Kabupaten Hulu Sungai Selatan | Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Rangkaian kegiatan tersebut dirangkai dengan workshop yang diikuti sekitar 1.000 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Gedung Bela Diri Kabupaten HSS pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Peringatan hari jadi Himpaudi dan workshop ini tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kapasitas pendidik PAUD. Para peserta memperoleh kesempatan untuk berkumpul, bertukar pengalaman, serta mengikuti pembahasan yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan anak usia dini. Kehadiran ribuan guru menunjukkan besarnya perhatian terhadap peran pendidik dalam membangun fondasi tumbuh kembang dan pembelajaran anak.
Kegiatan di HSS tersebut turut mempertemukan unsur Himpaudi dengan para pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini di tingkat provinsi dan kabupaten. Pertemuan itu mencakup pengurus organisasi, guru PAUD, serta pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Interaksi lintas wilayah dan kelembagaan diharapkan dapat memperkuat koordinasi, memperluas jejaring kerja, serta menyatukan perhatian terhadap kebutuhan tenaga pendidik PAUD.
Dipilihnya Kabupaten HSS sebagai lokasi kegiatan juga menegaskan peran daerah dalam mendukung agenda penguatan pendidikan anak usia dini di Kalimantan Selatan. Selain menjadi forum peningkatan pengetahuan, momentum HUT ke-21 Himpaudi membuka ruang dialog mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi guru PAUD. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini memiliki arti penting bagi keberlanjutan gerakan organisasi dan upaya memperjuangkan kesejahteraan pendidik yang bekerja di tingkat pendidikan paling awal.
Ketua PW Himpaudi Provinsi Kalimantan Selatan, Rabiatul Adawiyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang telah memfasilitasi pelaksanaan peringatan HUT ke-21 Himpaudi. Dukungan tersebut dinilai penting karena memberikan ruang bagi para pendidik dan pengelola pendidikan anak usia dini untuk memperkuat silaturahmi, menyampaikan aspirasi, serta membangun langkah bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Menurut Rabiatul, peringatan HUT ke-21 Himpaudi tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Momentum ini perlu menjadi bagian dari perjuangan bersama untuk mendorong kesejahteraan dan perlindungan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini, Kelompok Bermain, Satuan PAUD Sejenis, serta Taman Penitipan Anak. Para pendidik pada jenjang tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter dan kemampuan anak, sehingga pengabdian mereka perlu diiringi perhatian yang layak, baik dari sisi penghargaan, kepastian perlindungan, maupun dukungan terhadap kebutuhan kerja.
Peringatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas perjalanan pengabdian Himpaudi. Evaluasi diperlukan agar organisasi dapat mengenali capaian, memahami tantangan yang masih dihadapi, dan menyusun agenda perjuangan yang lebih terarah. Di sisi lain, konsolidasi organisasi terus diperkuat agar seluruh unsur Himpaudi di Kalimantan Selatan memiliki visi dan gerak yang sejalan dalam memperjuangkan kepentingan pendidik PAUD.
Rabiatul berharap momentum ini dapat menumbuhkan kembali harapan para guru PAUD terhadap terwujudnya kesetaraan dan kesejahteraan. Himpaudi Kalsel akan terus mendorong komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah serta berbagai pihak terkait, sehingga kontribusi guru PAUD memperoleh pengakuan yang proporsional dan perlindungan yang lebih kuat dalam menjalankan tugas pendidikan.
Rabiatul Adawiyah mendorong agar Himpaudi terus dipelihara sebagai rumah kedua bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pendidik anak usia dini, tetapi juga ruang yang memberi rasa memiliki, kebersamaan, dan dukungan bagi anggotanya dalam menjalankan tugas pendidikan. Semangat kekeluargaan itu perlu dijaga agar Himpaudi tetap dekat dengan kebutuhan para guru PAUD di berbagai wilayah.
Sebagai organisasi profesi, Himpaudi diharapkan mampu menjadi wadah untuk menampung aspirasi pendidik anak usia dini. Berbagai pengalaman, kendala, serta harapan yang disampaikan anggota perlu didengar dan diperjuangkan melalui organisasi. Dengan demikian, Himpaudi dapat menjalankan perannya sebagai penghubung para guru PAUD dan pihak-pihak terkait, sekaligus memastikan suara pendidik tidak terabaikan.
Rabiatul juga menekankan pentingnya Himpaudi memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru PAUD. Peran pendidik anak usia dini sangat penting dalam membangun dasar perkembangan anak, sehingga pengabdian mereka perlu mendapat perhatian yang layak. Himpaudi diharapkan tetap hadir mendampingi anggota dalam memperjuangkan kepentingan bersama, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan dan rasa aman dalam menjalankan profesi.
Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Himpaudi perlu terus dirawat melalui kebersamaan dan kepedulian terhadap anggota. Rumah kedua bukan sekadar sebutan, melainkan gambaran tentang organisasi yang terbuka untuk mendengar, menampung aspirasi, serta memperjuangkan kebutuhan para guru PAUD. Dengan menjaga fungsi itu, Himpaudi dapat tetap menjadi tempat bertumbuh dan bernaung bagi para pendidik anak usia dini.
Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tata Syafrudin Noor, menyampaikan bahwa kehadiran para tamu dan undangan dalam peringatan HUT ke-21 Himpaudi menjadi kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi tuan rumah. Menurutnya, dukungan dan partisipasi berbagai pihak menunjukkan perhatian yang kuat terhadap keberadaan pendidik anak usia dini serta peran penting mereka dalam membangun fondasi pendidikan generasi masa depan.
Tata berharap peringatan HUT Himpaudi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarpengurus, pendidik, organisasi, dan pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan gagasan, serta membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan, upaya peningkatan layanan pendidikan di tingkat daerah diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kalimantan Selatan. Peningkatan tersebut memerlukan komitmen bersama, mulai dari penguatan kompetensi guru, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, hingga dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Peran Himpaudi dinilai penting dalam membangun jejaring, memperjuangkan aspirasi guru PAUD, dan mendorong lahirnya program yang sesuai dengan kebutuhan anak serta masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Bupati HSS Suriani; Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten HSS, Misnawati Suriani; Sekretaris Daerah HSS, Yustan Azidin, bersama istri; serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS, Ronaldy Prana Putra. Kehadiran mereka memperkuat dukungan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini di Kabupaten HSS dan Kalimantan Selatan.

