Sport  

Jenazah Sukardi Tiba di Tulungagung, Rekannya Masih dalam Pencarian

Jenazah Sukardi Tiba di Tulungagung, Rekannya Masih dalam Pencarian

Kabupaten Tulungagung | Jenazah Sukardi, warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, tiba di rumah duka. Kedatangan jenazah tersebut disambut isak tangis keluarga yang telah menantikan kepulangannya. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga setelah Sukardi dinyatakan menjadi salah satu korban insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Sukardi diketahui berusia 51 tahun. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai kernet truk. Identitas tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan korban setelah insiden yang menimpa kapal KM Virgo Transport 8. Kepulangan jenazah ke Tulungagung kemudian menjadi penanda bagi keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Isak tangis keluarga terdengar saat jenazah Sukardi tiba di rumah duka. Pihak keluarga menerima kedatangan jenazah setelah rangkaian proses penanganan korban dilakukan. Sukardi selanjutnya akan disemayamkan di rumah duka sebelum proses pemakaman dilaksanakan sesuai keputusan keluarga.

Insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa tidak hanya menyebabkan Sukardi menjadi korban. Salah satu rekannya masih dalam pencarian. Upaya pencarian terhadap rekan Sukardi masih dilakukan oleh pihak terkait, sementara keluarga di Tulungagung berduka atas kepulangan korban.

Kedatangan jenazah Sukardi membuat perhatian keluarga dan warga di Desa Majan tertuju pada rumah duka. Warga mengenal Sukardi sebagai bagian dari masyarakat setempat sebelum ia menjadi korban dalam insiden di perairan Laut Jawa tersebut. Informasi mengenai proses pencarian rekan Sukardi masih menunggu perkembangan dari pihak yang menangani kejadian itu.

Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menjelaskan bahwa Sukardi berangkat menuju Banjarmasin bersama tetangganya, Danil Iswahyudi, 40 tahun. Keduanya melakukan perjalanan menggunakan truk ekspedisi untuk mengantarkan muatan yang telah dipesan oleh PT Pertamina. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran perjalanan mereka sebelum Sukardi ditemukan dan jenazahnya tiba di Tulungagung, sementara keberadaan Danil masih dicari.

Muatan yang dibawa dalam perjalanan itu terdiri atas sejumlah drum kosong dan mesin pembuat batako. Barang-barang tersebut diangkut dengan truk ekspedisi sebagai bagian dari pekerjaan yang selama ini mereka jalani. Keberangkatan keduanya bukan perjalanan pribadi, melainkan tugas pengiriman barang menuju Banjarmasin. Reni menyebut, Sukardi dan Danil telah memahami pekerjaan tersebut karena sudah menjalaninya selama sekitar 10 tahun.

Sukardi dan Danil diketahui merupakan warga yang tinggal bertetangga di desa yang sama. Kedekatan tempat tinggal itu membuat keduanya kerap bekerja bersama dalam perjalanan pengiriman. Dalam pembagian tugas di truk ekspedisi, Sukardi berperan sebagai kernet, sedangkan Danil bertugas sebagai sopir. Sukardi membantu berbagai kebutuhan selama perjalanan dan proses pengangkutan, sementara Danil bertanggung jawab mengemudikan kendaraan hingga mencapai tujuan.

Keterangan tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas terakhir Sukardi bersama Danil sebelum perjalanan mereka berakhir dalam situasi yang belum sepenuhnya terungkap. Sebagai rekan kerja sekaligus tetangga, keduanya berangkat membawa perlengkapan yang berkaitan dengan pesanan PT Pertamina. Pihak terkait masih berupaya memperoleh informasi mengenai perjalanan itu dan mencari Danil, agar rangkaian kejadian serta kondisi yang dialami keduanya dapat diketahui secara lebih jelas.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Di dalam kapal tersebut terdapat sebuah truk yang ditumpangi Sukardi dan Danil. Setelah insiden itu, keduanya sempat dilaporkan hilang sehingga proses pencarian dilakukan untuk menemukan mereka maupun korban lain yang kemungkinan berada di sekitar lokasi kejadian.

Memasuki hari ke-27 pencarian, petugas berhasil mengidentifikasi Sukardi dalam keadaan meninggal dunia. Identifikasi tersebut terbantu oleh informasi mengenai ciri-ciri khusus yang sebelumnya disampaikan oleh pihak keluarga. Ciri itu meliputi cacat pada mata kanan, tato di tangan, serta bekas luka pada tubuh. Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam mencocokkan identitas korban yang ditemukan dengan data Sukardi.

Jenazah Sukardi kemudian dapat dipastikan sebagai korban dalam peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Proses ini memberikan kepastian bagi keluarga, meskipun kabar yang diterima merupakan duka mendalam. Penemuan dan identifikasi tersebut juga menunjukkan bahwa pencarian tetap berlanjut meski telah berlangsung selama berhari-hari setelah kapal tenggelam.

Sementara itu, Danil hingga saat ini masih belum ditemukan. Petugas dan pihak terkait masih diharapkan melanjutkan upaya pencarian untuk memperoleh kepastian mengenai keberadaannya. Keluarga Danil berharap ia segera ditemukan, sehingga penantian panjang yang mereka jalani dapat berakhir dengan kejelasan.

Danil diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Kondisi tersebut membuat proses pencarian memiliki arti penting bagi keluarga yang masih menunggu kabar. Mereka berharap informasi terbaru mengenai pencarian dapat segera diperoleh dan seluruh tahapan penanganan korban berjalan dengan baik. Hingga Danil ditemukan, statusnya tetap menjadi bagian dari pencarian yang berlangsung setelah tenggelamnya kapal tersebut.

Setelah jenazah Sukardi tiba di Tulungagung, Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung menyiapkan langkah pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan. Reni menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirim tim untuk memberikan dukungan psikis kepada keluarga korban. Langkah tersebut dinilai penting karena keluarga mengalami guncangan berat setelah menerima kabar mengenai peristiwa yang menimpa Sukardi.

Pendampingan tidak hanya ditujukan kepada istri, tetapi juga kepada anak korban. Selama ini, istri Sukardi merupakan ibu rumah tangga sehingga perubahan kondisi keluarga berpotensi menimbulkan beban emosional dan sosial yang besar. Tim yang dikirim Dinsos akan membantu keluarga menghadapi masa duka, sekaligus memberikan penguatan agar anggota keluarga dapat menjalani situasi tersebut secara bertahap. Selain dukungan psikologis, pendampingan spiritual juga direncanakan bagi istri dan anak korban sesuai kebutuhan mereka.

Dinsos juga akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap kondisi keluarga sebagai dasar penentuan intervensi bantuan sosial. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, keluarga korban tercatat berada dalam desil II. Data tersebut menjadi pertimbangan untuk mengarahkan bantuan sesuai kebutuhan dan kondisi ekonomi keluarga.

Reni menjelaskan, intervensi yang diberikan dapat berupa bantuan sosial maupun dukungan di bidang kewirausahaan. Bentuk bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen yang dilakukan petugas di lapangan. Bantuan sosial dapat dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam masa pemulihan, sedangkan dukungan kewirausahaan dapat diarahkan sebagai upaya membantu keluarga membangun sumber penghasilan apabila dinilai memungkinkan.

Melalui pengiriman tim dan pemutakhiran data keluarga, Dinsos Tulungagung akan mengupayakan agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penanganan awal, tetapi juga menyesuaikan kebutuhan istri dan anak Sukardi. Pendampingan psikis, penguatan spiritual, serta intervensi bantuan sosial atau kewirausahaan akan menjadi bagian dari rencana penanganan keluarga korban.