Jakarta | Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menghadirkan inovasi pengelolaan sampah melalui sebuah perahu edukasi lingkungan berbentuk tank. Perahu tersebut diberi nama Tank Hantu Kali Cilincing. Kehadirannya menjadi contoh bahwa material yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai edukasi, sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan saluran air.
Tank Hantu Kali Cilincing dibuat dengan memanfaatkan 2.850 botol plastik bekas. Botol-botol itu dikumpulkan dari kegiatan pembersihan kali yang dilakukan oleh petugas UPS Badan Air di wilayah Cilincing. Setelah dipilah dan disiapkan, botol plastik tersebut digunakan sebagai bagian dari konstruksi perahu. Pemanfaatan material hasil pembersihan kali ini menunjukkan bahwa kegiatan penanganan sampah tidak berhenti pada proses pengangkutan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengolahan kreatif.
Selain botol plastik, pembuatan perahu juga menggunakan sejumlah material pendukung, yakni jeriken, kayu, bambu, ban bekas, dan besi. Berbagai bahan tersebut disusun sedemikian rupa agar membentuk badan perahu dengan tampilan menyerupai tank. Penggunaan material bekas sekaligus memperkuat karakter perahu sebagai media kampanye lingkungan yang dekat dengan persoalan sampah sehari-hari.
Pengawas UPS Badan Air Kecamatan Cilincing, Andre Pujianto, menjelaskan bahwa seluruh material itu dimanfaatkan untuk mendukung pembuatan perahu edukasi tersebut. Botol plastik menjadi bahan utama yang berasal dari sampah hasil pembersihan kali, sedangkan jeriken, kayu, bambu, ban bekas, dan besi digunakan sebagai material tambahan untuk membangun serta memperkuat konstruksi perahu. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan tersebut merupakan bentuk kreativitas petugas dalam mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Melalui Tank Hantu Kali Cilincing, UPS Badan Air tidak hanya menghasilkan sarana edukasi berbentuk unik, tetapi juga memperlihatkan potensi daur ulang dalam mendukung kebersihan lingkungan. Perahu ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dan mendorong kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik, terutama yang berakhir di aliran kali.
Tank Hantu Kali Cilincing memiliki bentuk fisik yang dirancang untuk berfungsi sebagai perahu sekaligus media edukasi lingkungan. Karya ini dibuat dari sampah plastik yang dikumpulkan dari kawasan Kali Cilincing, sehingga tampilannya merepresentasikan pemanfaatan kembali material yang umumnya berakhir sebagai limbah. Meskipun menggunakan bahan bekas, perahu tersebut memiliki ukuran yang cukup besar untuk digunakan dalam kegiatan di atas air.
Secara keseluruhan, Tank Hantu Kali Cilincing memiliki panjang tujuh meter, lebar tiga meter, dan tinggi dua meter. Dimensi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi penumpang serta memungkinkan perahu tetap terlihat jelas ketika dipamerkan. Bobotnya diperkirakan sekitar 40 kilogram. Berat yang relatif ringan menjadi salah satu karakteristik penting karena perahu ini tersusun dari material plastik, bukan konstruksi kapal konvensional yang menggunakan bahan berat.
Dari sisi kapasitas, perahu ini dapat membawa hingga 12 orang. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa Tank Hantu Kali Cilincing tidak hanya dibuat sebagai objek pajangan, tetapi juga memiliki fungsi praktis untuk bergerak dan mengangkut penumpang di permukaan air. Perahu ini dilengkapi mesin motor tempel yang membantu pergerakannya. Kehadiran mesin tersebut mendukung mobilitas perahu ketika digunakan dalam lingkungan perairan, dengan tetap menempatkan pesan pengelolaan sampah sebagai bagian utama dari karya.
Rencana berikutnya adalah memamerkan Tank Hantu Kali Cilincing dalam Festival Cinta Lingkungan yang akan berlangsung di Danau Sunter pada 18 Oktober 2026. Pameran itu akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bentuk, kapasitas, serta gagasan pemanfaatan sampah plastik kepada masyarakat. Keikutsertaan karya ini juga dapat ditempatkan dalam konteks Festival Cilung 2026, tanpa mengubah fungsi utamanya sebagai perahu edukasi dan contoh inovasi berbasis lingkungan.
Pengerjaan Tank Hantu Kali Cilincing dimulai pada Agustus 2026 dan diselesaikan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Karya ini dikerjakan secara autodidak oleh tim kreatif Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Cilincing. Tanpa bergantung pada rancangan pabrikan atau tenaga ahli khusus, tim mengembangkan bentuk perahu melalui pengamatan, percobaan, serta evaluasi langsung selama proses perakitan. Cara kerja tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dan pengetahuan praktis dapat tumbuh dari pengalaman lapangan, terutama ketika didukung kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Bahan utama yang digunakan berasal dari material hasil pembersihan kali dan sampah yang dikumpulkan melalui bank sampah warga. Berbagai benda yang sebelumnya berpotensi menambah pencemaran dipilah, disesuaikan, lalu dimanfaatkan sebagai bagian dari struktur maupun unsur visual perahu. Pemilihan material dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi, ukuran, kekuatan, dan kemungkinan penggunaannya kembali. Dengan demikian, proses pembuatan tidak hanya menghasilkan karya baru, tetapi juga memperpanjang masa guna barang yang semula dianggap tidak bernilai.
Perakitan perahu dilakukan dengan memperhitungkan keseimbangan, daya apung, serta keamanan pengguna. Susunan material harus dibuat proporsional agar beban tersebar secara merata dan perahu dapat mengapung secara stabil. Tim juga menguji konstruksi secara bertahap untuk memastikan setiap bagian terpasang kuat dan tidak mengganggu kestabilan saat digunakan. Pertimbangan teknis ini penting karena karya tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai pajangan, melainkan sebagai perahu yang aman digunakan dalam kegiatan edukasi dan pengenalan lingkungan.
Tank Hantu Kali Cilincing membawa pesan bahwa sampah yang mencemari kali masih dapat diolah menjadi barang bernilai guna melalui kreativitas dan pengelolaan yang tepat. Karya ini sekaligus memperluas pemahaman mengenai peran petugas kebersihan. Mereka tidak hanya bertugas mengangkut dan menangani sampah, tetapi juga mampu berinovasi menciptakan karya yang bermanfaat. Kehadirannya menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk melihat sampah sebagai persoalan bersama yang dapat diatasi melalui pemilahan, penggunaan kembali, dan keterlibatan warga secara berkelanjutan.
Setelah festival berakhir, Tank Hantu Kali Cilincing direncanakan tidak berhenti sebagai karya pameran. Inovasi perahu yang memanfaatkan sampah plastik tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai sarana edukasi dan wisata air di kawasan Taman Matahari Nusakirana. Rencana ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal persoalan sampah secara lebih dekat, sekaligus melihat bahwa material yang semula dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai sosial.
Dalam rencana pemanfaatannya, warga nantinya dapat menaiki perahu secara gratis dengan membawa sampah anorganik dari rumah atau lingkungan sekitar. Sampah tersebut dapat berupa botol plastik, galon bekas, dan jenis material lain yang sesuai untuk diserahkan kepada petugas UPS Badan Air. Mekanisme tersebut diharapkan menjadi bentuk edukasi yang praktis karena kegiatan rekreasi air dihubungkan langsung dengan kebiasaan memilah serta mengumpulkan sampah. Masyarakat tidak hanya menikmati pengalaman menaiki perahu, tetapi juga diajak berperan dalam menjaga kebersihan kawasan.
Andre Pujianto berharap gagasan tersebut mampu mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar Kali Cilincing dan ruang publik lainnya. Pemanfaatan Tank Hantu sebagai media pembelajaran juga dapat memperkenalkan pentingnya kreativitas dalam mengolah sampah menjadi benda yang bermanfaat. Jika rencana ini dapat diwujudkan, kawasan Taman Matahari Nusakirana berpotensi menjadi ruang yang mempertemukan rekreasi, pendidikan lingkungan, dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, karya tersebut diharapkan tidak hanya menarik perhatian selama festival, tetapi juga membawa pesan berkelanjutan tentang pengelolaan sampah dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Baca juga: CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, MABES TNI EDUKASI GURU DAN PELAJAR SMA 10 SAMARINDA | Cegah Karhutla, Tim Penyuluh Sesko TNI Berikan Sosialisasi dan Edukasi kepada Warga | Lindungi Kesehatan Warga dari Dampak Karhutla, Tim Penyuluh Sesko TNI Gencarkan Edukasi

