Kabupaten Sintang | Pastori Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Sintang resmi diresmikan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Sintang. Peresmian tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus. Dengan demikian, Pastori Resort GKE Sintang secara resmi menjadi bagian dari fasilitas pelayanan Gereja Kalimantan Evangelis di wilayah tersebut.
Peresmian ini menjadi penanda penting bagi keberadaan Pastori Resort GKE Sintang sebagai tempat yang mendukung pelaksanaan pelayanan gereja. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan secara baik sesuai dengan fungsinya serta memberi manfaat bagi kegiatan pelayanan di lingkungan GKE Sintang. Momentum peresmian juga menunjukkan adanya perhatian terhadap keberadaan fasilitas gerejawi yang berada di Kabupaten Sintang.
Dalam kesempatan tersebut, Kartiyus menekankan bahwa Pastori Resort GKE Sintang perlu dirawat secara bersama-sama. Penekanan itu menjadi pesan utama dalam peresmian, karena keberadaan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan saat penggunaannya, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk menjaga kondisi dan keberlanjutannya. Perawatan bersama diperlukan agar Pastori Resort GKE Sintang tetap dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Peresmian yang berlangsung di Sintang pada 10 Oktober 2026 tersebut menegaskan bahwa Pastori Resort GKE Sintang telah hadir secara resmi dalam lingkungan pelayanan GKE. Pesan mengenai perawatan bersama menjadi bagian penting dari peristiwa ini. Tanggung jawab tersebut diharapkan dapat dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga fasilitas tetap tertata, terpelihara, dan dapat digunakan sesuai kebutuhan pelayanan gereja.
Dalam acara peresmian pastori Resort GKE Sintang, Kartiyus menyampaikan pesan kepada jemaat agar bangunan dan seluruh fasilitas yang tersedia dijaga dengan baik. Menurutnya, keberadaan pastori bukan hanya melengkapi kebutuhan pelayanan, melainkan juga menjadi bagian penting dari kehidupan gereja. Karena itu, pemanfaatannya perlu disertai perhatian terhadap kebersihan, kerapian, keamanan, serta kondisi bangunan secara keseluruhan.
Kartiyus menekankan bahwa perawatan pastori merupakan tanggung jawab bersama. Jemaat diharapkan tidak memandang pemeliharaan bangunan sebagai tugas satu pihak saja, tetapi sebagai kepedulian yang perlu dilakukan secara kolektif. Setiap orang yang menggunakan atau berada di lingkungan pastori perlu ikut menjaga fasilitas agar tetap berfungsi dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pesan tersebut juga menegaskan bahwa seluruh bagian pastori dipandang sebagai aset gereja. Aset itu mencakup bangunan utama, ruangan, perlengkapan, dan fasilitas pendukung yang berada di dalam maupun di sekitar pastori. Setiap bagian memiliki nilai bagi pelayanan, sehingga tidak boleh diabaikan, digunakan secara sembarangan, atau dibiarkan mengalami kerusakan tanpa perhatian.
Dengan perawatan yang dilakukan secara teratur, pastori diharapkan tetap berada dalam kondisi baik dan mampu mendukung kegiatan gereja dalam jangka panjang. Kartiyus mengingatkan jemaat bahwa menjaga fasilitas berarti menjaga kepercayaan serta hasil kerja bersama yang telah diwujudkan melalui pembangunan pastori tersebut. Sikap peduli, tertib, dan bertanggung jawab menjadi dasar agar aset gereja dapat dipertahankan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Peresmian Pastori Resort GKE Sintang ditandai dengan pembukaan plang nama oleh Kartiyus. Prosesi tersebut menjadi penanda bahwa fasilitas pastori secara resmi diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan peresmian. Pembukaan plang dilakukan sebagai bagian utama dari seremoni, sekaligus memperlihatkan identitas Pastori Resort GKE Sintang kepada pihak-pihak yang hadir. Berdasarkan informasi yang tersedia, Kartiyus menjadi tokoh yang membuka plang nama tersebut.
Setelah prosesi pembukaan plang nama, rangkaian peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti. Penandatanganan dilakukan oleh bendahara umum majelis. Kegiatan ini menjadi penanda lain dalam peresmian Pastori Resort GKE Sintang dan melengkapi prosesi simbolis yang telah diawali melalui pembukaan plang nama. Informasi yang tersedia tidak mencantumkan nama bendahara umum majelis maupun isi prasasti yang ditandatangani.
Kedua kegiatan tersebut, yakni pembukaan plang nama oleh Kartiyus dan penandatanganan prasasti oleh bendahara umum majelis, menjadi rangkaian penanda peresmian Pastori Resort GKE Sintang. Uraian seremoni ini disampaikan sesuai fakta yang tersedia, tanpa menambahkan rincian mengenai waktu pelaksanaan setiap prosesi atau detail acara lainnya. Dengan demikian, pembukaan plang dan penandatanganan prasasti dapat dipahami sebagai bagian penting dari kegiatan peresmian yang menegaskan keberadaan Pastori Resort GKE Sintang secara resmi.
Peresmian pastori Resort GKE Sintang menegaskan bahwa bangunan tersebut bukan sekadar tempat yang digunakan untuk mendukung kegiatan gerejawi. Pastori merupakan bagian dari aset gereja yang memiliki nilai penting bagi kehidupan jemaat dan pelayanan. Karena itu, keberadaannya perlu dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya sebagai fasilitas yang selesai dibangun dan kemudian digunakan.
Pesan yang ditekankan dalam kegiatan peresmian adalah pentingnya menjaga serta merawat pastori beserta seluruh fasilitas yang ada di dalamnya. Perawatan tersebut mencakup perhatian terhadap kondisi bangunan, kebersihan, kerapian, dan penggunaan fasilitas secara bertanggung jawab. Setiap unsur jemaat memiliki peran dalam memastikan aset gereja tetap terpelihara, sehingga manfaat dan keberadaannya dapat dijaga sesuai dengan fungsinya.
Penegasan mengenai pemeliharaan bersama menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap pastori tidak berhenti pada saat peresmian. Bangunan itu merupakan milik gereja yang perlu diperlakukan dengan kepedulian, kedisiplinan, dan rasa memiliki. Dengan demikian, makna peresmian tidak hanya terletak pada penggunaan fasilitas baru, tetapi juga pada kesadaran jemaat untuk merawatnya secara bersama-sama. Pesan tersebut menjadi bagian penting dari peresmian pastori Resort GKE Sintang, sebagaimana penekanan Kartiyus mengenai perlunya menjaga aset gereja dan fasilitasnya.

