JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Timnas Putri U-17 Indonesia mengusung misi besar pada kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027 di Singapura. Skuad yang dikenal sebagai Garuda Pertiwi Muda itu membidik posisi juara Grup B sebagai sasaran utama dalam persaingan menuju putaran final. Target tersebut menjadi dorongan penting bagi para pemain untuk tampil konsisten sejak pertandingan pertama.
Jalan menuju putaran final di China memang tidak mudah. Berdasarkan format kualifikasi, hanya tim yang mampu memuncaki grup yang berhak memperoleh tiket untuk melanjutkan perjuangan pada fase berikutnya. Karena itu, setiap laga di Grup B memiliki arti penting dan menuntut kesiapan penuh, baik dari sisi teknis, fisik, maupun mental.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pun memasang harapan tinggi terhadap tim asuhan pelatih. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa para pemain diharapkan dapat menunjukkan prestasi dan bersaing secara positif selama turnamen. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kemampuan generasi muda sepak bola putri Indonesia.
Erick juga mengingatkan agar para pemain menikmati setiap proses yang dijalani. Menurutnya, kerja keras, keberanian, dan kemauan untuk menghadapi setiap pertandingan merupakan bagian penting dari perkembangan tim. Pesan itu mendorong Garuda Pertiwi Muda untuk bermain dengan penuh keyakinan, tanpa kehilangan kegembiraan dalam membela negara.
Dengan tujuan meraih puncak Grup B, Timnas Putri U-17 Indonesia perlu menjaga fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Performa yang disiplin dan semangat juang yang stabil akan menjadi modal utama untuk mengejar tiket ke China. Harapan PSSI bukan sekadar hasil akhir, melainkan juga tumbuhnya pengalaman dan karakter para pemain melalui persaingan di level Asia.
Timnas Putri U-17 Indonesia tiba di Singapura pada Sabtu, 3 Oktober 2026, untuk menjalani rangkaian persiapan terakhir sebelum tampil dalam Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Setibanya di negara tuan rumah, rombongan langsung mengarahkan perhatian pada pemulihan kondisi pemain, penyesuaian dengan cuaca, serta pematangan strategi yang telah disiapkan selama pemusatan latihan. Waktu persiapan yang terbatas membuat setiap sesi menjadi penting bagi tim pelatih dan para pemain.
Persaingan Grup B dijadwalkan berlangsung pada 5-11 Oktober 2026 di Bishan Stadium, Singapura. Grup ini dihuni oleh Indonesia, tuan rumah Singapura, Arab Saudi, dan Bahrain. Keempat peserta memiliki karakter permainan yang berbeda, sehingga kesiapan teknis, ketahanan fisik, serta kemampuan membaca pertandingan akan menjadi faktor penting sepanjang fase kualifikasi. Bermain di lapangan yang sudah dikenal oleh Singapura juga menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Garuda Pertiwi Muda.
Indonesia akan memulai perjuangan dengan menghadapi Bahrain pada 5 Oktober 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB. Setelah itu, Indonesia dijadwalkan melawan Arab Saudi pada 8 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB. Laga ketiga sekaligus penutup fase grup mempertemukan Indonesia dengan Singapura pada 11 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB.
Urutan pertandingan tersebut membentuk rangkaian perjalanan yang harus dilalui Indonesia untuk mengamankan posisi teratas Grup B. Laga pembuka melawan Bahrain menjadi kesempatan awal untuk meraih modal positif, sedangkan pertandingan kontra Arab Saudi berpotensi menguji konsistensi dan kedalaman skuad. Pada laga terakhir, pertemuan dengan Singapura diperkirakan menghadirkan atmosfer kompetitif karena berlangsung di kandang lawan. Dengan persiapan akhir yang terarah, Indonesia diharapkan mampu tampil disiplin, menjaga fokus di setiap pertandingan, dan mengumpulkan poin maksimal hingga penentuan klasemen.
Komposisi skuad Garuda Pertiwi Muda dibentuk melalui proses pemantauan yang berlangsung setelah para pemain mengikuti Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus, Jawa Tengah. Turnamen tersebut menjadi ajang penting bagi PSSI untuk melihat secara langsung kemampuan, karakter bermain, serta kesiapan para pesepak bola muda putri yang berpotensi memperkuat tim nasional. Dari dua tim peserta, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, sebanyak 46 pemain dipantau oleh tim pelatih dan jajaran terkait.
Hasil seleksi kemudian mengerucut pada 26 pemain yang dibawa untuk menjalani agenda di Singapura. Di nama-nama tersebut terdapat dua pemain diaspora, Anya Gabriella dan Keisya Bulgamin. Kehadiran keduanya memperkaya pilihan pemain sekaligus menunjukkan upaya PSSI membangun skuad dengan perpaduan talenta dari kompetisi domestik dan pemain yang memiliki pengalaman di luar negeri. Setiap pemain terpilih diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tuntutan pertandingan internasional serta menjalankan peran sesuai kebutuhan tim.
Ketua Komite Sepak Bola Wanita PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menilai kesinambungan program latihan menjadi salah satu modal penting dalam persiapan tim. Setelah tampil pada final Merdeka Cup di Kudus pada Agustus, para pemain hanya memperoleh waktu istirahat selama satu minggu sebelum memasuki pemusatan latihan untuk agenda di Singapura. Jeda yang relatif singkat tersebut membuat ritme latihan dan kebersamaan tim tetap terjaga.
Rangkaian persiapan berkelanjutan itu dinilai membuat tim lebih matang, baik dari aspek fisik, taktik, maupun mental. Pemain tidak harus memulai proses adaptasi dari awal karena sebagian besar telah menjalani latihan dan pertandingan bersama dalam waktu berdekatan. Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Garuda Pertiwi Muda ketika menghadapi persaingan di Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2027, yang menuntut konsistensi sejak laga pertama.
Timnas Putri U-17 Indonesia perlu mewaspadai Singapura sebagai tantangan terbesar di Grup B Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027. Selain berstatus sebagai tuan rumah, Singapura memiliki catatan kemenangan atas Putri Nusantara pada Srikandi Merdeka Cup 2026. Rekam jejak tersebut membuat pertemuan dengan Singapura menjadi laga yang harus dipersiapkan secara serius oleh skuad Garuda Pertiwi Muda.
Vivin menilai target juara grup menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia. Posisi tersebut diperlukan agar tim dapat memastikan langkah menuju putaran final Piala Asia Putri U-17 2027. Dalam persaingan Grup B, Bahrain dan Arab Saudi dipandang tidak seberat Singapura. Karena itu, kewaspadaan terhadap tuan rumah menjadi bagian penting dari upaya Indonesia merebut puncak klasemen.
Persaingan di fase kualifikasi tidak hanya berkaitan dengan posisi akhir grup, tetapi juga kesempatan tampil di panggung yang lebih besar. Putaran final Piala Asia Putri U-17 2027 dijadwalkan berlangsung di China pada 31 Maret hingga 17 April 2027. Ajang tersebut menjadi jalur menuju Piala Dunia Putri U-17 2027 yang akan digelar di Maroko, sehingga keberhasilan melewati kualifikasi memiliki arti penting bagi perkembangan tim.
Erick Thohir turut menyatakan dukungannya terhadap pembinaan sepak bola putri. Dukungan itu diberikan secara setara kepada Timnas Putri U-17 dan timnas putra senior, yang memiliki agenda pertandingan berdekatan. Sikap tersebut menegaskan perhatian terhadap pengembangan sepak bola nasional secara menyeluruh, sekaligus memberikan dukungan bagi Garuda Pertiwi Muda dalam menghadapi persaingan Grup B dan mengejar tiket ke putaran final.







