KOTA BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan penelusuran kesehatan lingkungan di restoran Korea 88 Seoul yang berada di area Paskal 23, Kota Bandung. Langkah tersebut diambil setelah muncul keluhan sejumlah pengunjung yang mengaku mengalami gangguan kesehatan seusai menyantap hidangan di tempat itu. Informasi mengenai keluhan tersebut kemudian ramai dibicarakan melalui media sosial Threads dan menjadi perhatian publik.
Keluhan yang beredar menjadi dasar bagi petugas untuk mengumpulkan informasi awal serta memeriksa kondisi restoran secara langsung. Penelusuran kesehatan lingkungan diperlukan untuk melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan keamanan pangan, termasuk kebersihan area pengolahan, penyimpanan bahan makanan, peralatan makan, serta pengelolaan air dan limbah. Pemeriksaan juga dapat membantu memastikan apakah prosedur higiene dan sanitasi telah diterapkan sesuai ketentuan.
Sejumlah pengunjung menyampaikan bahwa mereka merasakan gangguan kesehatan setelah makan di restoran tersebut. Keluhan semacam itu dapat menjadi sinyal yang perlu ditindaklanjuti, terutama apabila dialami oleh lebih dari satu orang dalam rentang waktu yang berdekatan. Meski demikian, informasi yang beredar di media sosial masih berupa laporan atau pengalaman individu dan belum dapat dijadikan bukti bahwa hidangan restoran tersebut secara pasti menyebabkan keracunan.
Dinkes Kota Bandung perlu mencocokkan keterangan para pengunjung dengan hasil pemeriksaan lapangan dan, bila diperlukan, melakukan pengambilan sampel makanan, minuman, atau bahan yang relevan untuk dianalisis. Petugas juga dapat menelusuri waktu konsumsi, jenis menu yang disantap, serta riwayat gejala yang muncul. Proses ini penting agar dugaan keracunan dapat dinilai secara objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur terhadap pengelola 88 Seoul.
Investigasi tersebut sekaligus menempatkan higiene dan sanitasi sebagai perhatian utama dalam perlindungan konsumen. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan memberikan gambaran mengenai kondisi restoran serta menjadi dasar bagi tindakan pembinaan atau langkah lanjutan apabila ditemukan pelanggaran.
Sejumlah pengunjung menyampaikan keluhan kesehatan melalui media sosial setelah makan di 88 Seoul Bandung. Unggahan yang beredar memuat pengalaman pribadi dengan gejala yang beragam, mulai dari diare parah, mual, muntah, demam tinggi, hingga tubuh menggigil. Karena informasi tersebut berasal dari kesaksian pengguna, keterkaitan keluhan dan makanan yang dikonsumsi masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Salah satu pengguna Threads mengaku dirinya dan suaminya makan di 88 Seoul 23 Paskal Bandung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam unggahannya, ia menyatakan mengalami diare selama dua hari setelah makan di lokasi tersebut. Sementara itu, suaminya disebut mengalami demam dengan suhu lebih dari 39 derajat Celsius sehingga harus memperoleh infus dan obat. Pengalaman tersebut disampaikan sebagai laporan pribadi mengenai kondisi kesehatan mereka setelah berkunjung.
Pengguna yang sama juga menyebut dirinya sedang hamil trimester pertama. Ia mengaku mengalami diare serta mual atau muntah dalam periode yang sama. Kondisi kehamilan membuat keluhan kesehatan perlu mendapat perhatian medis, terutama apabila disertai demam tinggi, muntah berulang, tanda dehidrasi, atau penurunan kondisi tubuh. Namun, unggahan itu tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan penyebab medis tertentu tanpa pemeriksaan profesional.
Keluhan serupa dari pengunjung lain turut menjadi perhatian karena mencakup gejala saluran pencernaan dan demam. Meski demikian, seluruh informasi yang beredar pada tahap ini merupakan klaim atau keluhan yang disampaikan pengunjung, bukan hasil diagnosis yang telah dipastikan dalam bahan sumber. Penentuan apakah gejala tersebut berkaitan dengan konsumsi makanan di tempat makan itu memerlukan pengumpulan sampel, pemeriksaan laboratorium, penelusuran riwayat konsumsi, serta evaluasi kesehatan para pelapor oleh instansi terkait.
Hasil pemeriksaan awal Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan masih ada sejumlah aspek higiene dan sanitasi di restoran 88 Seoul Bandung yang perlu dibenahi. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan lingkungan dilakukan untuk melihat kondisi tempat usaha secara menyeluruh. Penilaian tersebut tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga mencakup penataan lokasi, kebersihan dan kelayakan peralatan, pengelolaan bahan makanan, serta penerapan prosedur operasional standar.
Dalam inspeksi itu, petugas turut memperhatikan cara restoran menata bahan makanan segar dan bahan makanan kering. Kedua jenis bahan tersebut perlu disimpan secara teratur, terlindung, dan tidak bercampur dengan bahan kimia, termasuk cairan pembersih maupun sabun pencuci piring. Pemisahan diperlukan untuk mengurangi risiko kontaminasi silang dan memastikan bahan pangan tetap berada dalam kondisi yang layak sebelum diolah. Penataan peralatan serta area kerja juga menjadi bagian penting agar proses penerimaan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan dapat berlangsung secara higienis.
Dewi menyebutkan bahwa ukuran lokasi restoran yang tidak begitu luas membuat penataan ulang masih diperlukan. Pengaturan ruang yang lebih baik dapat membantu memisahkan area penyimpanan bahan pangan dari lokasi penyimpanan bahan pembersih, sekaligus memperlancar penerapan standar kebersihan. Temuan tersebut menjadi catatan perbaikan dalam pemeriksaan kesehatan lingkungan dan akan menjadi bagian dari proses penelusuran lebih lanjut. Namun, adanya aspek higiene dan sanitasi yang perlu dibenahi tidak serta-merta membuktikan bahwa kondisi tersebut menjadi penyebab dugaan keracunan. Penyebab kejadian masih memerlukan pemeriksaan, pengumpulan informasi, serta analisis terhadap berbagai kemungkinan oleh pihak terkait.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung masih melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang diduga mengalami keracunan setelah berkunjung ke 88 Seoul – 23 Paskal, Bandung. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi warga yang melaporkan keluhan, sekaligus memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai faktor yang mungkin memicu kasus tersebut.
Dalam proses ini, Dinkes Kota Bandung terus menghimpun informasi yang diperlukan dan mencermati kondisi kesehatan warga terkait. Penelusuran masih berlangsung sehingga belum terdapat hasil akhir mengenai penyebab maupun sumber dugaan keracunan. Setiap perkembangan akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berdasarkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah proses penelusuran tersebut, pihak restoran 88 Seoul turut menyampaikan tanggapan resmi melalui Instagram Stories. Dalam keterangan yang diunggah dan dikutip pada Rabu, 7 Oktober 2026, restoran menyatakan telah mendengar serta peduli terhadap kekhawatiran sejumlah pelanggan setelah berkunjung ke 88 Seoul – 23 Paskal, Bandung.
Pihak 88 Seoul menegaskan bahwa keamanan, kualitas, dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas restoran. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas perhatian publik terhadap dugaan keracunan yang sedang ditelusuri oleh pihak berwenang. Restoran belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut, sejalan dengan pemeriksaan yang masih berjalan.
Sampai tahap ini, perkara dugaan keracunan di 88 Seoul masih dalam proses penelusuran dan pemantauan oleh Dinkes Kota Bandung. Kondisi warga terus menjadi perhatian, sementara faktor pemicu kasus belum dapat dinyatakan sebelum seluruh informasi dan hasil pemeriksaan yang diperlukan diperoleh.

