan agar persoalan tidak kembali menjadi konsumsi masyarakat dan tidak terus melahirkan tudingan baru terhadap dirinya.

Sarwendah meminta agar rekaman CCTV mengenai pertemuannya dengan Ruben dibuka secara utuh dan disertai audio. Menurutnya, rekaman yang ditampilkan secara lengkap akan membantu publik melihat rangkaian peristiwa berdasarkan fakta yang terekam, bukan semata-mata melalui potongan gambar, penggiringan opini, atau narasi sepihak. Permintaan tersebut juga menjadi tantangan agar seluruh bagian pertemuan dapat disaksikan secara terbuka, sehingga konteks pembicaraan maupun kejadian yang berlangsung tidak terlepas dari rangkaian aslinya.

Dalam klarifikasinya di Instagram, Sarwendah menekankan pentingnya menghadirkan tayangan yang tidak dipilih-pilih. Ia menilai keberadaan suara dapat memberikan konteks tambahan terhadap gambar, terutama apabila terdapat percakapan atau respons yang tidak terlihat hanya dari rekaman visual. Dengan demikian, setiap pihak dapat menilai sendiri apa yang terjadi tanpa bergantung sepenuhnya pada penjelasan yang disampaikan setelah peristiwa tersebut menjadi sorotan.

Permintaan membuka rekaman secara lengkap itu turut dikaitkan dengan perhatian publik terhadap uang senilai Rp35 juta yang sebelumnya disebut dalam hubungan dengan rekaman tersebut. Namun, informasi yang tersedia tidak membuktikan tujuan penggunaan uang itu. Karena itu, pembahasan mengenai nominal tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati dan tidak langsung ditarik menjadi kesimpulan tertentu. Sarwendah menyampaikan pernyataan tersebut dalam klarifikasinya di Instagram, yang dikutip pada Minggu (11/11/2026), dengan menegaskan bahwa rekaman lengkap diperlukan agar penilaian terhadap peristiwa tidak dibentuk oleh narasi yang hanya menampilkan sebagian informasi.

Sarwendah menjelaskan bahwa pertemuan yang terekam kamera CCTV tersebut bermula dari undangan seorang perempuan yang ia sebut sebagai Ibu Z. Menurut keterangannya, Ibu Z mengajak Sarwendah untuk bertemu dengan selebgram Artos serta Jaenudin, pengacara yang menangani perkara gugatan wanprestasi. Sarwendah menyampaikan bahwa kehadirannya dalam pertemuan itu bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan didahului komunikasi dan ajakan dari Ibu Z.

Dalam penjelasan yang disampaikan, Ibu Z disebut memberikan informasi mengenai kemungkinan bantuan hukum yang dapat diberikan Jaenudin. Bantuan tersebut berkaitan dengan persoalan hak gono-gini atas sebuah rumah yang, menurut keterangan Sarwendah, disebut akan dilelang. Karena itu, pertemuan dengan Artos dan Jaenudin dipahami Sarwendah sebagai kesempatan untuk memperoleh penjelasan mengenai persoalan tersebut, termasuk langkah yang mungkin ditempuh dalam menghadapi masalah hukum dan aset.

Sarwendah juga meminta agar rekaman CCTV pertemuan itu, termasuk bagian audionya, dibuka secara utuh. Permintaan tersebut disampaikan agar rangkaian percakapan dan konteks kehadiran para pihak dapat dipahami secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan potongan gambar atau informasi yang beredar. Ia menilai rekaman lengkap diperlukan untuk membantu menjelaskan apa yang dibicarakan, siapa saja yang hadir, serta latar belakang pertemuan tersebut.

Keterangan itu merupakan versi Sarwendah mengenai asal-usul pertemuan dengan Artos dan Jaenudin. Penjelasan tersebut menggambarkan bahwa ia datang setelah menerima undangan dari Ibu Z dan mengetahui adanya pembahasan mengenai bantuan untuk persoalan hak gono-gini rumah yang disebut akan dilelang. Namun, uraian tersebut tidak dengan sendirinya menjadi verifikasi independen atas seluruh tudingan atau informasi lain yang muncul. Kepastian mengenai konteks percakapan dan fakta-fakta terkait tetap memerlukan pemeriksaan rekaman secara lengkap serta klarifikasi dari pihak-pihak lain yang terlibat.