BEM SI Siapkan Aksi Nasional Pendidikan di Depan DPR

BEM SI Siapkan Aksi Nasional Pendidikan di Depan DPR

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyiapkan aksi nasional pendidikan yang akan digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (5/10). Aksi tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WIB. Rencana ini menjadi informasi utama yang disampaikan organisasi mahasiswa tersebut menjelang pelaksanaan kegiatan.

Seruan untuk mengikuti aksi ditujukan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia. Melalui ajakan tersebut, BEM SI membuka partisipasi mahasiswa dari berbagai daerah untuk hadir dalam agenda nasional yang berlokasi di kawasan Gedung DPR RI. Penyebutan seluruh mahasiswa menunjukkan bahwa kegiatan ini disampaikan sebagai seruan bersama di tingkat nasional.

Informasi mengenai rencana aksi itu disampaikan BEM SI melalui akun Instagram resminya, @bem_si, pada Minggu (4/10). Unggahan tersebut menjadi sarana penyampaian ajakan sekaligus pemberitahuan mengenai waktu dan lokasi kegiatan kepada mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh informasi dasar terkait agenda yang akan berlangsung pada hari berikutnya.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai siang hari, tepatnya pukul 13.00 WIB, di depan Gedung DPR RI, Jakarta. BEM SI meminta perhatian mahasiswa di seluruh Indonesia terhadap seruan yang dibagikan melalui kanal resminya. Aksi nasional pendidikan ini pun dipersiapkan untuk dilaksanakan sesuai jadwal yang telah diumumkan, yakni Senin (5/10).

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyiapkan aksi nasional pendidikan di depan gedung DPR sebagai ruang penyampaian aspirasi mahasiswa. Aksi tersebut membawa sejumlah agenda yang berkaitan dengan persoalan pendidikan nasional, termasuk pembahasan regulasi yang mengatur penyelenggaraan pendidikan. Mahasiswa mendorong agar regulasi pendidikan dibahas secara terbuka dengan melibatkan berbagai kelompok yang terdampak, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, tenaga kependidikan, hingga pengelola perguruan tinggi.

Dalam agenda aksinya, BEM SI juga menyampaikan tuntutan mengenai pendidikan gratis. Isu ini mencakup dorongan agar akses terhadap pendidikan dapat dijangkau masyarakat tanpa terbebani biaya yang menghambat keberlanjutan studi. Pembahasan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari tuntutan mahasiswa terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dapat diakses secara luas, baik pada jenjang dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.

Kesejahteraan guru dan tenaga pendidik menjadi agenda lain yang dibawa dalam aksi. BEM SI menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi kerja, pendapatan, perlindungan, serta kepastian bagi mereka yang menjalankan proses pendidikan. Tuntutan tersebut diarahkan pada pembahasan yang lebih menyeluruh mengenai posisi guru dan tenaga pendidik dalam sistem pendidikan nasional, termasuk penghargaan terhadap peran mereka di berbagai daerah.

Selain itu, keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) turut menjadi perhatian mahasiswa. BEM SI memasukkan isu tersebut dalam agenda aksi untuk membahas tantangan yang dihadapi PTS dalam menjalankan kegiatan akademik dan mempertahankan akses pendidikan bagi mahasiswa. Keseluruhan tuntutan itu diposisikan sebagai respons terhadap sejumlah persoalan pendidikan nasional. Melalui aksi di depan DPR, mahasiswa berencana menyampaikan agenda tersebut sebagai bahan pembahasan mengenai arah regulasi, pembiayaan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta keberlanjutan institusi pendidikan.

Pendidikan gratis menjadi salah satu tuntutan utama yang disuarakan BEM SI dalam rencana aksi nasional di depan DPR. Tuntutan tersebut berangkat dari pandangan bahwa pendidikan merupakan hak masyarakat yang harus diwujudkan secara nyata. Akses terhadap pendidikan tidak semestinya berhenti pada pernyataan atau janji kebijakan, tetapi perlu hadir melalui sistem yang mampu menghilangkan hambatan biaya bagi seluruh warga negara.

Dalam seruannya, BEM SI menempatkan isu ini sebagai agenda nasional, bukan hanya kepentingan kelompok atau wilayah tertentu. Cakupan tuntutan pendidikan gratis disebut berlaku dari Aceh hingga Papua. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan harus diberikan secara merata kepada masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah dengan keterbatasan fasilitas, tenaga pengajar, maupun kemampuan ekonomi.

Tuntutan itu juga mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, pembiayaan pendidikan tidak hanya menjadi perhatian ketika anak memasuki sekolah dasar, tetapi juga ketika peserta didik melanjutkan ke tingkat menengah dan pendidikan tinggi. BEM SI memandang keberlanjutan pendidikan perlu dijamin agar kondisi ekonomi tidak memaksa seseorang menghentikan proses belajar sebelum mencapai jenjang yang diinginkan.

Makna pernyataan BEM SI mengenai pendidikan gratis adalah bahwa kebijakan tersebut harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Artinya, pelaksanaan tidak cukup diukur melalui adanya program atau aturan, melainkan dari kemampuan masyarakat untuk mengakses pendidikan tanpa terbebani biaya yang menghambat. Tuntutan ini menempatkan negara sebagai pihak yang berkewajiban memastikan pendidikan tersedia secara adil, terjangkau, dan dapat dinikmati masyarakat di berbagai daerah serta pada setiap jenjang pendidikan.

Selain menyampaikan perhatian terhadap berbagai persoalan pendidikan, aksi nasional ini juga membawa isu kesejahteraan guru dan tenaga pendidik. Perhatian tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar, kebijakan akademik, atau kelembagaan, tetapi juga dengan pihak-pihak yang menjalankan layanan pendidikan secara langsung. Guru dan tenaga pendidik ditempatkan sebagai bagian penting dalam agenda yang hendak disampaikan mahasiswa kepada DPR.

Isu kesejahteraan pendidik juga dihubungkan dengan tuntutan mengenai keberlanjutan perguruan tinggi swasta. Kedua hal tersebut menjadi bagian dari perhatian yang lebih luas terhadap keberlangsungan sistem pendidikan. Dalam konteks itu, tuntutan mahasiswa mencakup kebutuhan untuk memastikan agar pendidikan tetap dapat berjalan pada setiap jenjang, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Akses pendidikan sejak pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi turut menjadi pokok yang akan dibawa dalam penyampaian aspirasi.

Dengan demikian, agenda aksi tidak hanya berfokus pada satu persoalan, melainkan mencakup sejumlah isu yang saling berkaitan dalam penyelenggaraan pendidikan. Kesejahteraan guru dan tenaga pendidik, keberlanjutan perguruan tinggi swasta, serta pemenuhan akses pendidikan menjadi bagian dari perhatian mahasiswa. Seluruhnya ditempatkan dalam rangkaian tuntutan pendidikan yang akan disampaikan melalui aksi nasional di depan DPR. Mahasiswa dijadwalkan menyuarakan seluruh isu tersebut dalam aksi di depan DPR pada waktu yang telah dijadwalkan.