Bisnis  

IHSG Menguat pada Awal Perdagangan, 224 Saham Berada di Zona Hijau

IHSG Menguat pada Awal Perdagangan, 224 Saham Berada di Zona Hijau

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, dengan pergerakan positif. Pada pembukaan pasar, indeks tercatat naik 0,13% ke level 6.039. Pergerakan tersebut menandai awal perdagangan yang menguat dibandingkan posisi sebelumnya. Sejak awal sesi, IHSG berada di area positif dan menjadi perhatian pelaku pasar dalam mencermati arah perdagangan saham pada hari itu.

Penguatan IHSG berlanjut pada menit pertama perdagangan. Indeks bertambah 0,24% dan mencapai level 6.045. Dengan demikian, posisi IHSG pada menit pertama berada lebih tinggi daripada level pembukaan di 6.039. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa indeks masih bergerak menguat setelah sesi perdagangan resmi dimulai, meskipun pergerakannya masih berlangsung pada tahap awal.

Pergerakan positif IHSG tersebut turut tercermin dari banyaknya saham yang berada di zona hijau. Sebanyak 224 saham tercatat menguat pada awal perdagangan. Data itu memperlihatkan bahwa kenaikan indeks berlangsung bersamaan dengan penguatan sejumlah saham di pasar. Pada saat yang sama, perkembangan IHSG dan komposisi saham yang menguat menjadi gambaran awal mengenai kondisi perdagangan pada Jumat pagi.

Level 6.045 yang dicapai pada menit pertama menjadi titik sementara dalam pergerakan awal indeks. Investor dapat terus memantau perubahan IHSG sepanjang sesi untuk melihat apakah penguatan tersebut bertahan atau mengalami perubahan. Namun, berdasarkan catatan awal perdagangan, IHSG membuka sesi dengan kenaikan 0,13% dan kemudian memperlebar penguatannya menjadi 0,24% pada menit pertama, sementara 224 saham berada di zona hijau.

Perdagangan saham pada awal sesi menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Sebanyak 224 saham tercatat menguat, mencerminkan adanya minat beli pada sejumlah emiten sejak pembukaan pasar. Kenaikan tersebut berlangsung bersamaan dengan 166 saham yang bergerak melemah, sehingga pelaku pasar tetap menghadapi kondisi yang belum sepenuhnya seragam. Di sisi lain, 573 saham tidak mengalami perubahan harga, menandakan sebagian investor masih mengambil posisi menunggu perkembangan sentimen berikutnya.

Komposisi pergerakan tersebut menggambarkan bahwa aktivitas bursa masih berada dalam fase awal pembentukan arah perdagangan. Jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah, tetapi dominasi saham yang stagnan menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melakukan transaksi secara agresif pada seluruh sektor. Kondisi ini dapat mencerminkan sikap hati-hati, terutama ketika investor masih mencermati berita ekonomi, kinerja perusahaan, serta pergerakan pasar regional.

Dari sisi aktivitas transaksi, nilai perdagangan pada awal sesi mencapai Rp248 miliar. Nilai tersebut terbentuk dari volume perdagangan sebanyak 2,9 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Besarnya volume dibandingkan nilai transaksi menunjukkan bahwa perdagangan melibatkan banyak saham dengan harga relatif beragam, termasuk saham-saham berharga rendah yang aktif diperdagangkan. Data ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat tingkat partisipasi investor pada pembukaan pasar.

Pergerakan awal tersebut belum dapat menjadi gambaran final mengenai arah pasar hingga penutupan perdagangan. Perubahan jumlah saham yang menguat, melemah, atau stagnan masih mungkin terjadi seiring masuknya transaksi baru dan berubahnya sentimen investor. Pelaku pasar umumnya akan memperhatikan kesinambungan nilai transaksi, perkembangan volume, serta kemampuan saham-saham unggulan mempertahankan penguatan. Dengan demikian, kondisi awal ini menunjukkan adanya aktivitas beli yang cukup terlihat, meskipun pasar secara keseluruhan masih bergerak selektif dan cenderung menunggu katalis yang lebih kuat.

Sejumlah indeks saham unggulan mencatat penguatan pada awal perdagangan. Indeks LQ45 naik 0,36% ke level 595. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kelompok saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks tersebut bergerak positif pada sesi awal. Pergerakan LQ45 menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kinerja saham-saham pilihan di pasar.

Penguatan juga terlihat pada Jakarta Islamic Index (JII). Indeks yang mengukur kinerja saham berbasis prinsip syariah ini meningkat 0,35% ke level 360. Sementara itu, MNC36 mencatat kenaikan sebesar 0,49% ke level 262. Dari sejumlah indeks unggulan yang dipantau, MNC36 mencatat persentase penguatan paling tinggi pada awal perdagangan.

Indeks IDX30 turut bergerak naik sebesar 0,35% ke level 331. Indeks tersebut mencakup 30 saham dengan karakteristik tertentu, termasuk aspek likuiditas dan kapitalisasi pasar. Dengan demikian, LQ45, JII, MNC36, dan IDX30 sama-sama berada di zona penguatan pada awal sesi perdagangan, meskipun besaran kenaikannya berbeda.

Jika dilihat berdasarkan sektor, beberapa kelompok industri bergerak di zona hijau. Sektor konsumer non-siklikal menguat, diikuti sektor keuangan yang juga mencatat kenaikan. Sektor properti serta bahan baku turut berada di zona positif. Selain itu, sektor industri masuk dalam kelompok sektor yang mengalami penguatan pada awal perdagangan.

Di sisi lain, sejumlah sektor bergerak di zona merah. Sektor energi mengalami pelemahan, demikian pula sektor konsumer siklikal. Pergerakan negatif juga terlihat pada sektor infrastruktur, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan arah pergerakan antarsektor pada awal perdagangan, ketika sejumlah indeks unggulan menguat sementara beberapa kelompok industri masih mencatat penurunan.

Pergerakan positif IHSG pada awal perdagangan turut tercermin dari sejumlah saham yang mencatat kenaikan harga paling menonjol. Dalam daftar top gainers, PT Atlas Resources Tbk dengan kode saham ARII menjadi salah satu emiten yang berada di jajaran teratas. Selain itu, PT Steady Safe Tbk berkode SAFE dan PT Ever Shine Tex Tbk berkode ESTI juga mencatat penguatan pada periode awal perdagangan. Ketiga saham tersebut menunjukkan minat beli yang relatif lebih kuat dibandingkan pergerakan saham lainnya pada waktu pengamatan.

Masuknya ARII, SAFE, dan ESTI dalam daftar top gainers memberikan gambaran mengenai saham-saham yang mengalami kenaikan harga terdalam pada awal sesi. Penyebutan ini tidak serta-merta mencerminkan kinerja sepanjang hari perdagangan, karena posisi setiap saham dapat berubah mengikuti dinamika transaksi, volume perdagangan, serta sentimen pasar. Dengan demikian, daftar penggerak harga tersebut terutama menjadi potret kondisi pasar pada saat perdagangan baru berlangsung.

Di sisi lain, sejumlah saham tercatat sebagai top losers atau kelompok saham dengan penurunan harga terdalam. Saham PT Puri Sentul Permai Tbk atau KDTN, PT Alakasa Industrindo Tbk atau ALKA, serta PT MPX Logistics International Tbk atau MPXL berada dalam jajaran tersebut. Daftar ini menggambarkan emiten yang mengalami tekanan harga paling besar pada periode awal perdagangan, tanpa menunjukkan persentase perubahan yang tidak tersedia dalam sumber. Perbedaan kelompok top gainers dan top losers memperlihatkan bahwa penguatan IHSG tidak terjadi secara merata pada seluruh saham. Investor tetap perlu mencermati perkembangan transaksi masing-masing emiten serta perubahan arah pasar hingga sesi perdagangan berlanjut.