Padang | Hujan deras mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Curah hujan berintensitas tinggi tersebut memicu munculnya genangan hingga banjir di sejumlah kawasan permukiman. Air menggenangi wilayah yang berada di tiga kecamatan, sehingga aktivitas warga di beberapa area terdampak oleh kondisi tersebut.
Genangan terbentuk setelah hujan turun dengan deras dalam waktu yang cukup untuk meningkatkan volume air di kawasan permukiman. Sejumlah lingkungan kemudian terdampak banjir, dengan air masuk dan menutupi bagian wilayah yang dilalui warga. Kondisi ini menjadi dampak langsung dari hujan berintensitas tinggi yang melanda Kota Padang sejak siang hari.
Banjir yang terjadi di tiga kecamatan itu menunjukkan meluasnya dampak hujan deras terhadap permukiman di Kota Padang. Warga di kawasan terdampak menghadapi genangan air di lingkungan tempat tinggal mereka ketika hujan masih menjadi pemicu utama kejadian tersebut. Peristiwa ini menjadi perhatian karena banjir muncul di beberapa wilayah dalam waktu yang berdekatan setelah hujan mengguyur kota.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa hujan deras yang mengguyur Kota Padang memicu banjir di sejumlah wilayah. Keterangan tersebut merujuk pada laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat. Data awal itu menjadi dasar pemantauan BNPB terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk wilayah yang terdampak genangan.
Berdasarkan laporan sementara, banjir tercatat melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Ketiga kecamatan tersebut merupakan bagian dari wilayah Kota Padang yang dilaporkan mengalami dampak akibat peningkatan curah hujan. Informasi mengenai cakupan wilayah masih bersifat sementara dan dapat diperbarui seiring proses pendataan serta verifikasi yang dilakukan oleh petugas penanggulangan bencana.
Di Kecamatan Kuranji, kelurahan yang dilaporkan terdampak adalah Kelurahan Kuranji. Sementara itu, wilayah terdampak di Kecamatan Koto Tangah meliputi Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Lubuk Minturun. Adapun di Kecamatan Nanggalo, banjir dilaporkan berdampak pada Kelurahan Tabiang Banda Gadang. Dengan demikian, terdapat lima kelurahan yang tercantum dalam laporan awal Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat.
BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait untuk memantau kondisi banjir, memperbarui informasi mengenai wilayah terdampak, serta memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan. Masyarakat di kawasan yang mengalami hujan deras dan genangan diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air. Warga juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas setempat, terutama apabila terdapat arahan terkait keselamatan, evakuasi, atau pembatasan aktivitas di area yang terdampak.
Laporan sementara penanganan banjir di sejumlah wilayah Kota Padang mencatat sekitar 225 kepala keluarga terdampak. Warga yang masuk dalam pendataan tersebut berada di tiga kecamatan yang dilaporkan mengalami genangan setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Dampak banjir meliputi rumah yang terendam, akses lingkungan yang terganggu, serta kebutuhan warga untuk mendapatkan bantuan dan evakuasi apabila kondisi air terus meningkat.
Angka sekitar 225 kepala keluarga itu belum dapat dianggap sebagai data final. Petugas masih melakukan pendataan secara langsung di lapangan untuk memastikan jumlah warga terdampak, lokasi tempat tinggal, kondisi rumah, serta kebutuhan mendesak masing-masing keluarga. Proses ini dilakukan secara bertahap karena beberapa lokasi masih menghadapi genangan dan akses menuju permukiman tertentu belum sepenuhnya mudah dilalui.
Selain jumlah keluarga terdampak, data mengenai kemungkinan korban jiwa dan besaran kerugian material juga masih dalam proses verifikasi. Pemeriksaan diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada publik mencerminkan kondisi sebenarnya. Petugas akan mencocokkan laporan dari warga dengan hasil pemantauan di lokasi, termasuk kondisi bangunan, fasilitas umum, kendaraan, serta barang milik masyarakat yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah melakukan kaji cepat untuk memetakan dampak dan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat pengumpulan informasi, penyaluran bantuan, dan pengaturan langkah evakuasi. Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan dikerahkan untuk mendata warga, memantau ketinggian air, membantu evakuasi, serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Petugas mengimbau warga agar tetap mengikuti arahan resmi dan segera melaporkan kondisi yang memerlukan penanganan. Pembaruan mengenai jumlah keluarga terdampak, korban jiwa, dan kerugian material akan disampaikan setelah proses verifikasi serta pendataan di lapangan selesai dilakukan.
Hingga Sabtu malam, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang dilaporkan belum surut. Genangan masih bertahan di beberapa titik, sementara hujan deras yang terus berlangsung meningkatkan risiko kenaikan muka air dan meluasnya dampak banjir. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan penanganan warga terdampak tetap menjadi prioritas.
Wali Kota Padang meninjau langsung kondisi banjir di Perumahan Cluster Luminpark bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta camat setempat. Peninjauan dilakukan untuk melihat situasi lapangan secara langsung dan memastikan kebutuhan warga dapat segera diidentifikasi.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga terkait juga ditujukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik. Selain memantau kondisi genangan, petugas mengevaluasi pelaksanaan evakuasi agar warga yang berada di lokasi berisiko dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Koordinasi antarpihak terus diperlukan, terutama dalam penyediaan bantuan, pengaturan akses, serta pemantauan warga yang membutuhkan pertolongan.
BNPB bersama BPBD dan pemerintah daerah akan melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap perkembangan banjir di Kota Padang. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, khususnya ketika hujan deras masih berlangsung. Warga yang melihat kondisi memburuk di lingkungan tempat tinggalnya diimbau segera menuju lokasi yang lebih aman dan tidak menunda evakuasi. Seluruh masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas serta menyampaikan informasi mengenai situasi di wilayah masing-masing agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

