Bandar Lampung | UIN Raden Intan Lampung terus mengembangkan kehidupan kampus yang menempatkan pembentukan karakter, keterbukaan, dan rasa aman sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Arah tersebut terlihat dalam sejumlah agenda kelembagaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan sikap, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap keberagaman di lingkungan universitas.
Salah satu agenda yang berkaitan dengan pembinaan karakter ialah penutupan KMD 2026. Dalam kesempatan tersebut, rektor menyampaikan pesan agar para pembina pramuka mampu menjadi teladan yang berkarakter. Pesan ini menegaskan bahwa pembina memiliki peran penting dalam membentuk keteladanan, kedisiplinan, dan nilai-nilai positif bagi peserta didik maupun warga kampus. Keteladanan dipandang bukan sekadar bagian dari kegiatan kepramukaan, melainkan juga unsur yang mendukung terciptanya budaya pendidikan yang berintegritas.
Di sisi lain, UIN Raden Intan Lampung menegaskan identitasnya sebagai kampus Islam yang terbuka dan inklusif. Komitmen tersebut tercermin dari fakta bahwa universitas ini telah meluluskan wisudawan doktor nonmuslim pertama. Peristiwa itu menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi dan pengembangan keilmuan dapat berlangsung dalam suasana yang menghargai perbedaan. Keterbukaan tersebut memperkuat peran kampus sebagai ruang akademik yang memberi kesempatan kepada setiap warga untuk belajar dan mencapai prestasi.
Upaya membangun lingkungan yang aman juga dilakukan melalui penanggulangan kekerasan seksual. Kampus menyelenggarakan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Selain itu, pendampingan bagi mahasiswa menjadi bagian penting agar mereka memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan tersebut. Langkah ini memperlihatkan bahwa pembentukan karakter dan inklusivitas perlu disertai mekanisme perlindungan yang nyata. Melalui pendidikan karakter, penghormatan terhadap keberagaman, serta pendampingan, UIN Raden Intan Lampung berupaya memperkuat kehidupan kampus yang berkeadaban dan bertanggung jawab.
Penguatan kapasitas mahasiswa dan calon mahasiswa menjadi bagian penting dalam jejak pengembangan pendidikan UIN Raden Intan Lampung. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program yang memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi tuntutan akademik dan sosial. Literasi, kemampuan berbahasa, pemahaman kewirausahaan, dan kesiapan menjalankan pengabdian menjadi sejumlah aspek yang memperoleh perhatian.
Dalam bidang literasi, UIN Raden Intan Lampung menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Lampung. Kerja sama tersebut membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pentingnya literasi, baik sebagai kemampuan membaca dan menulis maupun sebagai kecakapan mengolah informasi secara kritis. Pembekalan ini menempatkan literasi sebagai fondasi yang mendukung proses belajar, komunikasi akademik, dan partisipasi mahasiswa dalam kehidupan masyarakat.
Penguatan kemampuan bahasa juga tercermin melalui tes TOEFL gratis yang digelar UPT Pusat Pengembangan Bahasa. Fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali kemampuan bahasa Inggris mereka sekaligus mendukung kebutuhan akademik. Di sisi lain, program pendidikan turut diarahkan pada kesiapan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian. Pendampingan produk halal bagi mahasiswa KKN menjadi salah satu bentuk pembekalan yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat serta pengembangan potensi produk.
Kesiapan pelaksanaan KKN diperkuat melalui pembekalan bagi dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa. Kegiatan ini memberikan landasan bagi kedua pihak dalam menjalankan peran masing-masing selama program berlangsung. Dosen pembimbing lapangan memperoleh arah pendampingan, sedangkan mahasiswa mendapatkan bekal untuk melaksanakan kegiatan secara terarah dan bertanggung jawab.
Rangkaian penguatan tersebut melengkapi proses pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Sebanyak 4.926 mahasiswa mengikuti PBAK, yang menjadi bagian dari tahapan awal keterlibatan mereka dalam lingkungan akademik UIN Raden Intan Lampung. Dengan demikian, pengembangan literasi, kemampuan bahasa, pemahaman produk halal, serta kesiapan KKN hadir sebagai unsur yang mendukung pembentukan kapasitas mahasiswa sejak awal perjalanan akademiknya.
UIN Raden Intan Lampung terus memperkuat akses pendidikan tinggi melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Pada penerimaan melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN), kampus menerima 2.927 siswa. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat calon mahasiswa terhadap pendidikan tinggi keagamaan Islam sekaligus menegaskan peran UIN Raden Intan Lampung dalam menyediakan kesempatan belajar bagi lulusan sekolah menengah dan madrasah. Untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2023, kampus menyiapkan kuota sebanyak 6.000 calon mahasiswa baru.
Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru juga mencakup jadwal pendaftaran untuk tahun akademik 2023/2024. Jadwal tersebut menjadi acuan bagi calon mahasiswa dalam mempersiapkan dokumen, menentukan jalur yang sesuai, serta mengikuti setiap tahapan seleksi yang ditetapkan. Dengan adanya informasi penerimaan yang terarah, proses pendaftaran diharapkan berlangsung lebih tertib dan dapat membantu masyarakat memperoleh akses informasi akademik secara tepat. Penerimaan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan jumlah peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kampus menjaga kesinambungan pengembangan pendidikan dan layanan akademik.
Penguatan kualitas akademik UIN Raden Intan Lampung tercermin melalui pencapaian pada jenjang pendidikan doktoral dan pengembangan jabatan akademik. Kampus mencatat hadirnya doktor ke-289 serta mengukuhkan lima guru besar. Capaian tersebut memperlihatkan perkembangan kapasitas sumber daya akademik dan kontribusi sivitas akademika terhadap penguatan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, UIN Raden Intan Lampung mewisuda 1.000 mahasiswa. Momentum kelulusan ini menandai penyelesaian proses pendidikan bagi para lulusan. Dalam pesan rektor, alumni diharapkan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Harapan tersebut menempatkan lulusan sebagai bagian penting dari keberlanjutan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Dalam pengembangan institusi, UIN Raden Intan Lampung memperluas jejaring kerja sama melalui kemitraan internasional dengan Universiti Geomatika Malaysia. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan kelembagaan. Pada ranah pascasarjana, kampus juga menyelenggarakan konferensi internasional pertama yang mengangkat tema keluarga sakinah. Kegiatan ini mempertemukan perhatian akademik dan diskusi lintas negara mengenai isu keluarga, keislaman, serta kehidupan sosial.
UIN Raden Intan Lampung turut berperan sebagai tuan rumah simposium nasional yang diselenggarakan oleh AAFI. Keterlibatan tersebut melengkapi agenda akademik dan kelembagaan yang berlangsung di lingkungan kampus. Dalam aspek tata kelola, institusi melaksanakan sosialisasi pedoman remunerasi terbaru sebagai bagian dari penyampaian kebijakan kepada sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Kampus juga meluncurkan aplikasi survei kepuasan layanan institusi untuk menyediakan sarana penyampaian penilaian terhadap layanan yang tersedia.
Pengembangan layanan pendukung ditandai dengan peresmian UIN Mart. Kehadiran unit tersebut menambah bentuk layanan internal yang dapat dimanfaatkan oleh warga kampus sesuai dengan ketentuan pengelolaannya. Pada sisi pengelolaan pembiayaan pembangunan, UIN Raden Intan Lampung juga tercatat menerima penghargaan pengelolaan dana SBSN terbaik 2023. Penyebutan penghargaan ini menjadi bagian dari catatan institusional mengenai pengelolaan dana yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan fasilitas kampus.
Berbagai agenda tersebut berjalan bersamaan dengan penegasan kesiapan UIN Raden Intan Lampung untuk mengimplementasikan program Kementerian Agama. Kesiapan itu mencakup penerimaan terhadap arah kebijakan dan program yang ditetapkan kementerian, dengan pelaksanaan yang mengikuti pedoman serta mekanisme yang berlaku. Kerja sama, kegiatan akademik, pembaruan tata kelola, dan penguatan layanan menjadi rangkaian langkah yang mewarnai perkembangan institusi.
